Perhatikan Hal Ini Sebelum Memutuskan Membeli Mobil Listrik Bekas

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Sabtu, 13 September 2025 | 19:18 WIB
Perhatikan Hal Ini Sebelum Memutuskan Membeli Mobil Listrik Bekas
Ilustrasi Mobil Listrik (Dok: freepik)

Suara.com - Tren kendaraan listrik semakin berkembang, tidak hanya di pasar mobil baru tetapi juga di segmen mobil listrik bekas. Meski begitu, calon pembeli diingatkan agar lebih cermat sebelum memutuskan membeli agar terhindar dari kerugian.

Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, menyampaikan sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan konsumen sebelum membeli mobil listrik bekas.

"Perhatikan umur kendaraan. Semakin muda kendaraan tersebut, maka harga jualnya semakin tinggi. Mobil yang lebih baru biasanya memiliki performa mesin lebih baik dan teknologi lebih mutakhir," ujar Agung, dikutip Sabtu (13 September 2025).

Selain umur kendaraan, kondisi dan garansi baterai juga menjadi aspek penting. Pasalnya, baterai disebut sebagai komponen paling vital sekaligus termahal pada mobil listrik. 

"Kapasitas baterai yang lebih besar umumnya memiliki harga jual lebih tinggi serta mampu menempuh jarak lebih jauh," ungkap Agung.

Ia juga mengingatkan agar konsumen memperhatikan jarak tempuh. Kendaraan dengan odometer tinggi cenderung dijual lebih murah karena berpotensi membutuhkan perawatan dan penggantian suku cadang.

Sementara mobil dengan jarak tempuh rendah biasanya masih memiliki kondisi komponen yang baik sehingga harga jualnya lebih mahal.

mobil listrik Xpeng P7 (Antara)
mobil listrik Xpeng P7 (Antara)

Selanjutnya, calon pembeli disarankan untuk memeriksa keaslian dokumen kendaraan, mulai dari STNK, BPKB, hingga faktur pembelian. Bukti garansi tertulis untuk baterai juga diperlukan agar konsumen memiliki jaminan apabila terjadi masalah di kemudian hari.

"Yang terakhir, cek buku servis. Riwayat servis yang lengkap bisa menjadi indikasi kesehatan baterai dan sistem kelistrikan yang baik," tutup Agung.

baca juga

Alasan Orang Ragu Membeli Mobil Listrik

Populasi mobil listrik di Indonesia memang semakin bertambah setiap tahunnya. Meski demikian, masih ada orang-orang yang berpikir dua kali untuk membeli mobil listrik.

Susan Adi Putra, Populix Assc. Head of Research for Automotive menyampaikan ada beberapa alasan mereka masih ragu beli mobil listrik.

Berdasarkan survei yang sudah dilakukan pihaknya terhadap 3.770 responden, alasan utamanya adalah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang belum memadai.

"50 persen responden menilai jumlah SPKLU masih terbatas. Keberadaan SPKLU ini sangat penting, barrier utama responden untuk membeli mobil listrik," ujar Adi dalam sebuah diskusi.

Alasan lainnya, yaitu jarak antar diler yang dinilai jauh dan penggunaan baterai.

"Menggunakan baterai, mobil listrik ada limit jarak dan kecepatan. Ini jadi perhatian mereka saat mau membeli mobil listrik," jelas Adi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Insentif Mobil Listrik Berakhir, Chery Masih Pede Dengan Jajaran Produk yang Dimiliki

Insentif Mobil Listrik Berakhir, Chery Masih Pede Dengan Jajaran Produk yang Dimiliki

Otomotif | Sabtu, 13 September 2025 | 17:10 WIB

Insentif Mobil Listrik Impor Distop, Pemerintah Diharapkan Punya Strategi Lanjutan

Insentif Mobil Listrik Impor Distop, Pemerintah Diharapkan Punya Strategi Lanjutan

Otomotif | Jum'at, 12 September 2025 | 22:04 WIB

Menperin: Insentif Mobil Listrik Impor Dihentikan

Menperin: Insentif Mobil Listrik Impor Dihentikan

Otomotif | Jum'at, 12 September 2025 | 15:08 WIB

Terkini

Viral Tukang Ojek Bersimbah Darah Dianiaya Sajam oleh Penumpang di Bengkalis

Viral Tukang Ojek Bersimbah Darah Dianiaya Sajam oleh Penumpang di Bengkalis

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 13:19 WIB

Bolak-balik Terjerat Korupsi, Ini Rekam Jejak Fahd A Rafiq Politikus Golkar Kena OTT KPK

Bolak-balik Terjerat Korupsi, Ini Rekam Jejak Fahd A Rafiq Politikus Golkar Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:18 WIB

Dua Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi Pakai Helikopter dari Tengah Laut

Dua Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi Pakai Helikopter dari Tengah Laut

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:17 WIB

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB

Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui

Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

×