Suara.com - PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai Sabtu, 18 April 2026.
Kenaikan ini langsung menjadi perhatian masyarakat karena lonjakannya cukup signifikan, terutama pada jenis BBM dengan angka oktan tinggi dan bahan bakar diesel berkualitas.
Lalu, secara lengkap, apa saja BBM yang naik per 18 April 2026? Dan, seperti apa daftar harga terbarunya di SPBU? Simak ulasan berikut.
Apa Saja BBM yang Naik per 18 April 2026?
![Ilustrasi BBM subsidi naik. [Suara.com/Ema Rohimah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/07/27564-ilustrasi-bbm-ilustrasi-spbu-ilustrasi-solar-ilustrasi-pertalite-ilustrasi-bbm-naik-pertamax.jpg)
Berdasarkan informasi dari laman resmi MyPertamina, setidaknya ada tiga jenis BBM yang mengalami kenaikan harga, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Ketiga produk ini sebelumnya telah mengalami penyesuaian pada awal April 2026, namun kembali naik di pertengahan bulan.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada Pertamax Turbo (RON 98). Jika sebelumnya dijual Rp13.100 per liter, kini harganya melonjak menjadi Rp19.400 per liter untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Artinya, ada kenaikan lebih dari Rp6.000 per liter, yang tentu berdampak besar bagi pengguna kendaraan premium.
Tak hanya itu, Dexlite juga mengalami lonjakan harga yang cukup drastis. Dari sebelumnya Rp14.200 per liter, kini naik menjadi Rp23.600 per liter.
Sementara itu, Pertamina Dex yang merupakan jenis solar dengan kualitas lebih tinggi juga ikut terkerek, dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.
Di sisi lain, harga BBM subsidi dan beberapa BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamax (RON 92) masih bertahan di harga Rp12.300 per liter untuk wilayah Jawa, Bali, dan sekitarnya.
Begitu juga dengan Pertalite yang tetap dijual Rp10.000 per liter serta Biosolar (solar subsidi) yang masih berada di angka Rp6.800 per liter.
Penyesuaian harga ini bukan tanpa alasan. Pertamina menyebut bahwa kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Aturan ini merupakan revisi dari Kepmen ESDM sebelumnya yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum, baik jenis bensin maupun solar yang disalurkan melalui SPBU.
Dengan kata lain, perubahan harga BBM nonsubsidi sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah.
Ketika kedua faktor tersebut mengalami kenaikan, maka harga BBM di dalam negeri juga berpotensi ikut disesuaikan.
Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU
Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, berikut daftar harga BBM terbaru per 18 April 2026:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Solar subsidi (Biosolar): Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp12.300 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.400 per liter
- Dexlite: Rp23.600 per liter
- Pertamina Dex: Rp23.900 per liter
Sementara itu, harga BBM di wilayah lain di Indonesia juga mengalami penyesuaian, meski angkanya sedikit berbeda karena faktor distribusi dan biaya logistik. Berikut rinciannya.
Aceh dan Sumatera Utara
- Pertamax Rp12.600 per liter
- Pertamax Turbo Rp19.850 per liter
- Dexlite Rp24.150 per liter
- Pertamina Dex Rp24.450 per liter
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
- Pertamax mencapai Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo Rp20.250 per liter.
Batam
- Pertamax dijual Rp11.750 per liter
- Pertamax Turbo Rp18.450 per liter.
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara
- Pertamax mencapai Rp12.900 per liter
Papua
- Pertamax Turbo berada di angka Rp19.850 per liter.
Meski harga BBM nonsubsidi naik cukup tajam, pemerintah dan Pertamina memastikan bahwa BBM subsidi tetap stabil untuk menjaga daya beli masyarakat.
Pertalite dan Biosolar masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pengguna kendaraan di Indonesia karena harganya yang lebih terjangkau.
Kenaikan harga ini diperkirakan akan berdampak pada berbagai sektor, terutama transportasi dan logistik. Biaya operasional kendaraan yang meningkat berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan BBM serta mempertimbangkan efisiensi perjalanan.
Selain itu, momentum ini juga bisa menjadi dorongan untuk beralih ke kendaraan yang lebih hemat energi atau bahkan energi alternatif.
Dengan tren harga BBM yang fluktuatif, efisiensi bahan bakar menjadi faktor penting yang semakin diperhatikan.
Sebagai informasi, masyarakat dapat memantau harga BBM terbaru secara berkala melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi Pertamina. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pemerintah dan kondisi pasar global.
Dengan adanya penyesuaian harga ini, penting bagi masyarakat untuk selalu update informasi terbaru agar dapat mengatur pengeluaran dengan lebih tepat, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada kendaraan pribadi dalam aktivitas sehari-hari.
Kontributor : Mutaya Saroh