alexametrics

Hari Raya Idul Adha, Diberlakukan Pengendalian Pemudik di Jembatan Suramadu

RR Ukirsari Manggalani
Hari Raya Idul Adha, Diberlakukan Pengendalian Pemudik di Jembatan Suramadu
Akses lewat Jembatan Suramadu terpantau lancar. Sebagai ilustrasi [Foto: Beritajatim]

Bila terjadi antrean seperti Idul Adha tahun lalu, levelnya dari status pengendalian menjadi penyekatan.

Suara.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Elestianto Dardak memastikan ada pengendalian pemudik di Jembatan Suramadu sisi Surabaya untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah setempat.

"Tidak ada penyekatan bukan berarti tidak ada pengendalian bagi pemudik yang ingin merayakan Idul Adha di kampung halaman. Kita lihat masih ada petugas yang dari kemarin bertugas dan ada yang diputarbalik karena tidak memenuhi syarat perjalanan," ujarnya di Surabaya, Senin (19/7/2021) malam, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.

Ia didampingi sejumlah pimpinan forum koordinasi daerah (Forkopimda) setempat meninjau langsung pelaksanaan pengendalian pemudik tujuan Pulau Madura di Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

"Seperti kita lihat bersama, tidak ada pemudik yang memenuhi Jembatan Suramadu seperti yang mungkin tadi sore sempat dikabarkan. Karena kenyataannya kalau terjadi antrean seperti pada masa Idul Adha tahun lalu, sudah langsung dinaikkan levelnya dari status pengendalian menjadi penyekatan untuk menghalau," jelas Elestianto Dardak.

Baca Juga: Pimpinan Lamborghini Sebutkan Penerus Aventador Siap Gendong Mesin V12 Terbaru

Ilustrasi Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) jelang Tahun Baru 2021 (Foto: Beritajatim.com)
Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang menghubungkan Surabaya dan Bangkalan atau menjadi jembatan antarpulau [Beritajatim.com].

Pemudik tujuan Pulau Madura menjadi salah satu perhatian setelah usai Hari Raya Idul Fitri terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

Terlebih masyarakat Madura memiliki budaya "toron", yaitu pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Adha bersama keluarga.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Brigadir Jenderal Polisi Slamet Hadi Supraptoyo menyampaikan pengendalian pemudik Idul Adha tidak hanya digelar di Jembatan Suramadu, melainkan di sejumlah titik perbatasan wilayah Jawa Timur lainnya.

"Semua daerah di Jawa Timur rawan pemudik. Ini kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan, baik di Kota Surabaya, daerah Mataraman, Madiun dan sekitarnya, termasuk Madura, ketika masyarakatnya tidak taat protokol kesehatan, rawan terpapar Covid-19," katanya.

Ia mengimbau agar seluruh masyarakat Jawa Timur bersama-sama memperkecil tingkat risiko penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Obituari: Yuanita FA, Peslalom Ceria asal Surabaya Itu Telah DipanggilNya

Wakapolda Brigjen Pol Slamet menegaskan status pengendalian pemudik Idul Adha yang digelar di sejumlah titik perbatasan wilayah Jawa Timur bisa langsung ditingkatkan menjadi penyekatan jika arus lalu lintas mulai terlihat padat.

Ia menyatakan bahwa kegiatan pengendalian pemudik Idul Adha 1442 Hijriah dijadwalkan berlangsung hingga 25 Juli.

"Tapi sebenarnya bukan soal sampai kapan kegiatan pengendalian pemudik ini digelar, melainkan intinya adalah masyarakat harus taat protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19," pungkasnya.