- Prioritas finansial usia 25 hingga 40 tahun bergeser ke stabilitas, sehingga mobil bekas yang irit dan rendah pajak jadi pilihan utama.
- Daftar mobil bekas ekonomis meliputi Datsun Go (termurah), Nissan March (nyaman), Mirage (irit), Agya/Ayla (mudah perawatan), Wagon R (lapang), dan Katana (tangguh).
- Setiap model menawarkan kompromi spesifik; misalnya, Agya/Ayla unggul perawatan, sementara March/Mirage menawarkan kenyamanan berkendara lebih baik daripada LCGC.
Suara.com - Bagi para profesional muda dan keluarga baru, memiliki kendaraan pribadi bukan lagi tentang adu gengsi, melainkan tentang efisiensi mobilitas yang tidak menguras isi rekening setiap bulannya.
Di tengah fluktuasi harga bahan bakar dan biaya hidup yang terus merangkak naik, pilihan jatuh pada mobil bekas yang memiliki rekam jejak "bandel", irit bensin, serta beban pajak tahunan murah.
Pasar otomotif Indonesia menawarkan berbagai alternatif menarik di segmen mobil bekas yang sangat relevan bagi mereka yang ingin tetap produktif tanpa harus terbebani biaya perawatan yang mencekik.
Fokus utama diarahkan pada bagaimana kendaraan-kendaraan ini mampu menjadi mitra mobilitas harian yang andal bagi generasi produktif yang menghargai setiap rupiah yang mereka investasikan.
Analisis Unit Kendaraan Ekonomis Pilihan
Berikut adalah penjabaran mendetail mengenai unit-unit mobil bekas yang direkomendasikan bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi total dalam berkendara.
1. Datsun Go: Si Mungil yang Gesit dengan Harga Paling Bersahabat
![Datsun Go Panca [OLX]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/16/94421-datsun-go-panca.jpg)
Datsun Go muncul sebagai pilihan utama bagi konsumen yang memiliki anggaran sangat terbatas namun menginginkan mobil dengan tahun produksi yang relatif tidak terlalu tua.
Sejak kemunculannya kembali di bawah naungan Nissan, Datsun Go dirancang untuk mengisi celah pasar LCGC dengan pendekatan fungsionalitas murni.
Baca Juga: Kencang Rasa Jazz, Muat 7 Orang Seharga LCGC: Ini Dia Fakta Honda Mobilio 2020
Mengandalkan mesin berkapasitas 1.198 cc dengan konfigurasi 3-silinder, mobil ini mampu memberikan respon tenaga yang cukup responsif untuk penggunaan di dalam kota yang padat.
Di pasar mobil bekas tahun 2025, Datsun Go tipe hatchback (2 baris) maupun Go+ (3 baris) dibanderol dengan harga yang sangat menggiurkan, mulai dari Rp 40 juta hingga Rp 110 juta untuk unit tahun 2019.
Salah satu keunggulan finansial yang paling mencolok adalah beban pajak tahunannya yang berkisar antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,6 juta, menjadikannya salah satu yang terendah di kelasnya.
Kemudahan perawatan didukung oleh kesamaan beberapa komponen mekanis dengan Nissan March, sehingga ketersediaan suku cadang di pasar aftermarket masih cukup terjaga meskipun produksinya telah dihentikan.
Secara naratif, Datsun Go memiliki kelebihan pada efisiensi bahan bakar yang mencapai angka 17-19 km/liter untuk rute kombinasi, serta dimensi yang kompak sehingga sangat mudah untuk bermanuver di jalanan sempit.
Namun, pembeli harus siap dengan beberapa kompromi, terutama pada sisi kenyamanan kabin. Kualitas peredaman suara atau NVH (Noise, Vibration, Harshness) pada Datsun Go tergolong minim, sehingga suara mesin dan gesekan ban seringkali masuk ke dalam kabin dengan cukup jelas.