Ini Bahayanya Gunakan Ban Vulkanisir pada Mobil

Sabtu, 19 Maret 2022 | 21:00 WIB
Ini Bahayanya Gunakan Ban Vulkanisir pada Mobil
Ban vulkanisir tak dianjurkan untuk digunakan karena lebih berisiko. Foto: Ilustrasi ban mobil. [Shutterstock]

Suara.com - Tidak sedikit pemilik kendaraan lebih memilih ban vulkanisir sebagai solusi untuk mengganti ban yang sudah botak. Faktor utamanya tentu karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari ban baru.

Padahal pilihan ini bisa berdampak buruk atau bahkan membahayakan nyawa para penumpang kendaraan itu sendiri.
Ban vulkanisir sendiri biasanya digunakan pada kendaraan komersial.

Namun seperti dikutip dari laman Deltalube, ban vulkanisir yang lazim ditemukan ada dua jenis. Pertama, ban yang sudah tidak layak pakai diberi tambahan lapisan tread, yang lebih dikenal dengan sebutan tapak atau Kembangan ban.

Dengan begitu, setelah melewati proses vulkanisir, yang menjadi baru adalah bagian tapak ban saja. Sedangkan dinding dan struktur ban lainnya masih sama. Jenis ban vulkanisir ini yang biasa digunakan pada kendaraan komersial.

Untuk ban jenis ini memiliki risiko jika kualitas vulkanisir tidak bagus. Tapak ban yang tidak menempel dengan sempurna bisa lepas saat kendaraan sedang melaju.

Terlebih dalam keadaan kencang, kendaraan bisa tidak dapat dikendalikan sehingga membuat terjadinya kecelakaan.

Kedua, ban yang kondisinya ketebalannya sudah sampai atau bahkan melewati TWI (Tread Wear Indicator) lalu diukir kembali sehingga menyerupai ban baru. Berkat proses ini, ban jadi semakin tipis dan semakin dekat dengan lapisan lain yang ada di dalam ban. Ban vulkanisir jenis ini yang kerap dipakai kendaraan pessanger.

Sedangkan untuk jenis ini, memiliki risiko gampang robek akibat struktur ban yang aslinya memang sudah tipis. Bukan cuma itu, ban ini rawan licin saat digunakan karena bukan kompon yang seharusnya bergesekan dengan jalan. Terlebih dalam keadaan jalan basah atau hujan.

Ban vulkanisir memang sangat menarik dari segi ekonomi. Namun rasanya tidak sepadan dengan risiko yang dapat ditimbulkan. Jadi, lebih baik penggunaan ban tipe ini dihindari.

Baca Juga: NgabubuTips: Begini Cara Rawat Ban Cadangan, Biar Tak Usang sebelum Jalan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI