Ekspansi Agresif BYD Berujung Pada Penutupan Puluhan Dealer Resmi

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Jum'at, 30 Mei 2025 | 20:36 WIB
Ekspansi Agresif BYD Berujung Pada Penutupan Puluhan Dealer Resmi
Logo BYD. (Foto: SUARA.com/Manuel Jeghesta)

Suara.com - Perusahaan mobil listrik asal China, BYD dikabarkan sedang mengalami krisis setelah puluhan jaringan dealer di bawah naungan Shandong Qiancheng Holding memberhentikan operasinya.

Salah satu dealer bergengsi, Jinan Qiansheng, yang sempat dinyatakan sebagai pusat utama BYD di Tiongkok juga terdampak. Kini, toko tersebut hampir kosong dan hanya menyisakan dua staf di lokasi.

Qiancheng didirikan pada tahun 2014 dan dengan cepat menjadi mitra inti BYD di Provinsi Shandong. Perusahaan ini pernah mengoperasikan lebih dari 20 dealer dan showroom BYD di seluruh wilayah, serta mengklaim penjualan tahunan sebesar 3 miliar yuan dan memperkejrakan lebih dari 1.200 staff.

Bahkan pada April tahun lalu, pimpinan BYD, Wang Chuanfu sempat mengunjungi grup Qiancheng di Jinan yang secara tidak langsung sebagai bentuk pengakuan atas status mereka sebagai dealer inti BYD.

Namun belakangan sejumlah mantan karyawan menuduh bahwa perusahaan mulai menunda pembayaran gaji sejak tahun 2024, di mana beberapa staf tidak dibayar hingga enam bulan.

BYD Ocean S dipamerkan di ajang Shanghai Auto Show 2025 pada April lalu. [Suara.com/Liberty Jemadu]
BYD Ocean S dipamerkan di ajang Shanghai Auto Show 2025 pada April lalu. [Suara.com/Liberty Jemadu]

BYD dan Qiancheng memberikan penjelasan yang kontradiktif terkait krisis ini. Pada 28 Mei, Departemen Merk dan Hubungan Masyarakat BYD menanggapi rumor soal “terputusnya rantai modal” di Grup Qiancheng, dan secara tegas membantah bahwa penyesuaian kebijakan dealer turut menyebabkan krisis.

"Kebijakan kami terhadap dealer tetap konsisten dan stabil selama beberapa tahun terakhir," ujar pihak BYD, dikutip dari Carnewschina, Jumat (30 Mei 2025).

BYD mengaitkan krisis tersebut dengan masalah manajeman internal dealer dan menyatakan bahwa perusahaan mengalami kesulitan akibat ekspansi yang terlalu agresif, cepat, serta mengandalkan hutang.

Sebaliknya, dokumen internal Grup Qiancheng yang tertulis pada 17 April justru menyalahkan perubahan kebijakan yang dilakukan BYD.

baca juga

"Dalam dua tahun terakhir, penyesuaian kebijakan dealer BYD telah memberikan tekanan yang sangat besar pada manajemen arus kas kami," tulis keterangan dokumen.

Lebih lanjut, dalam dokumen tersebut juga tertulis bahwa terdapat kondisi eksternal yang membuat situasi semakin memburuk. Di mana terdapat kegagalan beberapa dealer otomotif di Shandong dan kebijakan pembiayaan bank yang konservatif.

Krisis ini berdampak pada lebih dari seribu konsumen yang telah melakukan pembayaran untuk berbagai layanan, salah satunya paket asuransi kendaraan yang mencakup servis berkala, kaca film, perlindungan sasis, hingga garansi seumur hidup.

Sedangkan beberapa konsumen BYD melaporkan bahwa staf penjualan melakukan promosi secara agresif untuk layanan tersebut saat pembelian mobil.

Layanan ini memaksa konsumen untuk memberikan uang muka sebesar 10.000 hingga 15.000 yuan, atau sekitar 22 hingga 30 juta rupiah.

Selain itu, dealer menjanjikan penggantian biaya premi tahun kedua dan ketiga setelah pelanggan membayar untuk tahun pertama. Namun pada kenyataannya, banyak pelanggan yang belum menerima pengembalian tersebut sejak April 2025.

Bahkan konsumen kesulita untuk meminta pertanggung jawaban karena dealer mobil BYD tempat mereka membeli kendaraan justru sudah kosong.

Akibat dari permasalahan tersebut banyak pelanggan membentuk kelompok perlindungan hak konsumen untuk mencari solusi bersama.

BYD mengungkapkan bahwa sejak akhir tahun lalu, beberapa dealer lokal telah mengakuisisi sejumlah toko 4S yang terdampak. Perusahaan memberikan dukungan untuk membantu mengatasi masalah pelanggan dan karyawan.

Namun sebagian besar konsumen yang membentuk kelompok perlindungan hak yang beranggotakan hampir 500 orang menolak penjelasan dari BYD, dan menyatakan bahwa perusahaan gagal memberikan solusi.

Dengan demikian, krisis ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai tanggung jawab BYD dalam mengawasi jaringan dealer resminya.

Banyak pelanggan yang membuat keputusan pembelian berdasarkan kepercayaan terhadap merek tersebut. Namun kini mereka merasa ditinggalkan setelah dealer resmi BYD banyak yang gulung tikar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geely Tidak Akan Tinggalkan Mobil BBM demi Mobil Listrik, Tekankan Strategi Dua Kaki

Geely Tidak Akan Tinggalkan Mobil BBM demi Mobil Listrik, Tekankan Strategi Dua Kaki

Otomotif | Rabu, 28 Mei 2025 | 21:49 WIB

7 Rekomendasi Mobil Listrik Murah Terbaik 2025: Wuling hingga Hyundai

7 Rekomendasi Mobil Listrik Murah Terbaik 2025: Wuling hingga Hyundai

Otomotif | Rabu, 28 Mei 2025 | 20:15 WIB

Garda Oto Ungkap Faktor Penyebab Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal

Garda Oto Ungkap Faktor Penyebab Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal

Otomotif | Rabu, 28 Mei 2025 | 13:24 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×