- Infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa dengan sebaran wilayah luar Jawa yang sangat minim.
- AISMOLI mendesak pemerintah di Jakarta untuk memberikan insentif fiskal guna menarik investasi fasilitas pengisian daya di daerah tertinggal.
- Kementerian ESDM mencatat ribuan unit fasilitas pengisian daya telah berdiri secara tidak merata di seluruh Indonesia hingga Maret 2026.
Suara.com - Ketimpangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Berdasarkan data terbaru, Jawa mengantongi 1.480 unit stasiun penukaran baterai, sedangkan wilayah Nusa Tenggara tercatat hanya memiliki satu unit. Kondisi ini merekam realitas bahwa pembangunan fasilitas pendukung masih sangat menumpuk di pusat keramaian seperti Jabodetabek sementara daerah lain tertinggal.
Masalah tersebut memicu dilema klasik antara ketersediaan infrastruktur dan jumlah pengguna. Dari sudut pandang bisnis, investor cenderung ragu membangun fasilitas pengisian daya di lokasi yang sepi pengguna.
Namun di sisi lain, masyarakat di daerah juga enggan beralih ke motor listrik jika tempat isi ulang baterai sulit ditemukan. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia atau AISMOLI mendesak pemerintah untuk segera mengambil peran dalam memutus siklus ini.
PR & Event Executive AISMOLI Riniwaty Sinaga menyebutkan bahwa bantuan kebijakan sangat diperlukan untuk menarik minat pemodal ke wilayah yang belum berkembang.
"Pemerintah perlu mempertimbangkan insentif fiskal bagi investasi pengisian daya dan penukaran baterai, terutama di wilayah yang secara komersial belum layak," ungkap Riniwaty di Jakarta, Selasa (2/9/2026).
Langkah tersebut dinilai efektif berkaca pada keberhasilan negara seperti China yang berhasil memicu lahirnya pasar baru melalui dorongan insentif di wilayah tertinggal.
Hingga Maret 2026, Kementerian ESDM mencatat keberadaan 4.892 unit SPKLU dan 1.907 unit SPBKLU di seluruh tanah air. Sayangnya sebaran fasilitas tersebut masih sangat jomplang karena mayoritas berada di Pulau Jawa. Wilayah lain seperti Sumatra baru mengoperasikan 238 unit, disusul Bali dengan 120 unit, Sulawesi 48 unit, dan Kalimantan yang hanya memiliki 20 unit.
AISMOLI menilai bahwa kehadiran infrastruktur yang lebih awal akan memberikan rasa aman serta percaya diri bagi masyarakat di daerah untuk mulai beralih ke kendaraan listrik. Pemerintah bersama PT PLN Persero diharapkan bisa menjadi motor penggerak awal dalam menggelar infrastruktur di luar Jawa. Tanpa keberanian memulai pembangunan fasilitas secara merata, mimpi ekosistem hijau hanya akan tertahan di kota-kota besar saja.