Mengapa Harus Impor CBU dari India Saat Kapasitas Manufaktur Lokal Masih Melimpah

Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:48 WIB
Mengapa Harus Impor CBU dari India Saat Kapasitas Manufaktur Lokal Masih Melimpah
Ilustrasi rencana impor 105.000 unit pick-up India dalam bentuk CBU. (Foto: TATA Motors)
baca 10 detik
  • Rencana impor 105.000 unit *pick-up* CBU India berisiko mengganggu stabilitas industri komponen domestik yang utilisasinya rendah.
  • Impor masif kendaraan utuh diprediksi akan mengurangi permintaan komponen pendukung domestik hingga sepuluh persen pada tahun 2026.
  • Skema IKD dinilai lebih mendukung industri komponen dalam negeri daripada impor CBU karena mempertahankan perakitan lokal.

Suara.com - Rencana impor 105.000 unit kendaraan pick-up asal India dalam bentuk utuh atau kendaraan CBU perlu dianalisis secara mendalam karena berisiko mengganggu stabilitas industri komponen domestik. Kebijakan ini dinilai akan berdampak langsung pada rantai pasok manufaktur nasional yang saat ini sebenarnya masih memiliki ruang kapasitas produksi sangat melimpah.

Struktur industri pendukung otomotif nasional saat ini menunjukkan angka yang belum optimal dalam hal utilisasi. Sebagai contoh pada sektor hulu, kapasitas terpasang bahan baku nasional mencapai 2,9 juta ton per tahun namun tingkat utilisasinya baru menyentuh 66,9 persen pada 2025. Kondisi serupa terjadi di sektor hilir yang memproduksi komponen spesifik bagi kendaraan roda empat dengan tingkat utilisasi yang baru mencapai 42 persen.

Masuknya kendaraan impor secara utuh sebanyak 105.000 unit diprediksi akan memangkas permintaan komponen domestik secara signifikan. Dampaknya permintaan terhadap komponen pendukung utama bisa berkurang hingga 10 persen pada tahun 2026.

"Padahal industri komponen dalam negeri telah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN dengan nilai rata-rata di atas 50 persen yang mencerminkan penguatan struktur industri nasional," ujar Yustinus H. Gunawan, Ketua Umum  Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman, Jumat (20/2/2026).

Mutu komponen buatan Indonesia juga telah diakui secara global yang dibuktikan dengan keberhasilan ekspor kendaraan dalam bentuk CBU maupun suku cadang ke berbagai negara. Oleh karena itu rencana impor dalam jumlah masif ini dianggap tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong nilai tambah domestik.

Jika impor memang tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar tertentu, skema yang dianggap lebih mendukung industri dalam negeri adalah Incomplete Knock Down atau IKD. Melalui skema ini impor hanya dilakukan untuk komponen yang memang belum bisa diproduksi di Indonesia sementara aktivitas perakitan dan penggunaan komponen lokal tetap dipertahankan.

Kebijakan impor yang dirancang secara selektif dan berbasis pada kapasitas manufaktur lokal akan lebih efektif dalam menjaga keberlangsungan industri nasional. Langkah ini jauh lebih bijak guna mendukung agenda industrialisasi berkelanjutan sekaligus melindungi investasi yang telah ditanamkan oleh produsen komponen di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional

Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional

Otomotif | Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:48 WIB

Insentif Mobil Listrik Disetop, Vinfast dkk Diminta Patuhi Aturan TKDN Mulai 2026

Insentif Mobil Listrik Disetop, Vinfast dkk Diminta Patuhi Aturan TKDN Mulai 2026

Otomotif | Rabu, 27 Agustus 2025 | 22:03 WIB

Pesta Diskon Mobil Listrik Impor Segera Usai, Pemerintah Setop Insentif Akhir 2025

Pesta Diskon Mobil Listrik Impor Segera Usai, Pemerintah Setop Insentif Akhir 2025

Otomotif | Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:10 WIB

Terkini

Hindari Macet Sekitar GBK! Simak Rute Alternatif Jelang ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Hindari Macet Sekitar GBK! Simak Rute Alternatif Jelang ASEAN Cup 2026 Malam Ini

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:34 WIB

4 Rekomendasi Spicule Serum Lokal untuk Mengecilkan Pori dan Bopeng

4 Rekomendasi Spicule Serum Lokal untuk Mengecilkan Pori dan Bopeng

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Batin Tersiksa Gara-Gara Selalu Bilang 'Iya'? Ini 4 Cara Bebaskan Diri dari Rasa Bersalah

Batin Tersiksa Gara-Gara Selalu Bilang 'Iya'? Ini 4 Cara Bebaskan Diri dari Rasa Bersalah

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Menguak Raksasa Industri Tiongkok di Balik Merek Otomotif BAW

Menguak Raksasa Industri Tiongkok di Balik Merek Otomotif BAW

Otomotif | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:33 WIB

Membongkar Crab Mentality: Saat Perempuan Dipaksa Berebut Sisa Sumber Daya

Membongkar Crab Mentality: Saat Perempuan Dipaksa Berebut Sisa Sumber Daya

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:30 WIB

VIVIZ Terancam Ganti Nama Grup Usai Eunha, SinB, Umji Gabung Agensi Baru

VIVIZ Terancam Ganti Nama Grup Usai Eunha, SinB, Umji Gabung Agensi Baru

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Ramai Jasa Bikin Surat Sakit Palsu: Bukti Karyawan Makin Licik atau Budaya Kerja yang Toxic?

Ramai Jasa Bikin Surat Sakit Palsu: Bukti Karyawan Makin Licik atau Budaya Kerja yang Toxic?

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:23 WIB

Polisi Siagakan 10.121 Personel Gabungan Amankan Final Timnas Indonesia vs Thailand di SUGBK

Polisi Siagakan 10.121 Personel Gabungan Amankan Final Timnas Indonesia vs Thailand di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Liputan IIBF 2026: Nonton Bilal Indrajaya, Kulineran, hingga Pesan Puisi Dadakan Seikhlasnya

Liputan IIBF 2026: Nonton Bilal Indrajaya, Kulineran, hingga Pesan Puisi Dadakan Seikhlasnya

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:16 WIB

9 HP Murah RAM 8 GB Internal 256 GB yang Bisa Kamu Beli

9 HP Murah RAM 8 GB Internal 256 GB yang Bisa Kamu Beli

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:15 WIB

×