- Pemprov Kaltim alokasikan Rp10,5 miliar pada 2026 untuk honorarium dan perjalanan dinas Tim Ahli.
- Rencana pengadaan Range Rover Autobiography Rp8,5 miliar sebagai mobil dinas Gubernur tuai kontroversi publik.
- Mobil mewah ini diklaim perlu untuk menjangkau pelosok Kaltim, ditunjang spesifikasi off-road dan mesin tangguh.
Suara.com - Tahun 2026 tampaknya menjadi tahun dengan alokasi anggaran fasilitas yang sangat premium bagi jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Publik kini tengah menyoroti dua pos pengeluaran fantastis yang totalnya nyaris menembus angka Rp19 miliar: alokasi dana untuk Tim Ahli Gubernur Kaltim dan pengadaan mobil dinas super mewah.
Sebagai pelayan masyarakat, kelancaran operasional pemerintah tentu menjadi prioritas.
Namun, ketika angka yang disodorkan mencapai belasan miliar rupiah, wajar jika masyarakat mulai bertanya-tanya.
Mari kita bedah rincian anggaran dan fasilitas 'kelas sultan' yang dipersiapkan Pemprov Kaltim ini.
Honorarium Fantastis Tim Ahli Gubernur: Rp10,5 Miliar untuk 9 Bulan
Berdasarkan dokumen Rincian Anggaran Belanja Kegiatan (RKA-SKPD) Pemprov Kaltim Tahun Anggaran 2026, alokasi dana sebesar Rp10,5 miliar telah disiapkan khusus untuk Tim Ahli Strategis Percepatan Pembangunan. Menariknya, anggaran jumbo ini diplot hanya untuk masa kerja 9 bulan!
Dari total tersebut, sekitar Rp8,34 miliar dialokasikan untuk uang kehormatan (honorarium), sementara Rp2,9 miliar disiapkan untuk biaya perjalanan dinas. Struktur pendapatannya pun tidak main-main:
- Ketua Tim (1 orang): Rp40 juta/bulan.
- Dewan Penasihat (8 orang): Rp45 juta/bulan per orang.
- Wakil Ketua (2 orang): Rp35 juta/bulan per orang.
- Koordinator Bidang (4 orang): Rp30 juta/bulan per orang.
- Anggota Divisi (11 orang): Rp20 juta/bulan per orang.
Bahkan, anggaran juga mencakup komponen honor bagi 35 koordinator bidang lainnya dengan nilai mencapai Rp1,05 miliar.
Dengan komposisi SDM yang memakan biaya miliaran ini, publik tentu menanti gebrakan besar dari tim ahli tersebut.
Kendaraan Operasional "Kelas Sultan": Range Rover Autobiography
![Kendaraan mewah jenis Range Rover berpelat nomor KT 1 saat kegiatan pelantikan pengurus KADIN Kaltim di Ibu Kota Nusantara (IKN). [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/07/13236-mobil-dinas-kt-1-jenis-range-rover.jpg)
Sebelumnya, publik dikejutkan dengan rencana pengadaan mobil dinas baru untuk Gubernur Kaltim, Rudy Masud.
Tidak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp8,5 miliar disiapkan untuk meminang sebuah SUV mewah berkode Range Rover Autobiography.
Pemprov Kaltim berdalih, kendaraan ini bukanlah sekadar simbol status sosial, melainkan sarana operasional vital untuk menjangkau wilayah pelosok Kaltim yang sulit diakses oleh mobil biasa.
Lantas, seperti apa spesifikasi mobil dinas seharga rumah mewah ini?
1. Mesin Buas dengan Sentuhan Ramah Lingkungan
Sebagai tipe LWB PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), mobil ini memadukan mesin bensin 3.0L 6-silinder turbocharged dengan motor listrik.
Kombinasi ini menyemburkan tenaga 460 PS dan torsi badak 660 Nm. Melesat dari 0-100 km/jam hanya butuh 6 detik! Hebatnya, mobil ini bisa melaju tanpa bensin (mode listrik murni) sejauh 125 km.
2. Kapabilitas Off-Road Tembus Banjir 900 mm
Alasan menembus pelosok tampaknya dijawab lunas oleh fitur Configurable Terrain Response.
Suspensi udara adaptif elektroniknya mampu menyesuaikan diri dengan medan berbatu hingga lumpur ekstrem.
Bahkan, SUV elegan ini sanggup menerjang genangan air setinggi nyaris 1 meter (900 mm) tanpa masalah.
3. Kabin Senyap dengan Kursi Pijat Pribadi
Di balik ketangguhannya di lapangan, kabin mobil ini menawarkan kenyamanan bak hotel bintang lima.
Dilapisi kulit Aniline premium, kursi penumpang dilengkapi fitur pijat, ventilasi udara, hingga Four-zone Climate Control.
Tak hanya itu, sistem Active Noise Cancellation memastikan pejabat di dalamnya tidak akan terganggu oleh suara bising jalanan, didukung oleh layar hiburan 13,1 inci dan sebuah kulkas mini (coolbox) di konsol tengah.
Perpaduan antara Tim Ahli berbiaya Rp10,5 miliar dan mobil dinas seharga Rp8,5 miliar tentu memperlihatkan komitmen kuat Pemprov Kaltim dalam memberikan fasilitas terbaik bagi para perumus kebijakan.
Namun, pertanyaannya kini berbalik kepada pembuktian kinerja.
Dengan sokongan SDM bergaji puluhan juta per bulan dan kendaraan dinas berspesifikasi anti-bising hingga kursi pijat, masyarakat Kaltim tentu berhak menuntut akselerasi pembangunan yang sama fantastisnya dengan anggaran yang telah dikeluarkan.