Suara.com - Akhir pekan bersama keluarga, pasangan, kekasih, atau teman-teman ke luar Ibu Kota Jakarta usah disibukkan dengan kemacetan lalu-lintas sepanjang perjalanan. Buat sementara waktu, lupakan kendaraan pribadi, dan coba keseruan baru ini.
Potret yang biasa terjadi saat bepergian dengan kendaraan pribadi adalah kehabisan waktu karena adanya macet di jalan raya sampai jalan bebas hambatan alias tol.
Pengalaman kami meluncur bersama Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), nama resmi dari Whoosh (Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat) dari Jakarta-Bandung benar-benar distresful free. Alias sama sekali tanpa pening kepala akibat macet jalan raya.
![Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) di Tegalluar Jawa Barat yang sudah beroperasi melayani route Halim Perdana Kusumah Station ke Padalarang Station dan Tegalluar Station di luar Kota Bandung, Jawa Barat [Suara/com/CNR ukirsari].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/12/60725-kcic-halim-tegalluar-01-suaradotcom-cnr-ukirsari.jpg)
Cukup pesan tiket Whoosh atau KCIC secara online untuk single trip atau return, pilih kelas ekonomi atau eksekutif dengan lay-out duduk 2-2, atau 3-2, bayar secara online, bisa print-out tiket atau tunjukkan kode konfirmasi, dan melesat sudah kami ke Bandung.
Biaya per orang Rp 200.000 untuk masa diskon hingga saat ini (Desember), durasi perjalanan cukup 45 menit saja, bisa pilih destinasi Stasiun Padalarang atau Stasiun Tegalluar. Di lokasi ketibaan, tersedia moda transportasi menuju Kota Bandung dengan feeder kereta (Stasiun Kebon Kawung) atau bus Damri (antara lain menuju Alun-Alun Bandung, sampai taksi.
Lalu di Kota Bandung, siaplah berjalan-jalan tanpa perlu cari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta tempat parkir.
Beberapa destinasi kekinian Bandung antara lain wisata kuliner, foto-foto cantik ganteng, serta jalan kaki sepanjang ruas Jalan Braga. Bila suka dengan bangunan keren klasik sampai Art Deco, tersedia sederet titik di Jalan Asia Afrika.
![Penunjukkan top speed dari KCIC Halim-Tegalluar yang tertera di display dalam perjalanan [Suara.com/CNR ukirsari].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/12/20687-kcic-halim-tegalluar-03-suaradotcom-cnr-ukirsari.jpg)
Bila enggan jalan kaki karena terik matahari, silakan jalan-jalan model rider MotoGP kenamaan Marc Marquez yang pernah main ke Bandung pada Februari 2019 dan naik Bandros. Singkatan dari Bandung Tour on Bus.
Pakai bus mini desain terbuka, para peminat cukup membayar Rp 20.000 per orang dan dipandu keliling pusat kota, mulai Alun-alun Bandung, Jalan Braga, Jalan ABC Naripan, sampai Gedung Sate, dan berbagai taman serta monumen Bandung memiliki sederet Sister Cities, mulai Malaysia, Jerman, Amerika Serikat, dan banyak lagi.
![Rider MotoGP Marc Marquez (kiri) berkeliling kota Bandung menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/2/2019). Marc Marquez datang ke Bandung usai menjalani tes pramusim MotoGP di Sepang, Malaysia. [ANTARA FOTO/Jessica].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/02/11/50644-marc-marquez-di-bandros.jpg)
"Senang kali ini bisa jalan-jalan di Bandung tanpa kaki pegal injak rem dan gas," demikian komentar Hanan Jamhuri yang dijumpai di salah satu Bandros.
Ia dan keluarganya berangkat dari Stasiun KCIC Halim Perdana Kusumah menuju Stasiun Tegalluar serta memilih naik taksi argometer ke pusat kota Bandung.
"Seru pakai kereta cepat, selain pengalaman jadi bisa buat perbandingan. Asia 'kan punya Shinkansen, Maglev, dan Indonesia sendiri punya KCIC. Tadi saya perhatikan layar informasi saat top speed mencapai 350 km per jam. Menarik," ujarnya.
Sedangkan Dinda Anindita yang bepergian mengantar kedua orangtuanya ke Bandung menyatakan kehadiran KCIC sangat membantu.
"Berkereta bersama orangtua yang berusia lanjut terbantu bersama Whoosh. Mereka tidak ubahnya anak-anak tidak lelah bertanya-tanya: kapan sampainya? Namun adanya kereta cepat membuat mereka tidak sempat bertanya karena tahu-tahu sudah sampai. Yang ada minta difoto sana-sini," ujarnya sembari tersenyum.
Daftar beberapa kereta cepat di Asia dipetik dari berbagai sumber: