- Menjaga kecepatan stabil di bawah 100 km/jam terbukti ampuh menghemat daya baterai.
- Kurangi beban barang bawaan dan jaga tekanan ban agar kinerja motor lebih ringan.
- Atur suhu AC saat mobil masih mengisi daya untuk mencegah pemborosan di perjalanan.
![Pemilik kendaraan melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SKPLU, Jakarta, Senin (7/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/07/67113-spklu-ilustrasi-spklu-stasiun-pengisian-kendaraan-listrik-umum.jpg)
4. Atur Suhu Kabin Sejak Masih Dicolok
Penggunaan pendingin ruangan atau AC yang berlebihan adalah musuh utama ketahanan baterai. Nyalakan AC saat mobil masih tersambung ke stasiun pengisian daya (charger).
Saat di jalan, Anda cukup menyalakan kipasnya saja agar kompresor tidak perlu bekerja keras. Jika udara di luar cukup sejuk, membuka jendela bisa menjadi alternatif segar yang sangat menghemat baterai.
5. Cek Tekanan Ban dan Kurangi Beban Muatan
Ban yang kurang angin akan membuat kerja motor penggerak listrik menjadi semakin berat. Selalu sesuaikan tekanan angin dengan stiker anjuran yang biasanya tertempel di sisi pintu pengemudi.
Selain itu, jangan menjadikan mobil listrik Anda sebagai gudang penyimpanan berjalan. Hindari pemasangan roof rack dan keluarkan barang tidak penting karena beban berat mempercepat daya baterai terkuras.
6. Rencanakan Rute Cerdas Sebelum Berangkat
Rute yang terjebak kemacetan parah akan membuat konsumsi daya menjadi sama sekali tidak efisien. Cek aplikasi peta lalu lintas di ponsel sebelum Anda menekan tombol start.
Pilihlah jalan alternatif yang lengang atau sesuaikan jam keberangkatan di luar jam sibuk. Semakin efisien perjalanan Anda, semakin jauh pula jarak tempuh yang bisa dicapai oleh mobil listrik tersebut.