Suara.com - Mercedes-Benz Cars & Vans telah menjual lebih dari 2,4 juta unit kendaraan sepanjang 2021, turun sekitar 4 persen dibanding tahun sebelumnya, terutama dipengaruhi oleh gangguan pasokan cip atau semikonduktor yang menghambat produksi.
"Situasi pasokan semikonduktor tetap tidak stabil dan kekurangan tersebut diperkirakan akan berdampak pada kuartal mendatang dalam hal produksi dan penjualan," kata Mercedes-Benz dalam pernyataan resminya, dikutip Rabu (2/2/2022).
Pabrikan mobil Jerman itu mengatakan, permintaan kendaraan Mercedes-Benz tetap tak terputus karena kendaraan Mercedes-Maybach, Mercedes-AMG, dan G-Class mencapai rekor penjualan baru pada tahun 2021.
Pengiriman Mercedes-Benz plug-in hybrid dan mobil penumpang listrik mencapai rekor 227.458 unit atau naik 69,3 persen. Dari jumlah itu, sebanyak 48.936 adalah mobil listrik berbasis baterai, Mercedes-EQ.
Secara keseluruhan untuk kendaraan penumpang, Mercedes-Benz mengirimkan 2.093.476 kendaraan antara Januari dan Desember, turun sebesar 5 persen dibanding 2020.
Pengiriman Mercedes-Benz S-Class naik 40 persen menjadi 87.064 unit, dengan penjualan di China menyumbang 35,5 persen dari permintaan global. Sementara penjualan G-Class melonjak ke rekor baru 41.174 unit dan pengiriman model Mercedes-AMG mencapai 145.979, naik 16,7 persen.
Penjualan Mercedes-Maybach meningkat menjadi 15.730 unit, naik 50,7 persen. Kenaikan ini didorong oleh pasar Tiongkok. Di negara itu, penjualan Maybach rata-rata 900 unit per bulan. [Antara]