Shell Eco-Marathon Indonesia 2022 Berlangsung di Sirkuit Mandalika, Pelajar dan Mahasiswa 9 Negara Asia Berlaga

RR Ukirsari Manggalani
Shell Eco-Marathon Indonesia 2022 Berlangsung di Sirkuit Mandalika, Pelajar dan Mahasiswa 9 Negara Asia Berlaga
Peserta memacu prototipe kendaraannya saat mengikuti sesi latihan Shell Eco Marathon Indonesia 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit di Kuta Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (13/10/2022) [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/hp].

Sembilan negara yang terbagi dalam 40 tim Asia berlaga dalam inovasi rancang bangun kendaraan yang hemat energi.

Suara.com - Shell Eco-marathon (SEM)  diselenggarakan di Indonesia untuk pertama kalinya tahun ini. Lebih dari 40 tim mahasiswa dari sembilan negara di Asia bersaing untuk merancang, membangun, menguji dan mengendarai mobil hemat energi.

Dikutip kantor berita Antara dari rilis resmi Shell Indonesia, sebagai salah satu kompetisi terlama untuk pelajar di dunia, Shell Eco-marathon adalah program global yang menantang mahasiswa untuk merancang dan mengembangkan kendaraan ultra hemat energi. Lantas diuji di sirkuit.

Kendaraan yang bersaing harus melewati pemeriksaan teknis terinci sebelum masuk lintasan untuk melihat seberapa jauh bisa melaju dengan jumlah bahan bakar paling sedikit.

Shell Eco Marathon Asia 2018.
Shell Eco-Marathon Asia 2018 [Shell Indonesia].

Dalam Shell Eco-marathon Indonesia 2022, para pelajar Asia termasuk Indonesia, India, Singapura, Vietnam, Filipina, Nepal, Kazakhstan, Malaysia dan Korea Selatan akan bersaing dalam dua kategori kelas kendaraan, yakni Prototype dan Urban Concept.

Baca Juga: Volkswagen Menargetkan Otomatisasi Pabrik Baru untuk Produksi Mobil Listrik

Ada 40 tim dari sembilan negara di Asia mengikuti Shell Eco-marathon Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat yang digelar pada 11-15 Oktober.

Kategori Prototype fokus kepada desain kendaraan ultra-efisien dan ringan, umumnya dengan tiga roda. Sementara, kategori Urban Concept fokus kepada rancangan kendaraan untuk mobilisasi di perkotaan yang efisien energi dengan roda empat konvensional.

Tim pelajar dapat merancang mobil Prototype atau Urban Concept dan memilih tiga kategori energi: mesin pembakaran dalam (internal combustion engine), baterai listrik, dan sel bahan bakar hidrogen.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengapresiasi ajang ini, yang disebutnya berperan penting dalam memajukan inovasi teknologi sebagai solusi kebutuhan kendaraan hemat energi, termasuk wadah konektivitas antara generasi muda, akademisi, industri dan pemerintah sekaligus memajukan pariwisata di Indonesia.

Baca Juga: SPKLU Angkasa Pura II Bakal Lengkapi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Mobil Listrik Jemput Delegasi G20 Transit

"Shell Eco-marathon menantang mahasiswa Indonesia untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rancang bangun teknologi otomotif sehingga mampu bersaing dengan tim terbaik lainnya di kawasan Asia dan menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia Maju," jelas Basuki Hadimuljono dalam pembukaan Shell Eco-marathon Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Fauzan saat memberikan pengarahan kepada Duta UMM yang bakal berkompetisi di ajang Shell Eco Marathon Asia Pasifik 2022 pada 11 hingga 15 Oktober 2022 di Mandalika Lombok Timur, Nus Tenggara Barat [ANTARA/HO/UMM/End].
Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Fauzan saat memberikan pengarahan kepada Duta UMM yang bakal berkompetisi di ajang Shell Eco Marathon Asia Pasifik 2022 pada 11-15 Oktober 2022 di Mandalika Lombok Timur, Nus Tenggara Barat [ANTARA/HO/UMM/End].

Menteri PUPR mengajak generasi muda supaya tidak berhenti belajar dan mengeksplorasi teknologi agar tetap up to date.

Sementara itu Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengatakan kegiatan ini istirahat selama dua tahun akibat Pandemi COVID-19. Namun tidak menyurutkan semangat siswa dalam berinovasi dan mengikuti kompetisi.


"Acara ini bertujuan mendorong batas-batas teknologi dan memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk mengimplementasikan teori efisiensi energi mereka ke dalam pengalaman langsung di lintasan. Di saat yang sama, kegiatan ini juga menghidupkan misi Powering Progress Shell dengan menghadirkan solusi energi yang lebih beragam dan lebih bersih," tandasnya.