alexametrics

Bos BMW: Larangan Total Mesin Pembakaran Bukan Jalan Terbaik

Dythia Novianty | Manuel Jeghesta Nainggolan
Bos BMW: Larangan Total Mesin Pembakaran Bukan Jalan Terbaik
Kantor BMW di Munich, Jerman. (Shutterstock)

BMW sampai saat ini menjadi salah satu perusahaan otomotif yang belum mengumumkan target, untuk mulai berhenti memproduksi mesin bensin.

Suara.com - BMW sampai saat ini menjadi salah satu perusahaan otomotif yang belum mengumumkan target, untuk mulai berhenti memproduksi mesin bensin.

Meski demikian, CEO BMW Oliver Zipse mengaku, perusahaan sangat siap jika larangan untuk mobil bensin mulai berlaku.

"Kami akan siap dengan larangan mesin pembakaran. Jika suatu wilayah atau negara mendapat ide untuk melarang mesin pembakaran, kami punya penawaran," kata Zipse, dikutip dari Carscoops, Sabtu (16/10/2021).

Akan tetapi, Zipse meragukan apakah larangan menyeluruh seperti itu adalah jalan terbaik untuk masa depan.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Setop Jual Mobil Bensin di Tahun 2050

"BMW Group tidak khawatir tentang hal ini. Apakah itu ide yang bagus adalah pertanyaan lain, tetapi kami akan memiliki penawaran," terangnya.

Seperti diketahui, Uni Eropa telah mengusulkan larangan penjualan mobil berbahan bakar fosil mulai 2035 karena berfokus untuk memerangi emisi global.

CEO BMW Oliver Zipse . [Tobias Schwarz/AFP]
CEO BMW Oliver Zipse . [Tobias Schwarz/AFP]

BMW mengharapkan setengah dari penjualan globalnya menjadi kendaraan listrik pada 2030.

Namun, pabrikan asal Jerman ini sepertinya masih melihat peluang untuk produk dengan mesin pembakaran.

Sementara itu, kepala pengembangan BMW Frank Weber dalam sebuah wawancara sempat mempertanyakan, apakah sistem dan konsumen siap akan perubahan tersebut.

Baca Juga: MINI Bakal Mencoret Bahan Kulit dari Kebutuhan Produksi Mobil Generasi Terbaru

Dia juga menyebutkan alasan mengapa mereka menghindari batas waktu untuk memproduksi mesin pembakaran.

Komentar