Suara.com - Jenis kendaraan taktis (rantis) Brigade Mobil (Brimob) yang digunakan polisi saat demo buruh dan melindas seorang pengendara ojek online (ojol) Affan Kurniawan diduga adalah Rimueng Patroli Jarak Jauh (PJJ).
Mobil Rimueng merupakan kendaraan berlapis baja dengan rangka kuat di bagian depannya, tujuannya untuk melindungi pengemudi dari lemparan benda.
Tampilannya mirip truk, tetapi dengan proteksi tambahan. Rantis RImueng ini juga dilengkapi dengan genset serta alat pengolahan air.
Ini adalah mobil rantis yang juga digunakan oleh Bupati Pati Sudewo untuk selamat dari amukan warga saat demo Pati pada 13 Agustus 2025 lalu.
![Mobil Rantis Polisi Tabrak Pengemudi Ojol di Pejompongan, Jakarta Pusat saat aksi tolak DPR, Kamis (28/8/2025). [Tangkapan layar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/28/54607-mobil-rantis-polisi-tabrak-ojol.jpg)
Bagaimana spesifikasi dari Rimueng PJJ? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:
Menurut unggahan dari akun Instagram resmi Humas Korps Brimob, kendaraan ini bukanlah mobil biasa, melainkan unit tempur pendukung yang dibuat khusus untuk menjalankan beragam misi operasional Korps Brimob.
Mobil ini menjadi andalan ketika dalam situasi genting, contohnya saat menenangkan aksi unjuk rasa atau demonstrasi.
- Perlindungan Optimal
Rimueng dilengkapi dengan pelat baja menyeluruh dan kaca berstandar NIJ level 3, memberikan daya tahan tinggi terhadap peluru dan benturan ekstrem.
Baca Juga: Tragedi Demo Berdarah: Komnas HAM Kejar Keadilan, Periksa 7 Anggota Brimob Hari Ini
- Performa Tangguh
Rimueng mengandalkan mesin diesel berkapasitas 3200cc yang bertenaga, memungkinkan kendaraan ini melaju dengan mantap di berbagai medan berat, dari jalanan kota yang padat hingga tanjakan curam di wilayah pegunungan dengan kemiringan hingga 60 derajat.
- Kapasitas dan Adaptabilitas Tinggi
Walau tampil ramping untuk kelas kendaraan taktis, Rimueng dirancang dengan efisiensi ruang yang memungkinkan pengangkutan empat personel di dalam kabin serta delapan tambahan di sisi kanan dan kiri. Konfigurasi ini mendukung pergerakan pasukan secara cepat dan responsif di lapangan.
- Persenjataan Operasional
Rimueng dilengkapi dengan dudukan senjata untuk senapan serbu serta dua pelontar gas air mata tipe volcano, masing-masing mampu meluncurkan hingga 15 peluru kaliber 38 mm.