Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi sorotan di Indonesia pada April 2026. Salah satu yang paling terasa dampaknya adalah lonjakan harga Dexlite dan Pertamina Dex.
Harga dua bahan bakar ini kini mencapai kisaran Rp23.600 hingga Rp23.900 per liter.
Kenaikan ini tergolong signifikan karena sebelumnya harga Dexlite berada di kisaran Rp14.200 per liter, atau meningkat lebih dari 60 persen dalam satu kali penyesuaian.
Kondisi tersebut secara langsung memengaruhi biaya operasional kendaraan, khususnya mobil bermesin diesel modern yang membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi. Tidak hanya kendaraan pribadi, tetapi juga mobil keluarga hingga kendaraan kerja seperti double cabin ikut terdampak.
Mobil diesel modern umumnya menggunakan teknologi common rail dan standar emisi Euro 4 ke atas. Teknologi ini mengharuskan penggunaan bahan bakar dengan kadar sulfur rendah seperti Dexlite atau Pertamina Dex agar performa mesin tetap optimal dan tidak merusak komponen injektor.
Akibatnya, pemilik mobil-mobil cumi darat atau diesel tidak memiliki banyak opsi untuk beralih ke bahan bakar yang lebih murah tanpa risiko kerusakan mesin. Inilah yang membuat kenaikan harga Dexlite langsung berdampak besar terhadap pengeluaran harian.
Daftar Mobil Diesel yang Paling Terdampak
1. SUV Diesel Premium
Segmen SUV diesel menjadi yang paling terdampak karena kapasitas mesin besar dan tangki bahan bakar yang juga besar. Beberapa model yang termasuk dalam kategori ini antara lain Toyota Fortuner Diesel dan Mitsubishi Pajero Sport

Mobil-mobil ini dikenal menggunakan mesin diesel modern seperti 1GD-FTV (Fortuner) dan 4N15 (Pajero Sport) yang membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi.
Dengan kapasitas tangki mencapai 68–80 liter, biaya isi penuh kini bisa mencapai sekitar Rp1,6 juta hingga hampir Rp2 juta per sekali pengisian.
Hal ini membuat SUV diesel yang sebelumnya dianggap efisien kini justru menjadi kendaraan dengan biaya operasional tinggi.
2. MPV Diesel Keluarga
Segmen MPV diesel juga ikut terdampak, terutama yang masih menggunakan mesin diesel modern. Contohnya Toyota Kijang Innova Diesel (termasuk varian terbaru).

Dengan kapasitas tangki sekitar 55 liter, biaya isi penuh kini berada di kisaran Rp1,3 juta atau lebih.
Padahal selama ini MPV diesel dikenal sebagai pilihan irit untuk perjalanan jauh. Namun dengan kenaikan harga Dexlite, keunggulan tersebut mulai berkurang dan bahkan bersaing dengan mobil bensin atau hybrid dari sisi biaya.
3. Double Cabin dan Kendaraan Pekerja
Mobil jenis double cabin juga termasuk yang terdampak signifikan karena penggunaannya yang intensif. Beberapa model yang terdampak adalah Mitsubishi Triton, Toyota Hilux hingga Isuzu D-Max.

Kendaraan ini banyak digunakan di sektor industri seperti pertambangan dan perkebunan. Mesin diesel modern yang digunakan tetap membutuhkan Dexlite agar performa tetap terjaga saat membawa beban berat.
Kenaikan harga BBM membuat biaya operasional kendaraan kerja meningkat drastis, yang pada akhirnya bisa berdampak pada biaya logistik dan harga barang.
4. Mobil Diesel Harian Modern
Selain segmen besar, mobil diesel yang digunakan untuk kebutuhan harian juga terkena imbas, terutama yang sudah mengadopsi teknologi terbaru.
Berbeda dengan mobil diesel lama seperti Isuzu Panther yang masih fleksibel menggunakan solar biasa, mobil diesel modern lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar.
![Ilustrasi Isuzu Panther Grand Touring. [Dok Isuzu Astra]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/14/50589-ilustrasi-isuzu-panther-grand-touring-dok-isuzu-astra.jpg)
Artinya, pengguna mobil diesel baru tidak memiliki banyak pilihan selain tetap menggunakan Dexlite meskipun harganya naik.
Dampak Kenaikan Dexlite bagi Pengguna
Kenaikan harga Dexlite tidak hanya berdampak pada biaya pengisian bahan bakar, tetapi juga pada keputusan konsumen dalam memilih kendaraan. Beberapa dampak utama antara lain:
- Biaya operasional meningkat signifikan: Pengeluaran bulanan untuk BBM bisa naik drastis, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
- Efisiensi diesel mulai dipertanyakan: Keunggulan mesin diesel yang selama ini dikenal hemat menjadi kurang relevan jika harga bahan bakarnya tinggi.
- Peralihan ke kendaraan lain: Sebagian konsumen mulai mempertimbangkan mobil bensin atau hybrid sebagai alternatif yang lebih ekonomis.
- Dilema penggunaan BBM: Pengguna dihadapkan pada pilihan sulit antara menjaga performa mesin atau menekan biaya dengan risiko teknis.
Kenaikan harga Dexlite pada April 2026 membawa dampak besar bagi pengguna mobil diesel di Indonesia. Segmen yang paling terdampak meliputi SUV premium seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, MPV diesel seperti Toyota Innova, hingga kendaraan double cabin seperti Triton dan Hilux.
Lonjakan harga yang mencapai lebih dari 60 persen membuat biaya operasional kendaraan diesel meningkat drastis dan mengubah persepsi efisiensi yang selama ini melekat pada mesin diesel.
Ke depan, tren ini berpotensi mendorong pergeseran minat konsumen ke kendaraan bensin atau hybrid yang dinilai lebih stabil dari sisi biaya operasional. Oleh karena itu, calon pembeli mobil perlu mempertimbangkan tidak hanya harga kendaraan, tetapi juga biaya bahan bakar jangka panjang sebelum memilih mobil diesel.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama