Penggunaan Bioetanol Solusi Tepat Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Transportasi? Ini Penjelasan Ahli

Riki Chandra | Suara.com

Jum'at, 06 September 2024 | 11:32 WIB
Penggunaan Bioetanol Solusi Tepat Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Transportasi? Ini Penjelasan Ahli
Kijang Innova hybrid yang menggunakan energi bioetanol. [Dok.Antara]

Suara.com - Ahli Konversi Biomassa Institut Teknologi Bandung (ITB), Ronny Purwadi mengatakan bahwa bioetanol dapat menjadi solusi utama dalam mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor transportasi.

Menurut Ronny, bioetanol sebagai bagian dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) memiliki potensi besar untuk menggantikan bahan bakar fosil yang saat ini banyak digunakan.

“Gas rumah kaca harus dibatasi agar bumi tidak semakin panas, dan salah satu cara efektif adalah dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Untuk menjaga kebutuhan energi yang stabil, kita membutuhkan energi yang siklusnya lebih cepat, yaitu EBT,” ujar Ronny, dikutip dari Antara, Jumat (6/9/2024).

Menurut Ronny, sektor transportasi merupakan pengguna terbesar bahan bakar fosil di Indonesia. Oleh karena itu, bioetanol menjadi solusi yang relevan mengingat sebagian besar kendaraan di Indonesia masih menggunakan bensin.

Pemerintah Indonesia telah mengupayakan beberapa inisiatif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, salah satunya melalui penggunaan biodiesel berbasis minyak sawit. Namun, menurut Ronny, biodiesel bukan satu-satunya solusi karena sebagian besar bahan bakar yang digunakan di Indonesia masih berupa bensin.

“Kendaraan kita saat ini sebagian besar menggunakan bensin, dan jika kita ingin menggantinya dengan kendaraan listrik (EV), maka seluruh kendaraan lama harus diganti. Alternatif yang lebih masuk akal adalah bioetanol,” jelas Ronny.

Penggunaan bioetanol tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca serta mendukung ketahanan energi nasional. Kelebihan lainnya, bioetanol dapat digunakan pada kendaraan yang saat ini menggunakan bensin tanpa perlu modifikasi besar.

“Bioetanol dapat dihasilkan dari limbah organik, yang sekaligus mendorong perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja baru,” kata Ronny.

Ia berharap, dengan pengembangan teknologi yang berkelanjutan, bioetanol dapat menjadi solusi yang lebih luas dalam menghadapi tantangan energi dan perubahan iklim di Indonesia.

Saat ini, bioetanol di Indonesia baru digunakan sebagai campuran E05 di Jakarta dan Surabaya. Namun, kebutuhan bensin nasional yang mencapai 29 juta kiloliter per tahun masih belum tercukupi oleh produksi bioetanol dalam negeri yang baru mencapai 34.500 kiloliter.

“Ini menunjukkan bahwa pengembangan bioetanol perlu dipercepat untuk mencapai target bauran energi terbarukan yang ditetapkan pemerintah,” tutup Ronny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20

Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 14:47 WIB

Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen

Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen

Bisnis | Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:17 WIB

Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi

Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:45 WIB

Bahlil: Kewajiban E10 Paling Lambat Berlaku pada 2028

Bahlil: Kewajiban E10 Paling Lambat Berlaku pada 2028

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:56 WIB

Curhat Disebut Mister Menteri Etanol, Bahlil: Epen kah?

Curhat Disebut Mister Menteri Etanol, Bahlil: Epen kah?

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 07:30 WIB

Bisa Kurangi Ketergantungan Impor, Mengapa Bioetanol Masih Belum Juga Jadi Solusi?

Bisa Kurangi Ketergantungan Impor, Mengapa Bioetanol Masih Belum Juga Jadi Solusi?

News | Senin, 08 Desember 2025 | 16:17 WIB

Musisi Papan Atas Bersatu di IMUST 2025, Rumuskan Arah Baru Industri Musik Nasional

Musisi Papan Atas Bersatu di IMUST 2025, Rumuskan Arah Baru Industri Musik Nasional

Entertainment | Senin, 17 November 2025 | 11:24 WIB

146 SPBU Pertamina Sudah Ditambahkan Etanol 5 Persen, Segera Lanjut Jadi 10 Persen

146 SPBU Pertamina Sudah Ditambahkan Etanol 5 Persen, Segera Lanjut Jadi 10 Persen

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 22:14 WIB

Wamen Investasi dan Hilirisasi Klaim Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Indonesia

Wamen Investasi dan Hilirisasi Klaim Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Indonesia

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 12:42 WIB

Toyota Investasi Bioetanol Rp 2,5 T di Lampung, Bahlil: Semakin Banyak, Semakin Bagus!

Toyota Investasi Bioetanol Rp 2,5 T di Lampung, Bahlil: Semakin Banyak, Semakin Bagus!

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 11:26 WIB

Terkini

Daftar Harga Mobil MG Terbaru 2026 di Indonesia dan Spesifikasinya

Daftar Harga Mobil MG Terbaru 2026 di Indonesia dan Spesifikasinya

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:30 WIB

7 Mobil Listrik yang Irit dan Minim Perawatan, Ideal untuk Jangka Panjang

7 Mobil Listrik yang Irit dan Minim Perawatan, Ideal untuk Jangka Panjang

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:15 WIB

Terpopuler: Aksi Wonderkid Indonesia di Moto3 COTA, Rekomendasi Mobil dengan Sunroof

Terpopuler: Aksi Wonderkid Indonesia di Moto3 COTA, Rekomendasi Mobil dengan Sunroof

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:02 WIB

Mobil MG Buatan Mana? Ini 5 Rekomendasi Termurahnya di Indonesia

Mobil MG Buatan Mana? Ini 5 Rekomendasi Termurahnya di Indonesia

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:00 WIB

Mobil LCGC Apa Saja? Ini Daftar Lengkap dan Harga Bekas Terbaru 2026

Mobil LCGC Apa Saja? Ini Daftar Lengkap dan Harga Bekas Terbaru 2026

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:45 WIB

Bukti Nyali Wonderkid Indonesia, Veda Ega Tembus Posisi 4 Kualifikasi Moto3 COTA Amerika

Bukti Nyali Wonderkid Indonesia, Veda Ega Tembus Posisi 4 Kualifikasi Moto3 COTA Amerika

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:15 WIB

Rekomendasi Mobil dengan Sunroof dan Mesin Awet 2026: Masa Pakainya Lama, Nyaman dan Stylish

Rekomendasi Mobil dengan Sunroof dan Mesin Awet 2026: Masa Pakainya Lama, Nyaman dan Stylish

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:10 WIB

Waspada Arus Balik Lebaran 2026: 3 Jurus Jitu Hindari Blind Spot yang Sering Bikin Pemotor Celaka

Waspada Arus Balik Lebaran 2026: 3 Jurus Jitu Hindari Blind Spot yang Sering Bikin Pemotor Celaka

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:48 WIB

5 Rekomendasi Mobil Matic Kecil Paling Irit BBM, Cocok buat Macet-macetan

5 Rekomendasi Mobil Matic Kecil Paling Irit BBM, Cocok buat Macet-macetan

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:33 WIB

Penyebab Motor Tidak Bisa Distarter: Kenali Faktor Utama dan Cara Atasinya

Penyebab Motor Tidak Bisa Distarter: Kenali Faktor Utama dan Cara Atasinya

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:10 WIB