alexametrics

Lima Kebiasaan Kecil yang Mematikan saat Mengendarai Motor

Liberty Jemadu | Manuel Jeghesta Nainggolan
Lima Kebiasaan Kecil yang Mematikan saat Mengendarai Motor
Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari WIB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Meletakan jari di tuas rem dan lupa menyalakan lampu sein bisa memicu kecelakaan di jalanan.

Suara.com - Menggunakan sepeda motor untuk mobilitas sudah sangat lazim di Indonesia. Tetapi sayangnya banyak pemotor yang masih melakukan kebiasaan-kebiasaan yang terliht sepele, tetapi sebenarnya memiliki risiko besar bahkan hingga bisa mematikan di jalan raya.

Ada beberapa kesalahan kecil namun beresiko yang seringkali tidak disadari bikers, sebagaimana dikutip dari Wahana Honda. Berikut jabarannya:

  1. Jari di tuas rem
    Menaruh jari di tuas rem seringkali dimaksudkan sebagai antisipasi jika ada situasi di jalan yang mengharuskan kita untuk mengerem mendadak.

    Namun hal ini ternyata tidak disarankan. Karena saat melakukan ini, dikhawatirkan si pengendara sedang tidak fokus dan kaget sehingga saat refleks menekan tuas rem secara mendadak, motor bisa mengalami selip dan jatuh.

    Akibatnya juga fatal bagi kendaraan yang posisinya berada di belakang yang kaget dan bisa menimbulkan kecelakaan beruntun.

  2. Helm tidak berbunyi klik
    Mengenakan helm adalah kewajiban saat mengendarai motor. Tapi seringkali pengendara tak memasang helm dengan benar, khususnya tidak memasang tali helm dengan benar.

    Memasang tali helm yang benar adalah sampai benar-benar terkait sempurna, yang ditandai dengan bunyi klik. Dengan demikian, jika terjadi kecelakaan di jalan, helm tidak akan lepas dan kepala pengendara masih terlindungi saat terjadi bentura.

  3. Abaikan spion
    Mungkin ini juga salah satu yang paling sering kita temui di jalan. Spion motor tidak difungsikan sebagaimana mestinya untuk melihat keadaan jalan di sisi kanan maupun kiri belakang kita, atau bahkan banyak juga motor yang tidak ada spionnya.

    Selain itu saat kendaraan dalam posisi berbelok atau menyeberang, peranan spion menjadi sangat penting untuk melihat kendaraan yang melaju di belakang kita.

  4. Banyak membawa barang
    Ini salah satu kebiasaan sebagian besar pengendara motor di Indonesia. Padahal membawa barang yang terlalu banyak atau berukuran besar itu sangat beresiko membahayakan keselamatan karena keseimbangan berkendara jadi terganggu, terlebih jika sedang dalam kecepatan tinggi.

    Bisa jadi, kita malah jadi sulit berbelok atau bermanuver untuk menghindari hal-hal yang berpotensi membahayakan diri kita di jalan raya.

  5. Lupa lampu sein
    Terakhir adalah tidak menyalakan lampu sein saat akan berbelok atau berpindah lajur di jalan. Lampu sein berfungsi, salah satunya, untuk memperingatkan pengendara di belakang saat kita akan berbelok atau pindah lajur.

    Karenanya jika kita tak menyalakan lampu sein saat akan belok atau pindah lajur, maka pengendara di belakang akan kaget dan berisiko besar memicu tabrakan.

Baca Juga: Launching Vaksinasi Merdeka di Polda Metro Jaya: Ibarat Naik Motor Pakai Helm

Komentar