alexametrics

Kembangkan Mobil Swakemudi, Subaru Bakal Pasarkan Kendaraan Otonom Level 2

RR Ukirsari Manggalani
Kembangkan Mobil Swakemudi, Subaru Bakal Pasarkan Kendaraan Otonom Level 2
Ilustrasi Subaru Corporation (Shutterstock)

Subaru mengincar penjualan mobil otonom level 2 yang diterapkan untuk jalan biasa.

Suara.com - Subaru Corporation membidik pasar mobil berteknologi otonom setara level 2 untuk jalan biasa, mulai paruh kedua beberapa tahun mendatang.

Dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Jepang, Kyodo pada Rabu (22/9/2021), kabar ini disampaikan pejabat Subaru.

Sebagai catatan, beberapa carmaker seperti Toyota Motor Corporation dan Nissan Motor Corporation telah menawarkan mobil otonom level 2 untuk jalan tol atau jalan bebas hambatan.

Dalam pengembangan mobil otonom yang digunakan untuk jalan biasa menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya dibutuhkan kemampuan merespon skenario tak terduga seperti gerakan pejalan kaki dan kecepatan menghindari kecelakaan.

Baca Juga: Bos Toyota: Mobil Listrik Akan Membuat Jepang Kehilangan 5,5 Juta Pekerjaan

Mobil swakemudi Nissan diuji di jalan umum Tokyo, Jepang. (Foto: dok.Nissan)
Mobil swakemudi Nissan diuji di jalan umum Tokyo, Jepang. (Foto: dok.Nissan)

Subaru berencana mengembangkan sistem generasi berikutnya, yaitu memanfaatkan Teknologi EyeSight Driver Assist dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) untuk mengenali jalur lalu lintas, bahkan saat garis putih di jalan tidak terlihat.

Teknologi level 2 memungkinkan pengemudi untuk melepaskan tangan mereka dari setir dalam kondisi tertentu, tetapi diharuskan untuk memantau setiap saat.

Pada Maret 2021, Honda Motor Company meluncurkan sedan Honda Legend yang diperbarui di Jepang dengan teknologi otonom level 3. Produk ini menjadi kendaraan pertama di pasar global yang memungkinkan pengemudi bisa bebas dari kemudi. Sehingga bisa membaca dan menonton TV saat mobil berjalan, di kondisi tertentu seperti lalu lintas padat di jalan bebas hambatan.

Ilustrasi Subaru. (Shutterstock)
Ilustrasi Subaru. (Shutterstock)

Namun dalam keadaan darurat, pengemudi tetap perlu mengendalikan kendaraan sepenuhnya.

Adapun teknologi pengoperasian mobil otonom diklasifikasikan ke dalam lima level. Level 1 memungkinkan kemudi, akselerasi, atau pengereman menjadi otomatis. Sedangkan level 5 sepenuhnya otomatis.

Baca Juga: Manfaatkan Aliansi, Mitsubishi Berhenti Kembangkan Platform Mobil?

Persaingan juga semakin ketat di antara pembuat mobil global dalam pengembangan kendaraan dengan teknologi self-driving level 4. Yaitu memiliki kecakapan bisa melakukan tugas mengemudi tanpa campur tangan manusia dalam area terbatas.

Komentar