- Managing Director Yamaha, Paolo Pavesio, mengkritik mekanisme bursa transfer MotoGP karena dianggap terlalu prematur dan tidak sehat.
- Kesepakatan perpindahan pembalap yang dilakukan jauh sebelum musim dimulai merugikan investasi tim serta stabilitas kompetisi jangka panjang.
- Pavesio mengusulkan penerapan sistem jendela transfer terstruktur seperti sepak bola guna melindungi kepentingan tim dan sponsor MotoGP.
Suara.com - Managing Director Yamaha Motor Racing Paolo Pavesio melontarkan kritik tajam terhadap mekanisme bursa transfer MotoGP saat ini.
Fenomena perpindahan pembalap yang disepakati jauh sebelum musim berjalan dinilai tidak sehat dan merugikan investasi besar yang telah dikucurkan oleh tim dan sponsor.
Kekacauan pasar pembalap terlihat dari rumor Fabio Quartararo yang disebut sudah menandatangani kontrak dengan Honda untuk musim 2027 meski kompetisi 2026 belum dimulai.
Yamaha bergerak cepat merespons situasi dengan mengincar Jorge Martin serta Ai Ogura. Selain itu, pergeseran Pedro Acosta ke Ducati dan perpindahan Francesco Bagnaia ke Aprilia semakin menunjukkan betapa prematurnya keputusan para pembalap bintang dalam menentukan masa depan mereka.
Paolo Pavesio menilai kondisi ini menghambat tim untuk memetik hasil maksimal dari pembalap yang mereka kontrak. Ia menyampaikan keresahannya mengenai dampak jangka panjang bagi stabilitas kompetisi.
"Situasi yang berkembang tahun ini, menurut pendapat saya, tidak sehat dan tidak tepat dalam jangka panjang. Pasar perpindahan pembalap yang terlalu dini tidak memungkinkan siapa pun untuk memaksimalkan investasi yang telah dilakukan," ujarnya dikutip Selasa (26 Mei 2026).
Pavesio menyoroti bagaimana tim kehilangan nilai investasi hingga 50 persen ketika seorang pembalap sudah diketahui akan hengkang ke tim pesaing di masa depan.
Ia mengusulkan agar MotoGP mengadopsi pendekatan struktural seperti jendela transfer di dunia sepak bola profesional.
"Kemudian, setelah itu, ketika tiba saatnya balapan, para pembalap memikirkan apa yang mereka lakukan sekarang. Tetapi mengetahui bahwa beberapa pembalap top sudah melakukan perpindahan sebelum kejuaraan dimulai, dengan kontrak yang hampir menjadi kontrak standar dua tahun," ungkapnya.
Pavesio menambahkan bahwa kepastian periode transfer akan memberikan perlindungan lebih baik bagi semua pihak yang terlibat dalam industri balap motor paling bergengsi ini.
"Berarti Anda tidak dapat memanfaatkan 50 persen dari investasi yang dilakukan pada seorang pembalap secara maksimal. Saya rasa kita membutuhkan seperti yang kita bicarakan tentang Liberty, MotoGP Group, sebelumnya pendekatan struktural, seperti di olahraga lain, terkait jendela transfer, di mana semuanya akan stabil pada periode tersebut," sambungnya.
Walaupun gagasan jendela transfer ini dinilai logis, tantangan besar tetap ada pada kontrol terhadap kesepakatan informal yang sering terjadi di balik layar antara manajer pembalap dan petinggi tim di MotoGP.