- Adu Kreativitas Total: Tiga builder papan atas beradu gengsi merombak total Honda Stylo 160 di panggung Kustomfest 2025.
- Drama di Balik Panggung: Di balik motor juara, ada drama menegangkan: cat gagal, kru patah tulang, dan mental yang diuji habis-habisan.
- Respek di Atas Segalanya: Satu pemenang terbang ke Yokohama, namun momen respek antar rival jadi puncak kemenangan sesungguhnya di HDRP 2025.
Suara.com - Kustomfest 2025 kembali menggetarkan Jogja Expo Center (JEC) pada 5-6 Oktober 2025. Mengusung tema "Madchinist", ribuan pasang mata terpana oleh deretan motor kustom paling radikal dan imajinatif se-Indonesia.
Namun, di satu sudut panggung, ada sebuah pertarungan yang tensinya terasa paling panas: final Honda Dream Ride Project (HDRP) 2025.
Ini bukan sekadar kontes modifikasi biasa. Ini adalah medan perang kreativitas di mana tiga builder terpilih dipaksa menumpahkan seluruh jiwa seni mereka ke atas kanvas yang sama: skutik retro modern, Honda Stylo 160.
Hasilnya? Tiga karya seni bergerak yang jadi buah bibir seantero JEC.
Parade Karya: 3 Builder, 3 Visi Gila untuk Honda Stylo 160

Bayangkan, satu motor standar diubah menjadi tiga karakter yang sama sekali berbeda. Inilah para gladiator dan mahakarya mereka:
- Vulla Hendrata (Ultimate Custom) - "Arjuna"
Konsep Neo Boardtracker yang diusungnya tampil sebagai juara. Level detail, kebersihan, dan kerapian garapannya benar-benar berada di level berbeda. Setiap inci motor ini seolah berteriak "kesempurnaan".
- Yusa Firdaus (902 Garage) - "STL-902"
Berani dan mencolok. Yusa memilih gaya Low Rider dengan balutan cat candy yang super eye-catching. Motor ini sukses mencuri perhatian siapapun yang melintas di depannya.
- Lutvia Fasichin - "EN"
Menawarkan pendekatan futuristis dengan konsep Streamliner. Desainnya yang aerodinamis dan unik memberikan pandangan segar tentang bagaimana sebuah Stylo 160 bisa berevolusi.
Baca Juga: Penyegaran New Honda ADV160 Buahkan Hasil Positif di IMOS 2025
Momen Penentuan yang Bikin Jantung Berdebar
Proses penjuriannya pun tak main-main. Tiga juri kelas dunia dari Jepang—Kaichiroh Kurosu (Cherry's Company), Yuichi Yoshizawa (Custom Works Zon), dan Masayuki Sugihara (Luck MC)—turun langsung, menginspeksi setiap las-lasan, lekukan bodi, hingga detail terkecil.
Puncaknya, terjadi sebuah plot twist yang menguji sportivitas.
Ketiga builder diminta memilih satu motor (selain milik mereka sendiri) yang paling layak menjadi juara.
Tanpa ragu, ketiganya kompak berjalan dan menunjuk motor "Arjuna" garapan Vulla. Sebuah momen respek yang luar biasa di tengah persaingan ketat.
Vulla dari Ultimate Custom pun resmi menyabet tiket emas untuk terbang dan memamerkan karyanya di ajang kustom bergengsi dunia, Yokohama Hot Rod Custom Show 2025.
Di Balik Kilau Cat: Kurang Tidur, Mental Diuji, dan Kru Patah Tulang

Kemenangan ini jauh dari kata mudah. Di balik motor yang kinclong, tersimpan cerita perjuangan yang menguras emosi dan tenaga.
Vulla, sang juara, mengaku kemenangan ini adalah buah dari kerja gila-gilaan.
"Saya sangat bersyukur bisa terpilih karena sudah mengerahkan semuanya di bengkel. Jadi susah payahnya tahu semua," ujar Vulla. Ia bahkan membocorkan rutinitas brutal timnya.
"Sebulan terakhir ini kita kerja dari jam 8 pagi sampai jam 3 malam," tambahnya.
Namun, drama sesungguhnya justru lebih menegangkan. Yayack Lekha, Technical Advisor HDRP sekaligus pemilik bengkel Queen Lekha Choopers, membocorkan beberapa insiden kritis yang nyaris membuat para finalis menyerah:
- Bencana Pengecatan: Seminggu sebelum acara, cat pada motor Vulla yang sudah jadi dinilai gagal total oleh Yayack. "Saya suruh breakdown ulang semua motor. Saya suruh catnya saya suruh ngilangin semua, baru diulangin lagi," tegas Yayack. Bayangkan kepanikan harus memulai dari nol di menit-menit akhir!
- Kru Andalan Patah Tulang: Cobaan lebih berat menimpa Lutvia Fasichin. 'Tukang' atau mekanik andalannya mengalami kecelakaan hingga patah tangan. Ia terpaksa mencari pengganti yang ternyata tidak sejalan dengan visinya, menambah tekanan di tengah deadline yang mencekik.
- Perang Psikologis: Suasana kompetisi yang intens membuat para builder yang biasanya bersahabat, kini saling menjaga rahasia progres masing-masing. "Mereka di grup itu, dia saling nutup-nutupin juga. Ini sudah sampai mana, sampai mana," ungkap Yayack.
Bukan Sekadar Lomba, Ini Panggung Kustom Kultur Indonesia
Honda Dream Ride Project 2025 sukses menaikkan standar kompetisi modifikasi di Tanah Air.
Para peserta tak hanya dituntut kreatif, tapi juga harus cerdas dalam mematuhi batasan teknis yang ketat.
Sebagai bentuk apresiasi tertinggi, Astra Honda Motor (AHM) tetap memberangkatkan ketiga finalis ke Yokohama, Jepang.
Meski hanya motor Vulla yang dipajang, Yusa dan Lutvia diajak untuk menyerap ilmu, memperluas jaringan, dan merasakan atmosfer kustom kultur dunia.
Kisah mereka adalah bukti nyata. Di balik sebuah mahakarya motor kustom, ada harga yang harus dibayar: keringat, jam tidur yang dikorbankan, dan mental baja yang tak kenal kata menyerah.
Selamat untuk Vulla dan para builder hebat Indonesia! Kini, kita tinggal menanti bagaimana Honda Stylo 160 "Arjuna" akan mengguncang panggung megah di Yokohama.