- Pembeli mobil listrik bekas wajib memeriksa kesehatan baterai melalui uji diagnostik untuk memastikan kapasitas di atas 90 persen.
- Pastikan sisa garansi baterai pabrikan masih berlaku dan dapat dipindahtangankan untuk menjamin keamanan investasi jangka panjang Anda.
- Periksa riwayat pengisian daya, pembaruan perangkat lunak, kondisi kaki-kaki, serta kesiapan infrastruktur listrik di rumah sebelum membeli.
Suara.com - Beralih ke mobil listrik menjadi hal yang menarik saat ini. Namun, bagi sebagian orang, harga mobil listrik baru masih menjadi hambatan. Di sinilah pasar mobil listrik bekas hadir.
Membeli mobil listrik bekas tentu berbeda dengan membeli mobil konvensional (ICE). Anda tidak lagi berurusan dengan kebocoran oli atau suara mesin yang kasar, melainkan berfokus pada "kesehatan" teknologi di dalamnya.
Agar investasi Anda tidak berujung pada penyesalan, berikut adalah panduan lengkap membeli mobil listrik bekas yang wajib Anda simak.
1. Cek Kesehatan Baterai (State of Health - SoH)
Baterai adalah komponen paling mahal sekaligus vital pada sebuah mobil listrik. Layaknya baterai smartphone, kapasitas baterai mobil listrik akan menurun seiring pemakaian (degradasi).
Saat memeriksa unit bekas, tanyakan nilai State of Health (SoH) baterai tersebut. Mobil dengan SoH di atas 90% dianggap sangat baik.
Anda bisa meminta pemilik sebelumnya untuk melakukan diagnostic test di bengkel resmi guna mendapatkan angka pasti mengenai kapasitas baterai yang tersisa.
Jangan terkecoh dengan bodi yang mulus jika kesehatan baterainya sudah di bawah 80%.
2. Periksa Sisa Garansi Pabrikan
Salah satu keuntungan membeli mobil listrik "muda" adalah garansi baterai yang biasanya sangat panjang.
Mayoritas pabrikan di Indonesia memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km.
Pastikan unit yang Anda incar masih dalam masa garansi dan, yang lebih penting, pastikan garansi tersebut dapat dipindahtangankan (transferable).
Memiliki mobil dengan sisa garansi baterai 4-5 tahun ke depan akan memberikan ketenangan pikiran (peace of mind) yang luar biasa.
3. Riwayat Pengisian Daya (Charging History)
Gaya hidup pemilik sebelumnya sangat memengaruhi umur panjang komponen elektrikal.
Jika memungkinkan, cari tahu apakah mobil lebih sering diisi daya menggunakan Slow Charging (AC) di rumah atau Fast Charging (DC) di SPKLU.
Terlalu sering menggunakan Fast Charging memang praktis, namun panas berlebih yang dihasilkan selama proses tersebut secara perlahan dapat mempercepat degradasi baterai.
Mobil yang rutin diisi daya dengan cara Slow Charging semalaman biasanya memiliki kondisi sel baterai yang lebih stabil.
4. Update Perangkat Lunak (Software)
Mobil listrik lebih mirip komputer berjalan daripada mesin mekanis. Pastikan unit bekas tersebut rutin melakukan pembaruan perangkat lunak (software update).
Pembaruan ini seringkali membawa perbaikan pada sistem manajemen baterai (BMS), efisiensi konsumsi daya, hingga fitur hiburan di kabin. Periksa melalui layar infotainment apakah versi perangkat lunak yang digunakan adalah versi terbaru.
5. Kondisi Ban dan Kaki-kaki
Karena baterainya yang berat, mobil listrik umumnya memiliki bobot yang jauh lebih besar dibandingkan mobil bensin seukurannya.
Hal ini membuat ban dan komponen kaki-kaki bekerja lebih keras.
Periksa keausan ban secara merata. Mobil listrik seringkali menggunakan ban khusus low rolling resistance yang harganya sedikit lebih mahal.
Jika ban sudah gundul, ini bisa menjadi poin tambahan bagi Anda untuk melakukan negosiasi harga.
6. Infrastruktur di Rumah Anda
Membeli mobil listrik bekas berarti Anda harus siap dengan "pom bensin" pribadi.
Sebelum unit tiba di garasi, pastikan daya listrik di rumah Anda mencukupi. Minimal 2.200 VA untuk pengisian darurat, atau 5.500 VA ke atas untuk pemasangan wallbox charger.
Tanyakan juga kepada penjual apakah unit portable charger dan instalasi wallbox aslinya disertakan dalam paket penjualan.
Membeli mobil listrik bekas adalah langkah cerdas bagi Anda yang ingin menikmati teknologi masa depan dengan harga yang lebih rasional.
Dengan melakukan riset mendalam pada aspek kesehatan baterai dan riwayat perawatan, Anda tidak hanya mendapatkan kendaraan yang efisien, tetapi juga berkontribusi pada gaya hidup yang lebih hijau.
Ingat, dalam memilih mobil listrik bekas, kualitas baterai adalah segalanya. Jangan ragu untuk membawa teknisi ahli atau melakukan inspeksi di bengkel resmi sebelum melakukan transaksi.