alexametrics

Pengamat Otomotif: Tidak Semua Pabrikan Mobil Siap Beralih ke Kendaraan Listrik

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Pengamat Otomotif: Tidak Semua Pabrikan Mobil Siap Beralih ke Kendaraan Listrik
Mobil listrik serta infrastruktur pendukungnya, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU (Shutterstock).

Pelaku otomotif senior sebutkan: menuju teknologi baru, selalu banyak hal yang harus dipelajari dibanding yang sudah diketahui.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden pasang target bahwa setengah dari seluruh penjualan mobil di Negeri Paman Sam pada 2030 adalah kendaraan listrik.

Namun kenyataannya, sejumlah pabrikan mobil mengalami kesulitan untuk beralih dari teknologi lama ke teknologi baru.

Nama-nama carmaker kondang seperti General Motors, Tesla, Porsche, Ford Motor Company, Hyundai, dan BMW hanya segelintir merek yang siap untuk beralih ke produksi mobil listrik. Untuk akselerasi ke produk terelektrifikasi, mereka mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Kecuali Tesla Incorporation yang sejak awal sudah melakukan setting membuat produk mobil listrik, tanpa transisi dari pabrik tradisional.

Ilustrasi salah satu model mobil listrik Chevrolet Bolt. [Chevrolet.com]
Ilustrasi salah satu mobil listrik buatan Amerika Serikat, Chevrolet Bolt EV [Chevrolet.com]

Menurut analis utama Guidehouse Insights, Sam Abuelsamid, proses manufaktur benar-benar harus diperketat. Hal ini berkaitan dengan kesiapan baterai mobil listrik.

Baca Juga: Ajak Masyarakat Gunakan Mobil Listrik, Begini Strategi Pemerintah Korea Selatan

"Mobil bertenaga listrik tidak tahan panas menyengat, dan tidak tahan terhadap kontaminasi. Jadi kondisi baterai sangat sensitif, diperlukan pengembangan yang sangat ketat untuk produksinya," ujar Sam Abuelsamid, dikutip dari Carscoops.

Doug Betts, yang telah berkarir di sejumlah pabrikan otomotif seperti Toyota, Fiat Chrysler, dan Apple, percaya bahwa pembuat mobil lawas akan menemukan masalah Electric Vehicle atau EV saat mereka meningkatkan produksi dan memperkenalkan lebih banyak model.

"Kapan pun kita menuju teknologi baru, selalu ada lebih banyak hal yang harus dipelajari dibandingkan yang sudah diketahui," ungkapnya.

Perjalanan menuju kendaraan listrik memang tidak mudah, bahkan dampak buruk sudah dirasakan sejumlah pabrikan akibat laporan pelanggan terkait kasus kebakaran kendaraan listrik, pemadaman listrik, dan kesulitan memulai dan mengisi daya kendaraan mereka.

Contohnya adalah Chevrolet Bolt yang harus ditarik kembali karena ditemukan masalah pada baterai yang menyebabkan mobil terbakar.

Baca Juga: Hyundai Umumkan Rasio Produksi Mobil Listrik, Ada Kendaraan Sel Hidrogen Setelah Nexo

Selain itu, ada Porsche Taycan yang mengalami masalah software dan menyebabkan kehilangan kendali pada mobil.

Komentar