Koran Bekas Bisa Jadi Alat Bantu Keringkan Bantalan Helm Basah, Caranya Cukup Simpel

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Jum'at, 09 Mei 2025 | 20:12 WIB
Koran Bekas Bisa Jadi Alat Bantu Keringkan Bantalan Helm Basah, Caranya Cukup Simpel
Ini dia helm seharga Yamaha Aerox (AGV)

Suara.com - Musim penghujan memang selalu membawa cerita tersendiri bagi para pengendara motor. Di antara derasnya hujan dan jalanan yang licin, ada satu masalah klasik yang kerap mengganggu: helm yang basah kuyup.

Bukan sekadar masalah kenyamanan, helm yang dibiarkan lembab bisa menjadi 'rumah singgah' bagi berbagai masalah mulai dari aroma tak sedap yang mengganggu hidung, hingga munculnya jamur yang mengancam kesehatan kulit kepala kita.

Namun, di tengah era serba digital dan maraknya gadget modern, solusi untuk masalah ini ternyata bisa ditemukan dari benda sederhana yang mungkin sudah lama terlupakan di sudut rumah: koran bekas.

Ya, tumpukan kertas yang sering kita anggap sebagai sampah itu ternyata menyimpan 'kekuatan super' dalam menyerap kelembaban.

Teksturnya yang berpori membuatnya menjadi penyerap kelembapan alami yang sangat efektif.

Bahkan, dalam beberapa kasus, kemampuannya dalam menyerap air bisa mengungguli bahan sintetis modern.

Selain efektif, penggunaan koran juga ramah lingkungan karena termasuk praktik daur ulang yang membantu mengurangi limbah kertas.

Untuk mengeringkan helm dengan koran, langkah awal tentu harus dimulai dari persiapan yang benar.

Jika helm baru saja terkena hujan, sebaiknya lap bagian luarnya terlebih dahulu dengan kain kering agar air tak terus meresap.

baca juga

Sedangkan untuk helm yang baru dicuci, pastikan sudah dibilas dengan bersih dan tidak meninggalkan busa sabun yang bisa mengganggu proses penyerapan air oleh koran.

Kunci keberhasilan metode ini terletak pada pembuatan "bola koran". Ambillah beberapa lembar koran bekas, lalu remas hingga membentuk bola berukuran kepalan tangan.

Ukuran ini dianggap paling ideal karena memiliki permukaan penyerapan yang cukup luas, sekaligus memberikan ruang bagi udara untuk bersirkulasi dengan baik di dalam helm.

Setelah bola-bola koran siap, masukkan ke dalam helm secara merata. Fokuskan pada bagian dalam helm yang terasa paling lembap, terutama di area busa yang biasanya menyerap banyak air.

Tekan bola koran secara perlahan agar menempel ke busa, tapi jangan terlalu padat—karena sirkulasi udara tetap harus terjaga agar proses pengeringan berjalan maksimal.

Lokasi tempat mengeringkan helm pun tidak bisa dipilih sembarangan. Pilih area dengan sirkulasi udara yang baik, seperti dekat jendela, di teras, atau di ruangan yang memiliki ventilasi memadai.

Koran bekas [Suara.com/Yaumal]
Koran bekas [Suara.com/Yaumal]

Bila memungkinkan, gunakan kipas angin untuk mempercepat proses penguapan. Tapi hindari meletakkan helm langsung di bawah sinar matahari, karena suhu ekstrem bisa merusak bahan helm—terutama cat dan bagian busa dalam.

Proses ini memerlukan pemantauan berkala. Setelah 1 hingga 2 jam, cek kondisi bola-bola koran.

Jika sudah terasa lembap, segera ganti dengan bola koran baru yang masih kering. Biasanya, butuh waktu sekitar 4 hingga 6 jam untuk helm benar-benar kering, tergantung pada tingkat kelembapan awal dan kondisi lingkungan.

Metode sederhana ini tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki banyak keunggulan. Pertama, tentu saja hemat biaya—karena hanya memanfaatkan barang bekas.

