Mobil CKD, CBU, dan IKD: Ketahui Perbedaannya Sebelum Membeli

Denada S Putri

Selasa, 11 Februari 2025 | 17:30 WIB
Mobil CKD, CBU, dan IKD: Ketahui Perbedaannya Sebelum Membeli
Ilustrasi mobil CBU, CKD dan IKD. [Ist]

Suara.com - Dalam dunia otomotif, khususnya terkait impor kendaraan, terdapat beberapa istilah yang sering digunakan, yakni CKD (Completely Knock Down), CBU (Completely Built Up), dan IKD (Incompletely Knocked Down). Ketiga istilah ini merujuk pada kondisi mobil saat diimpor ke suatu negara dan memiliki perbedaan signifikan dalam proses produksi, harga, serta segmen pasar.

Apa Itu CKD, CBU, dan IKD?

Melansir dari website resmi Daihatsu, CKD (Completely Knock Down) mengacu pada kendaraan yang diimpor dalam bentuk terpisah atau belum dirakit. Meskipun komponennya lengkap, perakitan akhir dilakukan di negara pengimpor sebelum dipasarkan.

Sementara itu, CBU (Completely Built Up) adalah kendaraan yang diimpor dalam kondisi sudah sepenuhnya dirakit. Artinya, mobil tersebut langsung dikirim dari negara asal produsen tanpa proses perakitan tambahan di negara tujuan.

Adapun IKD (Incompletely Knocked Down) mengacu pada kendaraan yang diimpor dalam kondisi tidak lengkap, di mana beberapa komponennya dapat diproduksi secara lokal oleh negara pengimpor.

Perbedaan CKD, CBU, dan IKD

Ketiga jenis mobil ini memiliki perbedaan signifikan dalam beberapa aspek, mulai dari harga, segmen pasar, pemeliharaan, hingga performa.

1. Harga

  • IKD menjadi pilihan paling ekonomis karena beberapa komponennya dapat diproduksi di dalam negeri, sehingga menekan biaya impor.
  • CKD memiliki harga lebih tinggi dari IKD, namun tetap lebih murah dibandingkan CBU karena perakitannya dilakukan di negara tujuan.
  • CBU adalah opsi paling mahal karena diimpor dalam bentuk utuh tanpa proses perakitan tambahan.

2. Segmen Pasar

baca juga
  • Mobil IKD dan CKD lebih mudah menyesuaikan dengan kebutuhan dan regulasi pasar dalam negeri, sehingga memiliki segmen pasar lebih luas.
  • Mobil CBU cenderung memiliki pasar yang lebih eksklusif karena harganya lebih tinggi dan lebih sulit disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

3. Pemeliharaan dan Suku Cadang

  • Mobil IKD dan CKD lebih mudah dalam pemeliharaan karena komponen dan suku cadangnya lebih tersedia di dalam negeri.
  • Mobil CBU sering kali harus melakukan inden atau menunggu suku cadang dari luar negeri jika terjadi kerusakan.

4. Performa dan Standar Kelayakan

  • Mobil IKD dan CKD biasanya sudah disesuaikan dengan standar nasional, termasuk regulasi SNI dan kondisi jalan di Indonesia.
  • Mobil CBU sering kali masih menggunakan spesifikasi global yang belum tentu cocok dengan kondisi jalan dan iklim di Indonesia.

Kesimpulan

Pilihan antara CKD, CBU, atau IKD tergantung pada kebutuhan dan preferensi konsumen. Jika mencari kendaraan dengan harga lebih terjangkau dan suku cadang mudah didapat, mobil CKD dan IKD bisa menjadi pilihan. Namun, jika menginginkan mobil dengan spesifikasi global dan tidak keberatan dengan harga yang lebih tinggi, mobil CBU bisa menjadi opsi terbaik.

Dengan pemahaman mengenai perbedaan CKD, CBU, dan IKD, konsumen dapat lebih bijak dalam memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Metamorfosis HiAce Melawan Takdir: Ketika Mobil Travel Menjajal Habitat Baru

Metamorfosis HiAce Melawan Takdir: Ketika Mobil Travel Menjajal Habitat Baru

Otomotif | Selasa, 11 Februari 2025 | 16:00 WIB

BYD Siapkan Mobil 160 Jutaan dengan Fitur "Mata Dewa", Apa Itu?

BYD Siapkan Mobil 160 Jutaan dengan Fitur "Mata Dewa", Apa Itu?

Otomotif | Selasa, 11 Februari 2025 | 12:13 WIB

Tampang Alphard tapi Seharga Yamaha XMAX, Intip Pesona Mobil Unik yang Bikin Geleng Kepala

Tampang Alphard tapi Seharga Yamaha XMAX, Intip Pesona Mobil Unik yang Bikin Geleng Kepala

Otomotif | Selasa, 11 Februari 2025 | 12:19 WIB

Terkini

IPO BUMN Paling Cepat Bisa Berlangsung 2028

IPO BUMN Paling Cepat Bisa Berlangsung 2028

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kuota BBM Pertalite Mau Ditambah, APBN Bisa Jebol?

Kuota BBM Pertalite Mau Ditambah, APBN Bisa Jebol?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?

Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Mobil Listrik BMW Disita, Suami Fadia Arafiq akan Dipanggil KPK Lagi

Mobil Listrik BMW Disita, Suami Fadia Arafiq akan Dipanggil KPK Lagi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Dua Kali Mangkir, KPK akan Panggil Lagi Nusron Wahid Secepatnya

Dua Kali Mangkir, KPK akan Panggil Lagi Nusron Wahid Secepatnya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Penjualan OMODA 5 di Malaysia Dibekukan Dampak Kasus As Roda Lepas

Penjualan OMODA 5 di Malaysia Dibekukan Dampak Kasus As Roda Lepas

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik

Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:08 WIB

×