alexametrics

Perlukah Mengurangi Tekanan Angin Ban Saat Musim Hujan?

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Perlukah Mengurangi Tekanan Angin Ban Saat Musim Hujan?
Ilustrasi ban mobil saat hujan (Shutterstock).

Berikut adalah wacana agar menggunakan ban dengan tekanan yang sama, baik hujan maupun tidak.

Suara.com - Memasuki musim hujan, tidak sedikit pengguna mobil yang mengurangi tekanan angin ban. Dengan begitu area telapak ban mobil yang menapak aspal lebih besar. Tujuannya guna mendapatkan traksi yang lebih baik.

Permukaan telapak ban yang menapak jalan memang menjadi lebar, namun hal ini tidak dibenarkan.

Seperti dikutip dari Auto2000, mengurangi tekanan angin ban pada saat musim hujan merupakan perilaku yang salah kaprah.

Akibat dikurangi, maka yang terjadi adalah ban tidak memiliki area kontak dengan aspal (contact patch) yang pas, bahkan cenderung berlebih. Mobil akan semakin terasa berat dikemudikan karena ban yang kempis.

Baca Juga: Kembangan Ban Mobil Masih Bagus Namun Masa Pakai Kedaluwarsa, Apakah Tetap Layak Jalan?

Ilustrasi seorang teknisi sedang mengganti ban mobil (Shutterstock).
Ilustrasi seorang teknisi sedang mengganti ban mobil (Shutterstock).

Semakin tidak dianjurkan lantaran risiko pecah ban akibat tekanan udara yang kurang dari rekomendasi pabrikan.

Sebaiknya, pemilik mobil tetap mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh setiap pabrikan mobil tanpa perlu mengurangi tekanan angin ban saat hujan.

Masalahnya adalah ban akan mengalami defleksi berlebihan, apalagi jika tekanan angin ban dikurangi jauh dari semestinya.
Belum lagi ditambah ketika mobil berbelok atau saat mengerem, defleksi yang terjadi akan semakin besar.

Ditambah, mobil sedang diisi muatan penuh dalam perjalanan jauh sehingga beban kerja ban semakin berat.

Selain risiko ban pecah karena menerima tekanan berlebih, dampak buruk lainnya adalah ban bisa terlepas dari pelek. Dampak terburuknya bisa mengalami kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Rupanya, Ini Sebab Ban Mobil Sering Kempes Sendiri

Komentar