- Kondisi ekonomi global yang tidak menentu mendorong konsumen Indonesia beralih ke mobil listrik bekas yang lebih efisien.
- Pakar otomotif Ridwan Hanif menyatakan penggunaan intensif mobil listrik dapat memberikan keuntungan finansial melalui penghematan biaya bahan bakar.
- Pasar otomotif menawarkan berbagai opsi mobil listrik bekas ekonomis seperti Wuling Air EV, Seres E1, hingga Hyundai Ioniq.
Suara.com - Fenomena gonjang-ganjing harga bahan bakar minyak (BBM) yang cenderung mahal membuat banyak orang mulai berpikir ulang untuk mempertahankan mobil konvensional mereka.
Terlebih lagi bagi mobil-mobil yang masuk kategori haus bahan bakar, pasar saat ini sedang mengalami koreksi harga yang cukup dalam karena biaya operasional harian yang semakin mencekik.
Kondisi tersebut mendorong pergeseran tren di pasar otomotif tanah air. Banyak konsumen kini mulai melirik mobil listrik bekas sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien dibandingkan mobil baru yang harganya masih tergolong tinggi.
Membeli mobil bekas dalam kondisi ekonomi seperti sekarang dianggap sebagai langkah cerdas untuk mendapatkan nilai lebih dengan anggaran yang lebih terbatas.
Pakar otomotif Ridwan Hanif, dalam sebuah sesi diskusi di Denkus Channel, memberikan pandangan menarik mengenai fenomena ini.
Menurutnya, mobil listrik justru memberikan keuntungan finansial yang maksimal jika digunakan secara intensif setiap hari.
"Mobil listrik itu semakin sering dipakai semakin untung, semakin jarang dipakai semakin rugi kalah sama depresiasi".
Ia menambahkan bahwa penghematan biaya bahan bakar akan sangat terasa bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi, bahkan ketahanan baterainya sudah teruji pada armada transportasi publik yang mampu menempuh hingga 600.000 kilometer.
Rekomendasi mobil listrik bekas
1. Wuling Air EV

Bagi Anda yang memiliki anggaran di kisaran 150 jutaan, Wuling Air EV menjadi salah satu primadona yang patut dipertimbangkan.
Mobil mungil ini sangat populer sebagai kendaraan harian di perkotaan karena dimensinya yang ringkas dan biaya operasional yang rendah.
Di pasar mobil bekas, varian Standard Range dengan jarak tempuh sekitar 200 km kini bisa ditemukan dengan taksiran harga mulai dari Rp100 juta hingga Rp150 juta tergantung kondisi dan tahun produksinya.
2. DFSK Seres E1

Pilihan lain yang tidak kalah ekonomis adalah DFSK Seres E1. Mobil ini merupakan salah satu opsi mobil listrik bekas termurah yang tersedia saat ini, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke teknologi listrik dengan anggaran sangat terbatas.