Honda: Ongkos Software Mobil Kekinian Tidak Masuk Akal

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 11 November 2025 | 17:07 WIB
Honda: Ongkos Software Mobil Kekinian Tidak Masuk Akal
Honda N-One (Honda Jepang)
baca 10 detik
  • CEO Honda, Toshihiro Mibe, menyatakan biaya pengembangan *software defined vehicle* (SDV) terlalu besar jika ditanggung perusahaan secara mandiri.
  • Honda menyadari strategi pengembangan mandiri sulit diterapkan setelah pengalaman kolaborasi dengan General Motors terkait mobil listrik.
  • Honda berambisi memimpin inovasi inti teknologi dan membagikannya kepada mitra industri untuk menekan beban biaya pengembangan secara signifikan.

Suara.com - Industri otomotif global sedang bergerak ke arah baru: software defined vehicle (SDV). Mobil masa depan bukan lagi sekadar soal mesin dan hardware, tapi juga tentang perangkat lunak yang mengatur hampir semua fungsi, mulai dari sistem infotainment hingga manajemen tenaga listrik.

Namun, di balik tren ini, Honda justru menyoroti satu masalah besar: biaya pengembangan software yang dianggap tidak masuk akal jika ditanggung sendiri.

CEO Honda, Toshihiro Mibe, seperti dikutip dari The Drive, menegaskan bahwa tidak realistis bagi satu perusahaan untuk mengembangkan semua software kendaraan secara mandiri.

Menurutnya, biaya pengembangan sangat tinggi, dan meski tidak membutuhkan investasi fisik sebesar hardware, tetap saja angka yang harus dikeluarkan bisa membebani perusahaan.

Belajar dari Kolaborasi GM

Honda sudah punya pengalaman lewat kerja sama dengan General Motors (GM) dalam proyek Honda Prologue dan Acura ZDX.

Dari sana, mereka menyadari bahwa strategi tunggal di segmen EV sulit diwujudkan. Pasar terlalu dinamis, teknologi terus berubah, dan tidak ada satu formula pasti yang bisa menjamin kemenangan.

Mibe menekankan, semakin banyak mitra yang diajak bekerja sama, semakin ringan beban biaya pengembangan software. Ia bahkan menyebut GM dan Nissan sebagai contoh mitra potensial, meski belum ada konfirmasi resmi soal kolaborasi lanjutan.

Ambisi Tetap Jadi Pemimpin Teknologi

baca juga
Ilustrasi Honda N-One (GeminiAI)
Ilustrasi Honda N-One (GeminiAI)

Meski ingin berbagi beban biaya, Honda tetap punya ambisi untuk berada di posisi terdepan dalam teknologi.

Mibe mengatakan, idealnya Honda bisa mengembangkan teknologi inti lalu membagikannya ke mitra lain.

Dengan begitu, Honda tetap memegang kendali inovasi, sekaligus memperluas pengaruhnya di industri otomotif global.

Tren Global: Kolaborasi Jadi Kunci

Pernyataan Mibe sejalan dengan tren global. Volkswagen Group, misalnya, rela menggelontorkan 5,8 miliar dolar AS (sekitar Rp96,7 triliun) untuk membuat joint venture dengan Rivian.

Tujuannya jelas: mendapatkan akses ke arsitektur listrik zonal dan software stack milik startup asal Amerika itu.

Langkah VW menunjukkan bahwa bahkan pemain besar pun tidak bisa berdiri sendiri dalam menghadapi tantangan software kendaraan modern. Kolaborasi dianggap lebih efisien dan strategis.

Masa Depan Honda di Era SDV

Honda kini terus menjajaki kemungkinan kerja sama dengan berbagai pabrikan. Mereka sadar, mobil listrik dan mobil berbasis software membutuhkan ekosistem yang luas, bukan sekadar produk tunggal.

Dengan menggandeng mitra, Honda berharap bisa menekan biaya, mempercepat pengembangan, dan tetap relevan di pasar yang semakin kompetitif.

Komentar tajam dari CEO Honda menegaskan satu hal: ongkos software mobil kekinian memang tidak masuk akal jika ditanggung sendiri.

Industri otomotif sedang memasuki era di mana software menjadi pusat inovasi, dan kolaborasi lintas perusahaan adalah jalan keluar paling realistis.

Honda tidak ingin mengulang kesalahan dengan mencoba berjalan sendirian. Dengan strategi berbagi beban biaya dan teknologi, mereka berharap bisa tetap menjadi pemain utama di era mobil listrik dan software defined vehicle.

Bagi konsumen, ini berarti mobil masa depan akan lebih canggih, lebih terintegrasi, dan lahir dari kerja sama global yang solid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Pajak Honda CR-V? Ini Rincian Lengkapnya per Tahun

Berapa Pajak Honda CR-V? Ini Rincian Lengkapnya per Tahun

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 16:01 WIB

5 Mobil Bekas Rp20 Jutaan yang Lebih Masuk Akal Daripada Beli Motor Baru, Anti Kehujanan

5 Mobil Bekas Rp20 Jutaan yang Lebih Masuk Akal Daripada Beli Motor Baru, Anti Kehujanan

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 16:00 WIB

Banyak yang Rindu, Mitsubishi Lancer Evo akan Bangkit dari Kubur?

Banyak yang Rindu, Mitsubishi Lancer Evo akan Bangkit dari Kubur?

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 14:54 WIB

5 City Car Bekas Terbaik Irit BBM dan Pajak Murah, Ini Itung-Itungannya

5 City Car Bekas Terbaik Irit BBM dan Pajak Murah, Ini Itung-Itungannya

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 14:52 WIB

5 Mobil Bekas 7 Seater Paling Irit, Murah dan Nyaman: Cocok Buat Keluarga Besar

5 Mobil Bekas 7 Seater Paling Irit, Murah dan Nyaman: Cocok Buat Keluarga Besar

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 14:14 WIB

Kisah Mobil Anti-Bensin Henry Ford, Penenggak Bahan Bakar Etanol Pertama di Dunia

Kisah Mobil Anti-Bensin Henry Ford, Penenggak Bahan Bakar Etanol Pertama di Dunia

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 15:35 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×