Ajak Masyarakat Gunakan Mobil Listrik, Begini Strategi Pemerintah Korea Selatan

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 09 September 2021 | 07:55 WIB
Ajak Masyarakat Gunakan Mobil Listrik, Begini Strategi Pemerintah Korea Selatan
Seoul Motor Show 2019 yang memajang produk-produk seru mobil listrik lansiran Korea Selatan. Sebagai ilustrasi [Seoul Motor Show/gallery].

Suara.com - Dalam program "The Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea" yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bekerja sama dengan Korea Foundation Jakarta, antara lain dipaparkan strategi pemerintah Korea Selatan dalam mendorong warganya menggunakan kendaraan listrik.

Dikutip dari kantor berita Antara, hadir sebagai salah satu narasumber adalah Suh Yong Chung, dosen International Studies di Korea University.

"Di Korea Selatan tiba-tiba banyak orang yang menggunakan mobil listrik, tahu kenapa? Karena lebih murah. Pemerintah memberikan banyak subsidi kepada kendaraan listrik," papar Suh Yong Chung.

Selain harga mobil listrik lebih murah, alasan kedua yaitu harga isi ulang baterai listrik juga lebih murah bila dibandingkan dengan BBM. Meskipun durasi pengisian baterai mobil listrik perlu waktu lebih lama dibandingkan mengisi tangki bahan bakar kendaraan dengan bahan bakar bersifat cair.

Hyundai Ioniq 5 diluncurkan pada Selasa (23/2/2021) di Seoul, Korsel. [Dok Hyundai Motor Company]
Hyundai IONIQ 5. Siap menjadi produk tenaga listrik favorit dengan desain seru [Dok Hyundai Motor Company]

Alasan ketiga, mobil listrik membuat pengendaranya kelihatan keren. Soal penampilan ini penting, karena manusia memiliki kecenderungan untuk tampil keren.

Dengan kata lain, menggunakan kendaraan listrik memberikan citra lebih baik dibanding menggunakan kendaraan lain.

Suh Yong Chung menambahkan bahwa pemerintah Korsel memberikan banyak subsidi bagi kendaraan listrik. Dan dalam pelaksanaannya, masih ada kejadian pengguna sibuk mencari tempat pengisian ulang baterai mobil listrik.

Namun pemerintah Korea Selatan sudah siap dengan cara memberikan banyak subsidi, dan setelah mengendarai mobil listrik menjadi kebiasaan, maka ongkos secara keseluruhan akan lebih murah dibanding kendaraan berbahan bakar bensin.

Pemerintah Korea Selatan memberikan insentif hingga 19 juta won (sekitar Rp232,6 juta) bagi rakyatnya yang membeli mobil listrik pada 2021. Juga subsidi 37,5 juta won (sekitar Rp459,13 juta) bagi pembeli kendaraan berbahan bahar hidrogen. Tujuannya demi memastikan lebih banyak mobil ramah lingkungan digunakan di negerinya.

Program subsidi kendaraan ramah lingkungan ini adalah bagian dari insiatif "Green New Deal" di bawah pemerintahan Presiden Moon Jae In yang diluncurkan pada Juli 2021. Tujuannya mendorong penggunaan energi terbarukan, infrastruktur dan industri ramah lingkungan, serta mengatasi polusi udara dan air.

baca juga

Pemerintah Korea Selatan juga memasang target menambah 136 ribu kendaraan listrik dan hidrogen di 2021, serta menambah stasiun isi ulang baterai kendaraan listrik sebanyak 31.500 unit dan 54 stasiun pengisian hidrogen. Sementara target meningkatkan pangsa pasar kendaraan listrik global dari 2,2 persen menjadi 33 persen pada 2030, dengan fokus kendaraan listrik dan hidrogen.

Pada 2019, jumlah kendaraan listrik yang terdaftar di Korsel tumbuh sekitar 15 persen dibandingkan 2018. Dari lebih dari 601 ribu kendaraan ramah lingkungan yang terdaftar secara nasional, 506 ribu adalah mobil hybrid, dan 90 ribu unit adalah kendaraan listrik murni.

Dari kendaraan-kendaraan listrik ini, Hyundai Kona EV yang dirilis 2018 adalah kendaraan listrik terlaris di pasar domestik untuk 2019. Hyundai Motor Company memulai produksi massal kendaraan listrik dan hybrid pada 2009.

Padahal awalnya Hyundai tidak terlalu tertarik untuk memproduksi mobil listrik dan lebih suka memproduksi kendaraan hidrogen. Akan tetapi perusahaan ini mulai menggarap mobil listrik saat Tesla Incorporation berkembang menjadi produsen mobil listrik global.

Suh Yong Chung menyebutkan bahwa Hyundai tidak memproduksi teknologi mobil listrik dari nol.