Kedua, ramah lingkungan. Ketiga, aman untuk material helm karena tidak melibatkan panas berlebihan atau alat elektronik. Dan yang terpenting, bisa dilakukan kapan saja, tanpa perlu alat khusus.

Namun, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Pastikan koran yang digunakan bersih dan bebas dari bau tak sedap.

Jangan gunakan koran yang basah, kotor, atau terkena zat kimia. Setelah proses selesai, pastikan juga tidak ada serpihan kertas yang tertinggal di dalam helm.

Dengan perawatan yang sederhana namun efektif ini, helm kesayanganmu bisa tetap kering, bersih, dan nyaman digunakan kapan saja.

Menjaga helm tetap dalam kondisi optimal bukan hanya soal penampilan, tetapi juga demi kesehatan dan kenyamanan selama berkendara. Jadi, lain kali helm kamu basah, jangan buru-buru panik—cukup ambil koran bekas, dan biarkan ia bekerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerap Diserang Pelaku Tawuran Pakai Air Keras, Polisi Bakal Dibekali Helm Full Face buat Patroli

Kerap Diserang Pelaku Tawuran Pakai Air Keras, Polisi Bakal Dibekali Helm Full Face buat Patroli

News | Jum'at, 09 Mei 2025 | 07:48 WIB

Cara Ampuh Atasi Kaca Helm Berembun,  Jernih Meski Hujan Deras Mengguyur

Cara Ampuh Atasi Kaca Helm Berembun, Jernih Meski Hujan Deras Mengguyur

Otomotif | Rabu, 07 Mei 2025 | 20:50 WIB

4 Pelanggaran Tilang Elektronik yang Harus Dihindari agar STNK Tak Terblokir

4 Pelanggaran Tilang Elektronik yang Harus Dihindari agar STNK Tak Terblokir

Otomotif | Senin, 05 Mei 2025 | 21:18 WIB

Terkini

Yamaha MX King Terbaru Hadir di Vietnam, Apa Bedanya Versi Indonesia?

Yamaha MX King Terbaru Hadir di Vietnam, Apa Bedanya Versi Indonesia?

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:00 WIB

Mirip Indonesia, Begini Kebijakan Terbaru China untuk Subsidi Mobil Hybrid

Mirip Indonesia, Begini Kebijakan Terbaru China untuk Subsidi Mobil Hybrid

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:00 WIB

Nggak Antre! Begini Cara Praktis Cetak Bukti Bayar STNK Sendiri di Rumah setelah Bayar Online 2026

Nggak Antre! Begini Cara Praktis Cetak Bukti Bayar STNK Sendiri di Rumah setelah Bayar Online 2026

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:00 WIB

Waspada! Inilah Faktor yang Bikin Tombol di Dashboard Mobil Cepat Rusak

Waspada! Inilah Faktor yang Bikin Tombol di Dashboard Mobil Cepat Rusak

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:04 WIB

Spesifikasi Mitsubishi Xforce Hybrid: Mending Mana Lawan HR-V HEV dan Yaris Cross HEV?

Spesifikasi Mitsubishi Xforce Hybrid: Mending Mana Lawan HR-V HEV dan Yaris Cross HEV?

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:31 WIB

Mitsubishi Siapkan Robot Perakit Mobil, Alasannya Tak Tertebak

Mitsubishi Siapkan Robot Perakit Mobil, Alasannya Tak Tertebak

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:25 WIB

Berapa Harga Sepeda Listrik? Ini 5 Rekomendasi yang Tangguh, Murah dan Awet

Berapa Harga Sepeda Listrik? Ini 5 Rekomendasi yang Tangguh, Murah dan Awet

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 08:35 WIB

Torsi Honda New Vario Evo 160 Naik, Kok Suspensi Belakang Dibiarkan Keras?

Torsi Honda New Vario Evo 160 Naik, Kok Suspensi Belakang Dibiarkan Keras?

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:45 WIB

Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif

Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:41 WIB

5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan

5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:15 WIB

×