- Kenaikan harga BBM di Indonesia pada pertengahan Juni 2026 mendorong masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik sebagai alternatif.
- Konsumen kini dihadapkan pada pilihan Nissan Leaf bekas atau mobil listrik baru asal Tiongkok dengan rentang harga serupa.
- Nissan Leaf unggul dalam performa dan kenyamanan, sedangkan mobil listrik baru menawarkan teknologi baterai serta fitur modern.
Namun, membeli Nissan Leaf bekas bukan tanpa catatan. Salah satu kekurangan yang sering dikeluhkan adalah visibilitas ke belakang yang agak repot karena kaca belakang yang kecil dan pilar C yang sangat tebal.
Selain itu, Nissan Leaf belum dilengkapi dengan pengaturan stir teleskopik, hanya bisa naik-turun (tilt) saja. Dari sisi teknologi, Leaf menggunakan sistem pendingin udara (air-cooled) untuk baterainya.
Sekilas soal kompetitor

Kompetitor seperti BYD Atto 1 atau Geely EX2 Pro sudah menggunakan teknologi baterai yang lebih modern dengan sistem manajemen suhu yang lebih baik.
Di sisi lain, mobil listrik baru asal China seperti BYD Atto 1 atau Geely EX2 Pro menawarkan kondisi mobil gres dengan garansi pabrik yang masih utuh
Atto 1 Premium bahkan sudah memiliki fitur Vehicle to Load (V2L) yang bisa menjadikan mobil sebagai sumber listrik cadangan saat rumah mati lampu.
Changan Lumin juga menawarkan kemudahan bermanuver di jalan sempit berkat radius putarnya yang kecil, meskipun suspensinya terasa agak keras saat melewati polisi tidur dalam kecepatan rendah.
Memilih antara Nissan Leaf bekas atau mobil listrik China baru kembali lagi ke prioritas Anda. Jika Anda mencari sensasi "mobil beneran" dengan dimensi hatchback yang luas dan tenaga besar, Nissan Leaf bekas sangat menggoda.
Namun, jika Anda lebih memprioritaskan teknologi baterai terbaru, fitur-fitur kekinian seperti V2L, dan ketenangan pikiran karena status mobil baru, unit anyar dari Tiongkok adalah jawabannya.