facebook

Penjualan Mobil Listrik Seri Volkswagen ID di China Bakal Diperbanyak

RR Ukirsari Manggalani
Penjualan Mobil Listrik Seri Volkswagen ID di China Bakal Diperbanyak
Volkswagen ID.4 sedang melakukan recharging baterai . Sebagai ilustrasi seri mobil listrik Volkswagen ID [Newsroom VW].

Volkswagen bakal menggandakan penjualan EV di China pada 2022.

Suara.com - Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen AG (VW) mengatakan kemungkinan bakal menggandakan penjualan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) berbasis baterai untuk pasar China.

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters pada Rabu (12/1/2022), tujuan penjualan diperbanyak ini adalah mencapai kinerja lebih baik.

Kepala Volkswagen China, Stephan Wollenstein mengatakan rencana ini bisa batal akiabt kekurangan chip semikonduktor.

Mobil listrik murni Volkswagen ID.3 yang menggunakan ban buatan Bridgestone [Volkswagen via ANTARA].
Mobil listrik murni Volkswagen ID.3 dari seri Volkswagen ID [Volkswagen via ANTARA].

Seri Volkswagen ID, yang diproduksi Volkswagen di perusahaan patungan China dengan SAIC Motor dan FAW Group, adalah tulang punggung ambisi mobil listrik perusahaan ini untuk pasar otomotif di China. Sebuah lahan potensial mengingat inilah pasar mobil terbesar di dunia.

Baca Juga: Rivian Automotive 2021: Penjualan Belum Penuhi Target Terkait Rantai Pasokan

Volkswagen menjual 70.625 unit Volkswagen ID di China tahun lalu, meleset dari target 80-100 ribu unit. Penyebabnya adalah pandemi COVID-19 regional dan chip semikonduktor.

Akan tetapi, Stephan Wollenstein menyatakan optimisme, dengan pernyataan, "Cukup positif bahwa kami akan melihat dua kali lipat dari penjualan aktual."

Grup Volkswagen dengan produksi termasuk brand Audi, Lamborghini dan Porsche, menjual 3,3 juta unit mobil di China pada 2021 atau turun 14 persen, demikian dipaparkan Stephan Wollenstein.

Volkswagen menetapkan target untuk meningkatkan jumlah penjualan sekitar 15 persen atau sekitar 500 ribu unit tahun ini. Hanya, situasi pasokan chip semikonduktor juga mesti diperhatikan.

Kekurangan chip semikonduktor yang menjadi komponen kunci mulai sensor rem, power steering, sampai in-car-entertainment (ICE) system telah menyebabkan pembuat mobil di seluruh dunia memangkas atau menangguhkan produksi, sampai menimbulkan kenaikan harga mobil bekas dibandingkan menunggu produk baru.

Baca Juga: Penjualan Mobil Hybrid Meningkat Pesat di Tengah Isu Mobil Listrik

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar