Insentif Mobil Listrik Berakhir, Pengamat Sebut Waktunya Berhenti Manjakan Kendaraan Impor CBU

Manuel Jeghesta Nainggolan | Michele Alessandra Amabelle | Suara.com

Selasa, 30 Desember 2025 | 18:25 WIB
Insentif Mobil Listrik Berakhir, Pengamat Sebut Waktunya Berhenti Manjakan Kendaraan Impor CBU
ilustrasi mobil listrik
  • Penghentian insentif umum kendaraan listrik mulai 2026 dianggap tepat karena stimulus awal telah mencapai target penetrasi pasar 12%.
  • Melanjutkan insentif impor CBU berisiko menghambat pembentukan basis manufaktur lokal serta ketergantungan pada unit luar negeri.
  • Insentif masa depan harus fokus pada basis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk mendorong investasi dan transfer teknologi lokal.

Suara.com - Insentif kendaraan listrik yang akan berakhir pada tahun ini dinilai sudah tepat sasaran. Bahkan jika kendaraan litrik terus diberikan 'karpet merah' justru tidak sesuai dengan fungsi awal sebagai stimulus.

Menurut pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, penghentian insentif kendaraan listrik mulai 2026 sudah sesuai PMK 62/2025.

"Pada dasarnya sudah tepat (dihentikan) karena fungsi awalnya sebagai stimulus pasar dan tes komitmen investasi sudah tercapai. Hal ini bisa dilihat dari, penetrasi EV yang tembus 12% di 2025," ujar Yannes saat dihubungi Suara.com, Selasa (30/12/2025).

Untuk saat ini, lanjut Yannes, melanjutkan insentif impor CBU justru berisiko memperpanjang ketergantungan pada unit luar dan menghambat pembentukan basis manufaktur lokal.

Sebagai gantinya, Permenperin 35/2025 justru memberi jalur insentif yang lebih sehat karena berbasis TKDN (tingkat komponen dalam negeri), termasuk tambahan nilai hingga 25% untuk investasi domestik dan 20% untuk R&D, sehingga produsen terdorong menanam modal, membangun rantai pasok.

"Ini bisa mentransfer core teknologi, bukan sekadar jualan murah lewat fasilitas fiskal," tegas Yannes.

Pada tahun 2025, jenis kendaraan listrik mendapatkan dua jenis insentif dari pemerintah, yaitu insentif untuk mobil listrik produksi lokal dan insentif untuk mobil listrik impor dengan komitmen produksi lokal mulai 2026.

Untuk mobil listrik produksi lokal, diberikan insentif berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Syaratnya, mobil listrik tersebut harus memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen.

ilustrasi mobil listrik bekas.
ilustrasi mobil listrik.

Mereka yang memenuhi syarat hanya akan dikenakan PPN sebesar 2 persen, dari normalnya 12 persen (10 persen ditanggung pemerintah).

Meski demikian, insentif terhadap kendaraan listrik bisa saja diberikan. Namun dengan catatan berfokus pada kendaraan listrik yang sudah diproduksi lokal.

"Jadi insentif tidak perlu dilanjutkan secara umum, tapi tetap dipertahankan selektif hanya untuk EV lokal yang sudah atau menuju TKDN 40% ke atas agar pasar dalam negeri kita tetap jalan tanpa mengorbankan program industrialisasi Indonesia yang tertunda puluhan tahun," pungkas Yannes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dominasi Dua Dekade Berakhir Mobil China Diprediksi Lampaui Penjualan Mobil Jepang di Tahun 2025

Dominasi Dua Dekade Berakhir Mobil China Diprediksi Lampaui Penjualan Mobil Jepang di Tahun 2025

Otomotif | Selasa, 30 Desember 2025 | 15:06 WIB

Insentif Kendaraan Listrik Perlu Dilanjut, Mobil Hybrid dan ICE Juga Butuh Perhatian

Insentif Kendaraan Listrik Perlu Dilanjut, Mobil Hybrid dan ICE Juga Butuh Perhatian

Otomotif | Selasa, 30 Desember 2025 | 12:20 WIB

Harga Setara Avanza, Mobil Listrik Xpeng 'Tesla Killer' Hadirkan Performa Kencang

Harga Setara Avanza, Mobil Listrik Xpeng 'Tesla Killer' Hadirkan Performa Kencang

Otomotif | Senin, 29 Desember 2025 | 23:05 WIB

Terkini

Mobil Terasa Aneh Usai Dipakai Mudik? Cek Area Ini Biar Tetap Aman

Mobil Terasa Aneh Usai Dipakai Mudik? Cek Area Ini Biar Tetap Aman

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Pemerintah Respons Isu BBM Naik, Begini 5 Tips Pakai Motor agar Irit Bensin

Pemerintah Respons Isu BBM Naik, Begini 5 Tips Pakai Motor agar Irit Bensin

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:05 WIB

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:45 WIB

7 Motor yang Kurang Cocok Pakai Pertamax, Jangan Sampai Salah Isi BBM!

7 Motor yang Kurang Cocok Pakai Pertamax, Jangan Sampai Salah Isi BBM!

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:44 WIB

6 Pilihan Mobil Diesel Bekas yang Irit BBM dan Awet Jangka Panjang

6 Pilihan Mobil Diesel Bekas yang Irit BBM dan Awet Jangka Panjang

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:30 WIB

5 Motor Listrik yang Praktis Bisa Cas di Rumah, Bekal Hadapi Isu BBM Naik

5 Motor Listrik yang Praktis Bisa Cas di Rumah, Bekal Hadapi Isu BBM Naik

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:25 WIB

Pesona Motor Sport Yamaha yang Kini Tampilan Ala Fazzio, Masuk Indonesia Gak Nih?

Pesona Motor Sport Yamaha yang Kini Tampilan Ala Fazzio, Masuk Indonesia Gak Nih?

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:12 WIB

5 Pilihan Motor Honda Super Irit, Paling Pas Hadapi Kenaikan BBM

5 Pilihan Motor Honda Super Irit, Paling Pas Hadapi Kenaikan BBM

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:37 WIB

Cara Menyetel Karburator Motor agar Irit Bensin, Jadi Lebih Hemat BBM

Cara Menyetel Karburator Motor agar Irit Bensin, Jadi Lebih Hemat BBM

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:05 WIB

Harga Pertalite Mau Naik? Suzuki S-Presso Malah Makin Jadi Rebutan Gara-gara Ini

Harga Pertalite Mau Naik? Suzuki S-Presso Malah Makin Jadi Rebutan Gara-gara Ini

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:05 WIB