Baterai Mobil Listrik Makin Laku Saat Pandemi, Laba LG Chem Melonjak

Minggu, 01 Agustus 2021 | 15:56 WIB
Baterai Mobil Listrik Makin Laku Saat Pandemi, Laba LG Chem Melonjak
Ilustrasi pengisian ulang energi baterai mobil listrik. (Shutterstock)

Suara.com - LG Chem Ltd, perusahaan teknologi asal Korea Selatan mencatat terjadinya lonjakan laba kuartal kedua senilai empat kali lipat. Penyebabnya adalah terjadinya kenaikan permintaan atas bahan kimia untuk pembuatan produk elektronik seperti laptop dan TV, serta penjualan baterai mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) yang membaik di masa pandemi COVID-19.

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters pada Minggu (1/8/2021), bisnis LG Energy Solution, pemasok baterai yang digunakan dalam EV buatan General Motors dan Tesla Incorporation telah berkembang pesat. Situasi ini seiring meningkatnya permintaan jenis mobil terelektrifikasi di Eropa dan Amerika Serikat.

Akan tetapi para analis menyatakan bahwa kekurangan chip semikonduktor yang terjadi beberapa saat ini turut membebani keuntungan LG Chem.

Penandatanganan nota kesepahaman Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution untuk mendirikan usaha patungan yang memproduksi baterai untuk mobil listrik di Karawang, Jawa Barat [ANTARA/Hyundai].
Penandatanganan nota kesepahaman Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution untuk mendirikan usaha patungan yang memproduksi baterai untuk mobil listrik di Karawang, Jawa Barat [ANTARA/Hyundai].

"Kami melihat peningkatan bertahap dalam pengiriman baterai silinder kami dan kami berharap untuk melihat pertumbuhan berkelanjutan karena permintaan EV global terus tumbuh," jelas Chief Financial Officer Cha Dong-seok dari LG Chem.

Beberapa eksekutif dari perusahaan pembuat chip dan perusahaan mobil berhati-hati dalam menanggapi krisis pasokan chip semikonduktor di paruh kedua 2021.

Stellantis, aliansi dari FCA dan Renault PSA memperkirakan kekurangan itu akan terus berlanjut hingga tahun depan.

LG Chem menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk mengamankan kapasitas produksi baterai EV sebesar 430 gigawatt jam pada 2025 yang dapat memberi daya sekitar 11,6 juta EV.

Sebelumnya, pada Kamis (299/7/2021), LG Chem menyatakan usaha patungan senilai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dengan Hyundai Motor Group untuk membangun pabrik sel baterai di Indonesia.

Baca Juga: Best 5 Oto: Hotel Tematis Otomotif, Lexus Pinjam Platform Toyota Yaris Cross

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI