- Honda Indonesia merilis mobil sport hybrid Prelude dengan harga Rp974,9 juta untuk menyasar segmen konsumen penghobi otomotif.
- MG memperkenalkan mobil listrik MG 07 di Tiongkok seharga Rp390 jutaan yang mengandalkan teknologi baterai liquid solid-state canggih.
- Perbedaan harga signifikan terjadi karena Honda memprioritaskan nilai sejarah serta desain, sementara MG berfokus pada efisiensi produksi masal.
Suara.com - Dunia otomotif baru saja dihebohkan dengan kehadiran dua mobil sport yang punya siluet serupa tapi membawa teknologi dan label harga yang sangat kontras.
Di satu sisi, Honda Indonesia resmi membawa kembali sang legenda, Honda Prelude, sebagai mobil sport hybrid pertama mereka di Asia Tenggara.
Di sisi lain, muncul MG 07, sebuah fastback premium bertenaga listrik murni yang sekilas punya aura sporty mirip Prelude, namun dibanderol dengan harga yang bikin geleng-geleng kepala karena jauh lebih terjangkau.
Siapa saja pemain utamanya? Tentu saja Honda Indonesia yang membidik segmen penghobi dengan Prelude, dan MG (di bawah naungan SAIC) yang memperkenalkan MG 07 di pasar Tiongkok.
Honda Prelude hadir sebagai simbol kembalinya format coupe dua pintu yang mengedepankan kesenangan berkendara murni bagi pengemudi yang ingin tampil beda setiap hari.
Sementara itu, MG 07 hadir sebagai penantang di pasar sedan ukuran menengah dengan mengandalkan integrasi perangkat keras yang sangat kompetitif.

Perbandingan harga keduanya menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas. Honda Prelude dipasarkan di Indonesia dengan harga rekomendasi OTR Jakarta mulai dari Rp974.900.000.
Angka ini hampir menyentuh satu miliar rupiah untuk sebuah teknologi hybrid berperforma tinggi.
Secara mengejutkan, MG 07 justru menawarkan varian entri dengan harga mulai dari 22.100 USD atau jika dikonversikan berada di kisaran Rp390 jutaan, menurut Car News China.
Selisih harga yang mencapai lebih dari setengah miliar rupiah ini tentu memicu perdebatan mengenai apa yang sebenarnya didapatkan oleh konsumen dari kedua mobil ini.
Secara teknis, Honda Prelude yang hadir di Indonesia mengandalkan mesin 2.0L DOHC i-VTEC dipadukan dengan motor listrik yang menghasilkan tenaga total 203 PS.
Mobil ini menggunakan transmisi e-CVT namun dibekali teknologi S+ Shift yang mampu mensimulasikan perpindahan gigi agar pengemudi tetap merasa terhubung dengan kendaraan layaknya mobil sport konvensional.
Prelude juga dilengkapi dengan velg sporty 19 inci dan sistem pengereman Brembo untuk mendukung performanya.
Berbeda dengan Prelude, MG 07 adalah mobil listrik murni yang dibangun di atas platform SAIC Nebula. Yang membuatnya istimewa adalah penggunaan teknologi baterai liquid solid-state yang menawarkan jarak tempuh mulai dari 610 km hingga 840 km pada varian tertingginya.
MG 07 juga tidak main-main soal fitur kabin, mereka menyematkan kursi zero-gravity yang bisa direbahkan hingga 130 derajat, bahkan ada kulkas mini atau freezer terintegrasi di dalam bagasinya.
Lantas, mengapa harga keduanya bisa terpaut sangat jauh? Hal ini disebabkan oleh strategi pasar dan basis teknologi yang berbeda.

Honda Prelude fokus pada nilai sejarah, eksklusivitas desain coupe, dan penyelarasan respons mesin yang mereka sebut sebagai sensasi "+1°C" untuk kepuasan emosional pengemudi.
Sementara MG 07 menggunakan strategi ekspansi pasar yang agresif dengan memaksimalkan efisiensi produksi di pusat manufaktur Tiongkok untuk menekan harga.
MG 07 juga lebih menonjolkan fitur teknologi pintar seperti sistem mengemudi otonom Momenta R7 yang didukung sensor LiDAR.

Bagi Anda yang berdomisili di Jabodetabek, Jawa, hingga Sulawesi, Honda Prelude sudah bisa dipesan melalui jaringan dealer resmi mereka.
Namun, bagi pemburu teknologi masa depan dengan anggaran yang lebih ketat, kehadiran MG 07 menjadi bukti bahwa mobil dengan tampilan fastback yang agresif dan teknologi baterai canggih tidak harus selalu mahal.
Persaingan ini menunjukkan bahwa pasar otomotif saat ini semakin beragam, memberikan pilihan antara warisan performa klasik hybrid atau inovasi futuristik elektrik yang ekonomis.