- Luky Alfirman dicopot usai sistem Kemenkeu bobol loloskan anggaran motor listrik program MBG 2025.
- Ironisnya, garasi pejabat berharta Rp52,2 miliar ini justru didominasi mobil bensin lawas tanpa EV.
- Koleksi kendaraannya bernilai Rp640 juta, membuktikan profil sederhana sang birokrat penyuka mesin bensin konvensional.
Menurut sumber Suara.com, Luky disebut ceroboh meloloskan anggaran pengadaan kendaraan untuk program andalan tersebut. Saat dikonfirmasi, Menkeu Purbaya merespons ringan terkait kebenaran isu pencopotan tersebut.
"Mungkin (karena hal itu). Anda tebak sendiri," kata Purbaya, Senin (11/5/2026).
Ironisnya, anggaran yang sebenarnya sudah ditolak justru "melenggang" keluar akibat celah keamanan perangkat lunak. Celah atau loophole ini menganga tepat di sistem milik Direktorat Jenderal Anggaran (DJA).
"Itu software dari Ditjen Anggaran, sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin. Ya kan kebobolan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, jadi sudah saya tolak," ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (7/5/2026).
Pada akhirnya, sebuah glitch sistem anggaran berhasil memarkirkan paksa sang Dirjen dari jabatannya. Menyisakan dirinya yang kini punya lebih banyak waktu luang bersama mobil lawas kesayangannya di garasi.