- Indonesia tetap termurah di ASEAN untuk kategori BBM subsidi seperti Pertalite.
- Singapura memegang rekor harga BBM termahal dengan Diesel tembus Rp63.156.
- Harga Pertamina Dex Indonesia kini mulai mendekati harga pasar Thailand.
Suara.com - Gejolak geopolitik di Timur Tengah benar-benar membuat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia melejit.
Tak terkecuali di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), di mana negara-negara tetangga mulai saling intip harga bensin siapa yang paling bersahabat dengan kantong.
Per 18 April 2026, PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Kenaikan ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi energi global di Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Lantas, di mana posisi Indonesia jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya?
Indonesia punya struktur harga yang unik karena menerapkan sistem subsidi dan nonsubsidi.
Per 18 April 2026, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi agar tidak membebani rakyat kecil:

- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (Tetap)
- Solar Subsidi (CN 48): Rp6.800 per liter (Tetap)
Namun bagi pengguna BBM nonsubsidi, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.400 per liter, sementara Pertamina Dex meroket ke angka Rp23.900 per liter.
Harga BBM Singapura
Jika Anda merasa BBM di Indonesia mahal, cobalah menengok ke Singapura.
Negara ini konsisten memegang takhta sebagai pemilik BBM termahal di ASEAN.
Di SPBU Esso Singapura, harga bensin RON 98 mencapai Rp53.710 per liter.
Bahkan, harga dieselnya tembus Rp63.156 per liter, yang mana hampir tiga kali lipat dari harga Pertamina Dex Indonesia.
Harga BBM Malaysia
Negeri Jiran Malaysia masih menjadi yang termurah untuk urusan bensin rakyat berkat subsidi yang sangat kuat.