Tol Trans-Jawa Berkabut, Pemudik Diminta Waspada

Liberty Jemadu Suara.Com
Selasa, 09 April 2024 | 09:35 WIB
Tol Trans-Jawa Berkabut, Pemudik Diminta Waspada
Pintu tol Cikampek Utama di Jawa Barat pada Selasa (9/4/2024) pagi yang diselimuti kabut. [Antara]

Suara.com - Pemudik Lebaran Idul Fitri 2024 diimbau untuk lebih waspada dan menjaga laju kecepatan saat melintas di Jalan Tol Trans Jawa ruas Jakarta - Cikampek Jawa Barat yang mendung dan berkabut, Selasa pagi pukul 06.00-07.15 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG melalui ekspose perkiraan dini cuaca menginformasikan pada Selasa pagi ini cuaca Cikampek, Karawang dan sekitarnya mendung berawan dengan kelembapan 90 persen.

Tampak kabut tipis menyelimuti jalan hingga mengarah pada pintu gerbang tol (GT) Cikampek Utama kilometer 69 membuat jarak pandang sedikit terganggu sehingga dengan menjaga kecepatan laju kendaraan akan lebih baik untuk keselamatan.

Kemudian pada siang harinya mulai pukul 13.00 WIB hingga sore diperkirakan turun hujan intensitas sedang yang disertai petir, sehingga perlu kehati-hatian dalam berkendara karena jalan pun akan lebih licin karena hujan.

Sementara, arus lalu lintas terpantau ramai lancar yang berdasarkan data dari petugas Jasamarga Transjawa Tol GT Cikampek Utama tercatat ada sebanyak 6.962 unit kendaraan pagi ini pukul 07.06 WIB atau pada H-1 Lebaran ini.

Jumlah tersebut melandai dibandingkan Senin (8/4/2024) malam atau H-2 Lebaran sebanyak 33.130 unit kendaraan yang melintas menuju ruas tol Palimanan.

Berkurangnya volume kendaraan itu membuat pengendara cukup leluasa berakselerasi memanfaatkan lalu lintas. Demikian pula berpotensi menumbuhkan keinginan pengendara untuk meningkatkan laju kendaraan lebih dari 60-80 kilometer per jam, yang notabene tidak direkomendasikan kepolisian lalu lintas.

Terlebih masih diberlakukannya rekayasa lalu lintas satu arah atau one way hingga KM 414 Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah sampai dengan pukul 12.00 WIB siang ini, yang membuat arus lalu lintas lancar tanpa hambatan.

Rekayasa lalu lintas one way baru dapat dihentikan apabila pada periode tersebut kondisi lalu lintas dari cacahan lalu lintas (traffic counting) berada di bawah parameter, menurut catatan Korps Lalu Lintas Polri.

Baca Juga: BMKG: Sebagian Besar Wilayah Berpotensi Hujan pada Selasa

Selain itu, kondisi ini juga diikuti dengan pantauan kamera pengawas (CCTV) dan laporan petugas di lapangan selama tiga jam berturut-turut.

Direktur Direktorat Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa, dengan tegas mengingatkan para pengendara untuk selalu berhati-hati dan mematuhi petugas di lapangan demi keselamatan diri sendiri ataupun pengguna jalan yang lain. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI