alexametrics

Bos Toyota: Transisi Menuju Mobil Listrik Akan Menimbulkan Masalah di Jepang

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Bos Toyota: Transisi Menuju Mobil Listrik Akan Menimbulkan Masalah di Jepang
Ilustrasi mobil hybrid, sebagai langkah menuju penggunaan mobil listrik murni [Shutterstock].

Setiap negara bisa berkontribusi dengan langkah seperti disebutkan Toyoda-san.

Suara.com - CEO Toyota, Akio Toyoda mengungkapkan rencana pemerintah Jepang untuk memangkas emisi karbon dengan beralih kepada kendaraan listrik akan menimbulkan masalah bagi negara.

"Jepang adalah negara yang bergantung pada ekspor. Jadi netralitas karbon sama saja dengan masalah ketenagakerjaan di Jepang," ujar Akio Toyoda.

Menurut Inside EVs, Akio Toyoda menyampaikan kepada para pelaku industri otomotif bahwa transisi menuju kendaraan sepenuhnya listrik adalah kesalahan yang mahal.

"Jika mereka (pemerintah Jepang) mengatakan mesin pembakaran internal adalah musuh. Kami tidak akan mampu memproduksi hampir semua kendaraan," tegasnya.

Baca Juga: Dipinang Audi, Driver Kenamaan Ken Block Bakal Terjun di Reli Mobil Listrik

Presiden dan CEO Toyota Akio Toyoda saat presentasi prototipe "kota" masa depan di atas lahan seluas 175 hektar di kaki Gunung Fuji di Jepang, dan purwarupa Toyota e-Palette di pameran Consumer Electronics Show (CES) 2020 di Las Vegas , Nevada, Amerika Serikat (6/1/2020) [AFP/Robyn Beck].
Presiden dan CEO Toyota Akio Toyoda saat presentasi prototipe "kota" masa depan di atas lahan seluas 175 hektar di kaki Gunung Fuji di Jepang, dan purwarupa Toyota e-Palette di pameran Consumer Electronics Show (CES) 2020 di Las Vegas , Nevada, Amerika Serikat (6/1/2020) [AFP/Robyn Beck].

Pemerintah Jepang berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon pada 2030 atau delapan tahun dari sekarang.

Pemerintah Negeri Sakura juga telah menargetkan bila Jepang harus mencapai netral karbon pada 2050.

Lebih lanjut, Toyoda berpendapat bahwa setiap negara harus mampu mengurangi emisi dengan cara apa pun yang dianggap cocok, selama tujuannya tercapai.

"Untuk mengurangi emisi karbon dioksida, diperlukan inisiatif praktis dan berkelanjutan yang sejalan dengan situasi yang berbeda di berbagai negara dan kawasan," ungkapnya.

Untuk itu, Toyoda mengatakan bahwa kendaraan hybrid masih memiliki kontribusi signifikan terhadap netralitas karbon, meskipun dilengkapi mesin pembakaran internal.

Baca Juga: Amerika Akan Uji Coba Sistem Pengisian Baterai Mobil Listrik Secara Nirkabel di Jalan Raya

Karena hybrid lebih terjangkau daripada kendaraan listrik dan bisa menembus pasar di mana infrastruktur pengisian belum sepenuhnya terpenuhi.

Komentar