facebook

Transisi Produksi EV, Ola Kaellenius Prediksi Tahun Depan Masih Terjadi Krisis Chip Semikonduktor

RR Ukirsari Manggalani
Transisi Produksi EV, Ola Kaellenius Prediksi Tahun Depan Masih Terjadi Krisis Chip Semikonduktor
Ola Kaellenius di Munich, Jerman (5/9/2021) [REUTERS/Michaela Rehle via ANTARA].

CEO Mercedes-Benz ini melihat bahwa chip semikonduktor masih menjadi tantangan.

Suara.com - Ola Kaellenius, Chief Executive Officer (CEO) Mercedes-Benz hadir dalam Reuters Event: Automotive Europe di Munich, Jerman. Ia memprediksi bahwa kekurangan chip semikonduktor secara global masih akan berlangsung sepanjang tahun ini dan hingga 2023.

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters pada Sabtu (2/7/2022), situasi terhambatnya rantai pasokan chip semikonduktor adalah sebuah tantangan bagi otomotif global.

"Situasi krisis chip semikonduktor benar-benar masih ada, dan akan menjadi tantangan bagi industri sepanjang tahun ini dan tahun depan," jelas lelaki asal Swedia itu.

Mercedes-Benz EQS 450+ AMG Line (ANTARA/HO-Yonhap)
Mercedes EQS 450+ AMG Line, sebagai llustrasi produk mobil listrik Mercedes (ANTARA/HO-Yonhap)

Disimak dari volatilitas atau ukuran perubahan statistik suatu harga sekuritas dalam periode tertentu, terdapat volatilitas pasar. Namun di sisi lain, pembuat mobil masih memiliki backlog pesanan yang kuat.

Baca Juga: Carlos Tavares Perkirakan Dua Tahun Mendatang Bisa Terjadi Krisis Baterai Kendaraan Listrik

"Kami belum melihat tanda-tanda bahwa permintaan akan bergerak ke arah sana (negatif)," tandas Ola Kaellenius.

Untuk Mercedes-Benz sendiri, ketika industri otomotif ini melakukan transisi menuju produksi kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV), pihaknya bakal memainkan "peran yang lebih aktif" di seluruh rantai pasokannya sampai ke tempat penambangan bahan baku.

"Kami tidak berhenti di pabrik sel baterai. Kami harus melalui seluruh rantai nilai di sini karena ada begitu banyak yang bergerak," jelas Ola Kaellenius.

Disebutkannya bakal perlu setidaknya satu dekade untuk mentransisikan pabrik mesin pembuat mobil bertenaga bahan bakar fosil atau Internal Combustion Engine (ICE) untuk menjadi pabrik yang membuat mobil tenaga murni atau full electric.

Transisi ini, mesti dikelola secara teratur agar produktivitas terjaga.

Baca Juga: Ujaran Rasis Nelson Piquet Kepada Hamilton Berbuah Sanksi BRDC, Mendiang Ayrton Senna Juga Pernah Jadi Sasarannya

Komentar