- Pengendara motor memerlukan helm dengan perlindungan dan kenyamanan tepat untuk perjalanan jauh.
- Helm full face sangat direkomendasikan karena memberikan perlindungan menyeluruh sekaligus mengurangi terpaan angin.
- Pengendara juga harus mempertimbangkan fitur tambahan seperti aerodinamika, bobot, dan sistem ventilasi yang baik.
Suara.com - Memilih helm motor untuk perjalanan jauh perlu dilakukan dengan mempertimbangkan perlindungan dan kenyamanan selama berkendara.
Setiap jenis helm memiliki bentuk, tingkat perlindungan, serta fungsi yang berbeda sesuai karakteristik penggunaannya.
Perbedaan tersebut membuat helm yang nyaman untuk perjalanan dalam kota belum tentu menjadi pilihan paling tepat ketika digunakan untuk touring jarak jauh.
Mengenali jenis helm motor dan karakteristiknya dapat membantu pengendara menentukan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan.
Jenis-Jenis Helm Motor
![Helm terbaik KYT, INK, Suomy hingga AGV. [Kolase]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/14/63256-helm-terbaik-kyt-ink-suomy-hingga-agv.jpg)
Helm motor tersedia dalam beberapa jenis dengan desain dan tingkat perlindungan yang berbeda. Berikut jenis helm yang umum digunakan oleh pengendara.
1. Helm Full Face
Helm full face memiliki desain yang menutupi kepala, bagian samping wajah, pipi, hingga dagu.
Bagian depan yang tertutup membuat perlindungan terhadap benturan dan paparan dari luar menjadi lebih menyeluruh.
Jenis helm ini banyak digunakan untuk perjalanan jauh maupun berkendara dengan kecepatan tinggi. Bentuknya juga membantu mengurangi terpaan angin, debu, dan hujan secara langsung ke wajah.
2. Helm Modular atau Flip-Up
Helm modular memiliki bagian depan yang dapat dibuka atau diangkat. Desain tersebut membuatnya menjadi perpaduan antara karakteristik full face dan open face.
Saat bagian depan ditutup, helm memberikan perlindungan seperti helm full face. Sementara ketika dibuka, pengendara dapat lebih mudah berbicara, minum, atau melakukan aktivitas singkat tanpa melepas helm sepenuhnya.
3. Helm Open Face
Helm open face menutupi bagian atas, samping, dan belakang kepala, tetapi tidak memiliki pelindung dagu.
Jenis ini memberikan sensasi berkendara yang lebih terbuka dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Open face banyak digunakan untuk aktivitas sehari-hari, terutama pada perjalanan dalam kota.
4. Helm Half Face
Helm half face memiliki bentuk yang lebih sederhana dan umumnya lebih ringan dibandingkan full face atau modular.
Karena bagian wajah dan dagu tidak terlindungi sepenuhnya, helm ini lebih sesuai untuk penggunaan harian dengan jarak relatif dekat dan kondisi berkendara yang tidak terlalu ekstrem.
5. Helm Off-Road atau Cross
Helm off-road dirancang untuk pengendara motor trail atau aktivitas di medan tanah.
Ciri khasnya adalah bagian dagu yang lebih panjang, ventilasi besar, dan pet di bagian atas yang membantu mengurangi paparan lumpur, debu, atau ranting ketika melewati jalur off-road.
6. Helm Retro atau Bogo
Helm retro atau bogo memiliki desain yang mengadopsi tampilan klasik dan banyak dipilih oleh pengguna motor bergaya vintage atau kustom.
Meskipun mengutamakan tampilan yang khas, pengendara tetap perlu memastikan helm memenuhi standar keselamatan yang berlaku sebelum menggunakannya.
Jenis Helm Terbaik untuk Perjalanan Jauh
Perjalanan jauh membuat helm harus digunakan dalam waktu lama sehingga faktor perlindungan dan kenyamanan menjadi sama pentingnya.
Helm full face menjadi pilihan yang paling direkomendasikan untuk perjalanan jauh karena memberikan perlindungan pada bagian kepala sekaligus wajah dan dagu.
Desain helm full face juga dapat membantu mengurangi terpaan angin secara langsung. Hal tersebut membuat pengendara lebih terlindungi dari debu, hujan, serta benda kecil yang mungkin muncul selama perjalanan.
Selain perlindungan, pilih full face yang memiliki desain aerodinamis agar tekanan angin tidak terlalu membebani kepala ketika motor melaju dalam waktu lama.
Bobot helm juga perlu diperhatikan karena helm yang terlalu berat dapat membuat leher lebih cepat lelah.
Ventilasi menjadi fitur penting lainnya. Sistem ventilasi yang baik membantu sirkulasi udara di dalam helm sehingga kepala tidak terlalu panas dan lembap, terutama ketika digunakan dalam perjalanan selama beberapa jam.
Pengendara juga dapat mempertimbangkan helm yang dilengkapi visor berkualitas, fitur anti-fog, atau sun visor.
Visor yang jelas membantu menjaga pandangan ketika kondisi cuaca berubah, sedangkan sun visor berguna untuk mengurangi paparan cahaya matahari pada siang hari.
Bagi pengendara yang melakukan touring bersama rombongan atau sering membonceng pasangan, keberadaan ruang untuk memasang interkom juga dapat menjadi pertimbangan. Fitur tersebut memungkinkan komunikasi dan penggunaan navigasi suara tanpa harus memegang ponsel saat berkendara.
Helm modular dapat menjadi alternatif bagi pengendara yang menginginkan fleksibilitas lebih tinggi.
Namun, konstruksi mekanisme buka-tutup dapat membuat bobotnya lebih berat sehingga kenyamanan perlu diuji sebelum digunakan untuk perjalanan panjang.
Sementara itu, helm open face, half face, dan bogo lebih cocok untuk kebutuhan tertentu yang mengutamakan kepraktisan atau sirkulasi udara, tetapi perlindungannya tidak selengkap full face.
Apa pun jenisnya, pastikan helm memiliki ukuran yang tepat dan terasa pas ketika dikenakan.
Helm yang terlalu longgar dapat mudah bergeser, sedangkan helm yang terlalu sempit dapat menimbulkan tekanan dan rasa tidak nyaman selama perjalanan.