Puluhan Ribu Pekerja Kena PHK di Tengah Badai Persaingan Industri Otomotif

Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 03 September 2025 | 14:01 WIB
Puluhan Ribu Pekerja Kena PHK di Tengah Badai Persaingan Industri Otomotif
Ilustrasi proses produksi mobil industri otomotif. [Shutterstock/Rainer Plendl]
Baca 10 detik
  • PHK Industri Otomotif
  • Industri Otomotif Alami Penurunan Signifikan Sejak 2024
  • Industri Otomotif Jerman Berada di Persimpangan Jalan 

Suara.com - Industri otomotif Jerman kini berada di persimpangan jalan setelah ribuan pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Data terbaru menunjukkan hasil yang serius, dengan puluhan ribu lapangan kerja hilang dan laba yang terus menurun.

Tekanan datang dari berbagai arah, seperti persaingan global yang semakin ketat, khususnya di segmen kendaraan listrik, serta beban regulasi dan birokrasi pemerintah.

Dalam satu tahun terakhir saja, antara Juni 2024 hingga Juni 2025, sektor otomotif Jerman telah kehilangan sekitar 7 persen dari total tenaga kerjanya. Angka dari kantor statistik federal Jerman, Destatis, mencatat ada sekitar 51.500 lapangan kerja yang harus dirumahkan di dari industri otomotif. Bahkan dampak domino terasa di seluruh basis industri Jerman, dengan 114.000 posisi dipangkas dalam periode yang sama.

Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi pada tahun 2019, jumlah tenaga kerja di industri otomotif telah menyusut drastis hingga 112.000 orang. Penurunan ini sangat signifikan, bahkan industri otomotif jadi yang terbesar dari berbagai sektor industri yang ada.

Laporan dari konsultan EY menyoroti beberapa faktor kunci di balik kemerosotan ini. Salah satunya adalah kesulitan para produsen mobil listrik Jerman dalam bersaing di pasar kendaraan.

Selain itu, seperti dilansir dari Carscoops, regulasi yang memberatkan dan birokrasi pemerintah federal disebut sebagai penghambat utama inovasi. Merek-merek Jerman kesulitan untuk berinovasi secepat pesaing dari Tiongkok yang dikenal lebih gesit dan mampu menawarkan biaya produksi yang lebih efisien.

Selain tantangan internal, kebijakan perdagangan internasional juga turut memperkeruh suasana. Kebijakan tarif di bawah pemerintahan Donald Trump, misalnya, telah memberikan dampak yang signifikan. Amerika Serikat adalah salah satu pasar ekspor terpenting bagi banyak merek mobil Jerman. Sepanjang paruh pertama tahun 2025, ekspor mobil dan suku cadang otomotif dari Jerman ke AS terungkap mengalami penurunan sebesar 8,6 persen, menunjukkan betapa kebijakan ini memukul jantung ekspor otomotif Jerman.

Permasalahan di sektor otomotif ini bukan hanya fenomena tunggal, melainkan bagian dari perlambatan perekonomian Jerman yang lebih luas. Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman mengalami kontraksi pada tahun 2023 dan 2024. Proyeksi untuk tahun 2025 pun belum menunjukkan optimisme yang kuat, dengan ekonomi hanya tumbuh 0,3 persen pada kuartal pertama dan diikuti penurunan 0,3 persen pada kuartal kedua, mengindikasikan pemulihan yang sangat rapuh.

Melihat kondisi ini, masa depan industri otomotif Jerman terasa semakin tidak pasti. Kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan cepat terhadap tren kendaraan listrik global, merampingkan birokrasi, dan menanggapi tekanan persaingan akan menjadi kunci utama. Jika tidak, raksasa otomotif ini mungkin akan terus kehilangan pijakannya di panggung global.

baca juga

Berikut adalah gambaran visual tentang bagaimana penurunan produksi kendaraan dapat mempengaruhi pabrik dan tenaga kerja di industri otomotif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Rekomendasi Mobil Listrik Bekas yang Murah dan Stylish, Cocok untuk Anak Muda Bujet Minim

4 Rekomendasi Mobil Listrik Bekas yang Murah dan Stylish, Cocok untuk Anak Muda Bujet Minim

Otomotif | Selasa, 02 September 2025 | 14:10 WIB

Insentif Mobil Listrik Dinilai Lemahkan Kinerja Industri yang Sudah Eksis

Insentif Mobil Listrik Dinilai Lemahkan Kinerja Industri yang Sudah Eksis

Otomotif | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 12:19 WIB

BYD Ekspor Mobil Listrik dari Thailand, Hindari Tarif Tinggi Uni Eropa

BYD Ekspor Mobil Listrik dari Thailand, Hindari Tarif Tinggi Uni Eropa

Otomotif | Kamis, 28 Agustus 2025 | 21:15 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×