Camkan dan Ingat Pesan Ustadz Abdul Somad! Bukan Pezina dan Pemabuk Tapi Orang Ini yang Tak Bisa Masuk Dalam Surga

Suara Pekanbaru | Suara.com

Selasa, 21 Maret 2023 | 12:09 WIB
Camkan dan Ingat Pesan Ustadz Abdul Somad! Bukan Pezina dan Pemabuk Tapi Orang Ini yang Tak Bisa Masuk Dalam Surga
Ustadz Abdul Somad memberikan penjelasan terkait dengan hadist nabi yang menyebutkan ciri orang yang tak bisa masuk ke dalam surga. (Foto: Media Sosial)

SuaraPekanbaru.id- Ustadz Abdul  Somad dalam sebuah ceramahnya membeberkan tetang sebuah rahasia terhadap orang yang divonis tidak bisa masuk ke dalam surganya Allah SWT.

Ciri dari orang yang tak masuk ke dalam surga dibeberakan oleh Ustadz Abdul Somad, karena hal ini juga langsung disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW mengatakan kalau orang seperti ini tidak akan masuk surga.

Dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad orang tersebut bukanlah yang mereka ahli dalam zina, kerap meminum khamr dan memakan hasil riba. Hal ini dijelaskan olehnya seperti melansir dari video ceramah Ustadz Abdul Somad yang diposting akun tiktok @nawir_ctr.

Bagi orang yang melakukan dosa zina, minum khamr, dan memakan hasil riba adalah perbuatan dosa besar. Kendati begitu, ada orang yang melakukan perbuatan tersebut masih mendapatkan ampunan dari Allah, ketika mereka bersungguh-sungguh untuk bertaubat.

Namun beda dengan orang yang melakukan perbuatan ini. Orang yang memutus tali silaturrahim, divonis tak akan masuk surga. Bahkan hal ini juga dikatakan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu hadist beliau.

Ustads asal Kota Pekanbaru ini menceritakan hadist dari nabi itu, kenapa orangtersebut tidak bisa masuk ke dalam surganya Allah.

"Siapa yang tak masuk surga itu ya Rasulullah? Apakah karena dia berzina, apakah karena di minum khamr, apakah karena makan riba. Tak masuk surga, siapa itu ya Rasulullah? Orang yang memutus tali silaturrahim," jelas Ustadz Abdul Somad berdasarkan sabda Rasulullah SAW.

Pria yang akrba disapa UAS ini mencotnohkan pentingnya tali silaturrahim di dalam kehidupan terutama bagi umat muslim.

"Itulah mengapa hewan daging kurban dibagi menjadi tiga. Sepertiga untuk yang berqurban, sepertiga untuk tetangga sahabat kerabat, sepertiga untuk fakir miskin," terang Ustadz Abdul Somad.

"Jika sepertiga untuk yang berqurban masuk akal karena dia yang punya uang. Kalau sepertiga untuk fakir miskin, masuk akal karena menolong mereka yang miskin. Tapi sepertiga untuk kerabat, sepertiga untuk tetangga, untuk sahabat, mengapa ada jatah mereka dalam daging hewan kurban kita. Mengapa mereka kita bagi, karena Allah ingin kita menyambung tali silaturrahim," terangnya melanjutkan.

Disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad, barang siap yang memutuskan tali silahturahmi, sesame manusia maka dirinya tidak akan masuk ke dalam surga. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jauhi Politik Uang! Ini Kata Pj Wali Kota Pekanbaru Soal Pemilu 2024

Jauhi Politik Uang! Ini Kata Pj Wali Kota Pekanbaru Soal Pemilu 2024

| Minggu, 19 Maret 2023 | 13:33 WIB

Jangan Cemaskan Pangan Selama Ramadan dan Idulfitri, Ini Kata Pemerintah Kota Pekanbaru

Jangan Cemaskan Pangan Selama Ramadan dan Idulfitri, Ini Kata Pemerintah Kota Pekanbaru

| Minggu, 19 Maret 2023 | 12:17 WIB

Negosiasi Pengelolaan Pasar Wisata di Kota Pekanbaru, Sudah Rampung?

Negosiasi Pengelolaan Pasar Wisata di Kota Pekanbaru, Sudah Rampung?

| Sabtu, 18 Maret 2023 | 21:15 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:15 WIB

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:18 WIB

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB

Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang

Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang

Sumsel | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix

Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:00 WIB

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:54 WIB

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:35 WIB