Cara Anti Mainstream Cegah Pencurian Mobil Canggih, Cuma Modal Kaleng Bekas

Arendya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Minggu, 25 Juli 2021 | 15:19 WIB
Cara Anti Mainstream Cegah Pencurian Mobil Canggih, Cuma Modal Kaleng Bekas
Ilustrasi kunci mobil yang mudah dibobol maling [Envato Elements/DragonImages].

Suara.com - Beberapa mobil zaman now sudah dibekali dengan teknologi yang cukup canggih. Hal ini guna membuat maling tidak bisa beraksi untuk mencurinya.

Tapi maling pun juga memiliki kreativitas tanpa batas. Selalu ada cara untuk membobol sebuah mobil meskipun sudah dibekali fitur keamanan canggih.

Beberapa mobil zaman now sudah dibekali fitur bernama immobilizer.

Prinsip dari immobilizer sederhana saja, di dalam tiap anak kunci, pabrikan mobil membenamkan perangkat elektronik yang memancarkan sinyal kode.

Lantas di dalam mobil juga terdapat antena penerima sinyal yang mencocokkan kode dari kunci dengan yang ada di mobil.

Bila kodenya cocok maka mobil akan menyala dengan mudah, namun bila kodenya berbeda, maka ECU tidak akan mengucurkan bahan bakar ke dalam mesin yang artinya mesin tidak bisa dihidupkan sama sekali.

Nah, maling pun memiliki cara untuk menjebol teknologi canggih ini.

Ilustrasi pencurian mobil [Shutterstock].
Ilustrasi pencurian mobil [Shutterstock].

Dilansir dari Carscoops, maling membuat sebuah alat khusus dimana bisa menangkap sinyal dari remote yang ada di dalam rumah.

Hasilnya kemudian diolah memakai program buatan mereka, dan kemudian dipakai untuk membobol mobil yang parkir di halaman rumah.

baca juga

Memang tingkat keberhasilan dari cara ini cukup rendah, tetapi maling lebih memilih cara ini untuk digunakan.

Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata cara ini bakal dipatahkan dengan sebuah kaleng bekas. Loh kok bisa?

Jadi para pemilik kendaraan yang dibekali immobilizer untuk menyimpan kunci remote di dalam kaleng.

Kaleng keluaran Tiffany & Co. seharga belasan juta. (tiffany.com)
Ilustrasi kaleng. (tiffany.com)

Material logam yang jadi bahan pembuatan kaleng akan menghalangi sinyal yang dipancarkan, sehingga tidak bisa ditangkap oleh alat canggih buatan maling tersebut.

Maling pun gagal untuk bisa membobol mobil incarannya karena sinyal bakal kacau bahkan tak tertangkap jika kunci sudah masuk di dalam kaleng.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Miliki Tesla Model Y Secara Gratis? Syaratnya Balapan di PUBG Mobile

Ingin Miliki Tesla Model Y Secara Gratis? Syaratnya Balapan di PUBG Mobile

Otomotif | Minggu, 25 Juli 2021 | 12:45 WIB

Best 5 Oto: Panggilan Darurat eCall di Uni Eropa, Mobil Listrik Mini Wuling ke Indonesia

Best 5 Oto: Panggilan Darurat eCall di Uni Eropa, Mobil Listrik Mini Wuling ke Indonesia

Otomotif | Minggu, 25 Juli 2021 | 08:45 WIB

Mobil Lexus Terbalik karena Tabrak Jalur Sepeda di Jalan Sudirman

Mobil Lexus Terbalik karena Tabrak Jalur Sepeda di Jalan Sudirman

News | Sabtu, 24 Juli 2021 | 21:30 WIB

Terkini

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

×