Kembangkan Mobil Swakemudi, Subaru Bakal Pasarkan Kendaraan Otonom Level 2

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 22 September 2021 | 10:00 WIB
Kembangkan Mobil Swakemudi, Subaru Bakal Pasarkan Kendaraan Otonom Level 2
Ilustrasi Subaru Corporation (Shutterstock)

Suara.com - Subaru Corporation membidik pasar mobil berteknologi otonom setara level 2 untuk jalan biasa, mulai paruh kedua beberapa tahun mendatang.

Dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Jepang, Kyodo pada Rabu (22/9/2021), kabar ini disampaikan pejabat Subaru.

Sebagai catatan, beberapa carmaker seperti Toyota Motor Corporation dan Nissan Motor Corporation telah menawarkan mobil otonom level 2 untuk jalan tol atau jalan bebas hambatan.

Dalam pengembangan mobil otonom yang digunakan untuk jalan biasa menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya dibutuhkan kemampuan merespon skenario tak terduga seperti gerakan pejalan kaki dan kecepatan menghindari kecelakaan.

Mobil swakemudi Nissan diuji di jalan umum Tokyo, Jepang. (Foto: dok.Nissan)
Mobil swakemudi Nissan diuji di jalan umum Tokyo, Jepang. (Foto: dok.Nissan)

Subaru berencana mengembangkan sistem generasi berikutnya, yaitu memanfaatkan Teknologi EyeSight Driver Assist dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) untuk mengenali jalur lalu lintas, bahkan saat garis putih di jalan tidak terlihat.

Teknologi level 2 memungkinkan pengemudi untuk melepaskan tangan mereka dari setir dalam kondisi tertentu, tetapi diharuskan untuk memantau setiap saat.

Pada Maret 2021, Honda Motor Company meluncurkan sedan Honda Legend yang diperbarui di Jepang dengan teknologi otonom level 3. Produk ini menjadi kendaraan pertama di pasar global yang memungkinkan pengemudi bisa bebas dari kemudi. Sehingga bisa membaca dan menonton TV saat mobil berjalan, di kondisi tertentu seperti lalu lintas padat di jalan bebas hambatan.

Ilustrasi Subaru. (Shutterstock)
Ilustrasi Subaru. (Shutterstock)

Namun dalam keadaan darurat, pengemudi tetap perlu mengendalikan kendaraan sepenuhnya.

Adapun teknologi pengoperasian mobil otonom diklasifikasikan ke dalam lima level. Level 1 memungkinkan kemudi, akselerasi, atau pengereman menjadi otomatis. Sedangkan level 5 sepenuhnya otomatis.

baca juga

Persaingan juga semakin ketat di antara pembuat mobil global dalam pengembangan kendaraan dengan teknologi self-driving level 4. Yaitu memiliki kecakapan bisa melakukan tugas mengemudi tanpa campur tangan manusia dalam area terbatas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekspansi Tanpa Henti: Alasan Bos Nissan Risau dengan Progres Pabrikan Mobil China

Ekspansi Tanpa Henti: Alasan Bos Nissan Risau dengan Progres Pabrikan Mobil China

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:06 WIB

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 14:38 WIB

Bukan Sekadar Kongsi Biasa, Honda dan Nissan Sepakat Bikin "Otak" Mobil Masa Depan Bareng!

Bukan Sekadar Kongsi Biasa, Honda dan Nissan Sepakat Bikin "Otak" Mobil Masa Depan Bareng!

Otomotif | Rabu, 02 September 2026 | 10:53 WIB

Kalcer dan Pajak Murah: Nissan Serena C23 Mobil Keluarga Kabin Luas Seharga Motor 150cc

Kalcer dan Pajak Murah: Nissan Serena C23 Mobil Keluarga Kabin Luas Seharga Motor 150cc

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Nissan X-Trail e-POWER e-4ORCE Melantai di GIIAS 2026 Usung Konsep Petualang

Nissan X-Trail e-POWER e-4ORCE Melantai di GIIAS 2026 Usung Konsep Petualang

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Nissan Navara PRO-4X Tampil Gagah di GIIAS 2026 dengan Mesin Turbo Diesel

Nissan Navara PRO-4X Tampil Gagah di GIIAS 2026 dengan Mesin Turbo Diesel

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Mobil Bekas Terbaik dengan Harga Terjangkau Menurut Pakar: 2 EV Under 200 Juta Kasta Setara Ioniq

Mobil Bekas Terbaik dengan Harga Terjangkau Menurut Pakar: 2 EV Under 200 Juta Kasta Setara Ioniq

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:38 WIB

Dulu Sungkan Merger Kini Mau Jadi Partner, Honda dan Nissan Siap Kembangkan Kendaraan 'Next Gen'

Dulu Sungkan Merger Kini Mau Jadi Partner, Honda dan Nissan Siap Kembangkan Kendaraan 'Next Gen'

Otomotif | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:25 WIB

Nasib Aliansi Honda Nissan Mitsubishi Terganjal Pengaruh Renault di Tengah Bayangan Kerugian

Nasib Aliansi Honda Nissan Mitsubishi Terganjal Pengaruh Renault di Tengah Bayangan Kerugian

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Jawa Tengah | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Foto | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Angkat Sel Kulit Mati! Ini 5 Body Scrub Kelapa untuk Kulit Halus dan Lembap

Angkat Sel Kulit Mati! Ini 5 Body Scrub Kelapa untuk Kulit Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:42 WIB

×