Hyundai Kona EV atau Hyundai Kona electric dalam Paris Motor Show 2018 [Shutterstock].
Hyundai Kona EV yang menjadi mobil listrik paling favorit di Korea Selatan [Shutterstock].

"Mereka tentu sudah punya modal dan teknologi awal untuk memproduksi mobil listrik, tapi dengan dukungan pemerintah menjadi pendorong bagi Hyundai untuk memperoduksi mobil listrik. Saya sendiri dalam lima tahun ke depan mungkin akan membeli mobil listrik," tukas Pak Dosen itu.

Ia menyatakan agar industri mobil listrik dapat tumbuh maka pemerintah harus menjadikan industri ini sebagai salah satu mesin pendorong ekonomi nasional.

"Bisa dilakukan secara bertahap, pemerintah dapat berinvestasi ke teknologi menengah lebih dulu lalu bertahap menuju teknologi tinggi sehingga akan lebih mudah menciptakan pasarnya," pungkas Suh Yong Chung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu

Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:50 WIB

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:35 WIB

Bukan Baterai Inilah Biang Kerok Kerusakan Mobil Listrik  yang Paling Menguras Isi Dompet

Bukan Baterai Inilah Biang Kerok Kerusakan Mobil Listrik yang Paling Menguras Isi Dompet

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:25 WIB

Ongkos Perbaikan Mobil Listrik Bekas Terbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset

Ongkos Perbaikan Mobil Listrik Bekas Terbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:15 WIB

Viral Video BYD Tang Terjang Banjir Hingga Komponen Copot Picu Keraguan Keamanan Mobil Listrik

Viral Video BYD Tang Terjang Banjir Hingga Komponen Copot Picu Keraguan Keamanan Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:56 WIB

Mobil Listrik Murah Suzuki Siap Mengaspal, Dimensi Mirip Karimun Wagon R

Mobil Listrik Murah Suzuki Siap Mengaspal, Dimensi Mirip Karimun Wagon R

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:31 WIB

Honda Super One Mencoba Peruntungan di Segmen Mobil Listrik

Honda Super One Mencoba Peruntungan di Segmen Mobil Listrik

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:25 WIB

Pemerintah Masih Pelit Insentif Mobil Hybrid Padahal Lebih Realistis Bagi Indonesia

Pemerintah Masih Pelit Insentif Mobil Hybrid Padahal Lebih Realistis Bagi Indonesia

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:53 WIB

GIIAS 2026 Jadi Panggung Mobi Baru Asal China

GIIAS 2026 Jadi Panggung Mobi Baru Asal China

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:27 WIB

Terkini

Kerja Secukupnya, Waras Seutuhnya: Membedah Tren Quiet Quitting ala Gen Z

Kerja Secukupnya, Waras Seutuhnya: Membedah Tren Quiet Quitting ala Gen Z

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 15:00 WIB

Game Ragnarok: The New World Resmi Dirilis, Banyak Hadiah Gratis

Game Ragnarok: The New World Resmi Dirilis, Banyak Hadiah Gratis

Tekno | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:57 WIB

Stop Romantisasi Pengabdian: Guru dan Nakes Juga Berhak Hidup Layak

Stop Romantisasi Pengabdian: Guru dan Nakes Juga Berhak Hidup Layak

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:45 WIB

Residivis Curanmor Bersenpi Rakitan Ambruk Ditembak Polisi di Lampung Timur

Residivis Curanmor Bersenpi Rakitan Ambruk Ditembak Polisi di Lampung Timur

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:45 WIB

Krisis Air Mengintai Timur Tengah Setelah Pasukan Iran Sasar Pembangkit Desalinasi Air Kuwait

Krisis Air Mengintai Timur Tengah Setelah Pasukan Iran Sasar Pembangkit Desalinasi Air Kuwait

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:37 WIB

Mengapa Jadi Superhero di The WONDERfools Bukan Jawaban Permasalahan Hidup?

Mengapa Jadi Superhero di The WONDERfools Bukan Jawaban Permasalahan Hidup?

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:34 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Non Comedogenic Terbaik sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Sunscreen Non Comedogenic Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:25 WIB

2 Moisturizer OMG yang Ampuh Cerahkan Wajah Harga Rp20 Ribuan, Mana yang Lebih Baik?

2 Moisturizer OMG yang Ampuh Cerahkan Wajah Harga Rp20 Ribuan, Mana yang Lebih Baik?

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:23 WIB

5 Parfum Mykonos Terlaris di Shopee, Wangi Tahan Lama untuk Dipakai Seharian

5 Parfum Mykonos Terlaris di Shopee, Wangi Tahan Lama untuk Dipakai Seharian

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:20 WIB

Intip Trailer Film The Uprising, Andrew Garfield Pimpin Pemberontakan Besar

Intip Trailer Film The Uprising, Andrew Garfield Pimpin Pemberontakan Besar

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:15 WIB

×