- Parkir di area terpantau dan hindari titik buta kendaraan besar demi keamanan.
- Dilarang tidur dalam mobil dengan mesin menyala karena risiko keracunan gas karbon monoksida.
- Batasi durasi istirahat maksimal satu jam untuk berbagi ruang dengan pemudik lainnya.
Suara.com - Perjalanan mudik bukan sekadar pindah tempat, melainkan sebuah maraton fisik dan mental yang menguras energi. Di tengah kemacetan dan panjangnya aspal jalan tol, berhenti di rest area bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan biologis untuk memulihkan fokus pengemudi.
Namun, padatnya arus mudik membuat rest area menjadi lokasi yang rawan, baik dari sisi kriminalitas maupun risiko kesehatan.
Agar perjalanan Anda menuju kampung halaman tetap aman dan nyaman, simak panduan praktis beristirahat di rest area berikut ini:
1. Strategi Parkir Cerdas: Bukan Asal Kosong
Memilih slot parkir saat mudik membutuhkan ketelitian. Jangan hanya asal mendapatkan tempat teduh, perhatikan dua aspek utama ini:
- Visibilitas adalah Kunci:
Sebisa mungkin, parkirlah kendaraan di titik yang mudah terpantau dari tempat Anda makan atau duduk. Posisi yang terlihat langsung memudahkan Anda merespons cepat jika ada gerak-gerik mencurigakan di sekitar mobil.
- Waspadai "Zona Buta" Kendaraan Besar:
Hindari parkir mepet dengan bus atau truk. Kendaraan besar memiliki blind spot (titik buta) yang sangat luas. Risiko tersenggol saat mereka bermanuver sangat besar karena posisi mobil kecil sering kali tidak terlihat oleh pengemudi mereka.
- Sterilisasi Kabin:
Ini poin yang paling sering dilupakan. Pastikan tidak ada barang berharga seperti laptop, tas, atau dompet yang terlihat mencolok dari luar jendela. Hal ini untuk mencegah niat pelaku kejahatan pecah kaca.

2. Waspada 'The Silent Killer' di Dalam Mobil
Baca Juga: Menko AHY Siapkan Strategi Mudik Lebaran 2026: Fokus Infrastruktur dan Diskon Tiket
Saat rest area penuh sesak, banyak pemudik memilih untuk tidur di dalam mobil dengan mesin dan AC tetap menyala. Tahukah Anda? Praktis ini sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal.
Ancaman utamanya adalah Gas Karbon Monoksida (CO). Kita tidak pernah tahu secara pasti kondisi sistem pembuangan mobil. Kebocoran kecil saja pada pipa knalpot dapat membuat gas CO merembes masuk ke kabin melalui sistem ventilasi.
Gas ini dijuluki sebagai The Silent Killer karena tidak berwarna dan tidak berbau.
Menghirupnya saat tidur dapat menyebabkan seseorang lemas hingga meninggal dunia seketika karena oksigen dalam darah tergantikan oleh racun.
Solusi Aman: Jika Anda sangat terpaksa harus memejamkan mata di dalam mobil, matikan mesin dan buka jendela sekitar 2–5 cm agar ada sirkulasi udara alami.
Namun, sangat disarankan untuk keluar dari mobil agar tubuh mendapatkan oksigen segar dan otot bisa meregang maksimal.
3. Etika Mudik: Berbagi Ruang dengan Sesama
Mengingat kapasitas rest area yang sangat terbatas saat puncak arus mudik, rasa empati sangat diperlukan. Gunakan waktu istirahat secara efektif, maksimal 30 hingga 60 menit.
Gunakan waktu tersebut untuk fokus pada kebutuhan utama: makan, ibadah, dan ke toilet.
Setelah selesai, segera lanjutkan perjalanan atau berpindah agar pemudik lain yang sedang kelelahan juga mendapatkan kesempatan untuk beristirahat.
Keselamatan mudik dimulai dari kebijakan kita dalam beristirahat. Dengan memilih posisi parkir yang aman, menghindari risiko gas beracun, dan menjaga etika di tempat umum, kita tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga menjaga kenyamanan bersama. Selamat mudik, semoga selamat sampai tujuan!