Sepeda Motor Masuk Posisi Blind Spot, Waspadai Bahaya dari Kendaraan Besar

Selasa, 08 Juni 2021 | 18:44 WIB
Sepeda Motor Masuk Posisi Blind Spot, Waspadai Bahaya dari Kendaraan Besar
Ilustrasi sepeda motor mendekati blind spot [Pexels].

Suara.com - Berkelana dengan sepeda motor di jalan raya sungguh menyenangkan. Dari segi waktu juga makin efisien. Sosok kendaraan roda dua berdimensi lebih kecil, mampu dipacu lincah untuk menyalip kendaraan lain. Namun jangan keburu girang: kondisi ini juga berpotensi bahaya. Yaitu sulit terdeteksi di area blind spot kendaraan dimensi besar.

"Seringkali pengendara kurang berhati-hati ketika berada di samping atau belakang kendaraan yang memiliki ukuran besar, sehingga tanpa sadar pengendara sepeda motor berada pada posisi blind spot yang berpotensi terlibat dalam kecelakaan ketika berkendara," jelas Johanes Lucky, Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM).

Blind spot adalah "titik buta" kendaraan yang tidak bisa dijangkau baik oleh mata pengendara, maupun spion standar kendaraan.

Kaca spion yang dirawat akan memberikan bantuan secara optimal pada kegiatan mengemudi [Envato Elements/twenty20photographs].
Meski dibantu kaca spion mobil, situasi blind spot membuat sepeda motor di sebelah tak terlihat [Envato Elements/twenty20photographs].

Untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan akibat "titik buta" ini, PT AHM berbagi sederet tips untuk mengantisipasinya.

"Semakin besar suatu kendaraan maka titik buta saat berkendaranya semakin luas," demikian sharing Johanes Lucky.

Berikut adalah tips untuk antisipasi kendaraan roda dua saat berada di area blind spot:

  1. Pahami dan ketahui area blind spot kendaraan kita dan kendaraan lain dengan mengikuti pelatihan safety riding agar mampu memprediksi bahaya apa saja yang dapat terjadi ketika bekendara.
  2. Pastikan area blind spot kita secara visual dengan melihat ke kanan atau ke kiri sebelum berubah arah atau lajur kendaraan. Alternatif lainnya, dapat juga memasang spion tambahan untuk meminimalisasi area blind spot kita.
  3. Fokus mata dan pendengaran saat berkendara untuk memaksimalkan kewaspadaan kita terhadap lalu lintas jalan. Untuk itu, hindari mendengarkan musik dengan headset saat berkendara serta hindari menggunakan knalpot tidak standar karena berpotensi menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan kita saat berkendara.
  4. Selalu memposisikan kendaraan sendiri di area luar blind spot kendaraan lain agar terlihat oleh pengemudi lain.
  5. Bunyikan klakson atau lampu untuk melakukan konfirmasi kepada pengguna jalan lain bahwa apabila kita berada pada area blind spot-nya dan segera keluar dari area blind spot mereka.
  6. Menggunakan pelengkapan berkendara yang terlihat, sehingga tidak mudah terabaikan oleh kendaraan lain.
  7. Selalu jaga jarak aman dengan kendaraan lain saat berkendara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI