5 Wabah Mematikan Pernah Melanda Dunia, Saat Ini Tanda-Tandanya Terjadi Lagi

Suara Pekanbaru

Minggu, 07 Mei 2023 | 12:51 WIB
5 Wabah Mematikan Pernah Melanda Dunia, Saat Ini Tanda-Tandanya Terjadi Lagi
Ilustrasi HIV. Ada banyak peristiwa wabah yang terjadi di masa lalu yang mengancam banyak jiwa.  Inilah 5 wabah paling mematikan dalam sejarah menurut versi Makin Tahu. (Envato Elements)

3. Wabah HIV AIDS tahun 2005 

Tahun 2005 hingga 2012, menjadi Puncak wabah HIV AIDS. Wabah ini diduga berasal dari Kongo ketika virus ditularkan dari simpanse ke manusia pada 1920. 

Kemudian pada tahun 1981 ditemukan kasus HIV AIDS di Amerika yang diidap oleh pria gay dan pengguna heroin. 

Diperkirakan 36 juta orang telah meninggal karena tanda-tanda penyebab AIDS, yang terparah terjadi di kawasan Amerika. 

Terhitung ada 2,7 juta orang terinfeksi HIV, dan 2 juta orang meninggal akibat AIDS.

4. Wabah justinian tahun 540 

Sama seperti wabah Maut Hitam yang disebabkan oleh bakteri yeresinia pestis, wabah justinian menyebar dan terus muncul dari waktu ke waktu di Asia, Eropa, Afrika, selama bertahun-tahun setelah kemunculannya pada tahun 541. 

Wabah ini diyakini dibawa oleh kapal-kapal dagang yang penuh dengan tikus ketika berlayar ke Mesir. 

Procovius, seorang akademisi dari Yunani di masa itu menulis itu dimulai dari orang-orang Mesir yang tinggal di Pelusium. 

baca juga

Mereka terbagi-bagi. Sebagian pergi ke Alexandria dan seluruh Mesir. Sementara yang lainnya ke Palestina. 

Dari sanalah wabah tersebut mulai menyebar ke seluruh bumi. Wabah ini dapat ditularkan dari tikus ke manusia melalui gigitan kutunya. 

Sehingga mengakibatkan ruam nanah tumbuh di tubuh, yang umumnya ada di ketiak dan selangkangan, dan menyebabkan demam. 

5. Wabah Antonim tahun 165 

Wabah Antonin diyakini berasal dari Cina. Wabah ini menyebabkan 2000 kematian per hari di Roma. 

Jumlah total kematian diperkirakan mencapai 5 juta jiwa. Gejala dari wabah antonim ini adalah diare, batuk, demam, tenggorokan kering, dan memiliki bintik merah. 

Wabah ini mengakibatkan para tentara yang melakukan perjalanan dari Roma ke Mesopotamia di akhir tahun 1965, mengalami sakit. 

Mereka yang terjangkit memiliki kulit dengan bintik merah dan hitam yang akhirnya menjadi keropeng. 

Wabah pun menyebar ke seluruh kekaisaran Romawi. Para peneliti memperkirakan penyakit ini seperti cacar karena mereka yang telah terjangkit, dan kemudian sembuh memiliki kekebalan tubuh. (*)

Sumber: Alunan Pagi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Catat Janji Dinkes Riau Layani Pemudik Siaga 24 Jam, Kondisi Darurat Dilarang Tolak Pasien dan Minta Uang Dimuka

Catat Janji Dinkes Riau Layani Pemudik Siaga 24 Jam, Kondisi Darurat Dilarang Tolak Pasien dan Minta Uang Dimuka

Pekanbaru | Jum'at, 14 April 2023 | 17:07 WIB

Belum Ada Kasus Flu Burung di Kota Pekanbaru, Ini Gejalanya Kata Distankan

Belum Ada Kasus Flu Burung di Kota Pekanbaru, Ini Gejalanya Kata Distankan

Pekanbaru | Kamis, 30 Maret 2023 | 13:05 WIB

Waspada! Jangan Sampai Wabah Flu Burung Masuk Kota Pekanbaru

Waspada! Jangan Sampai Wabah Flu Burung Masuk Kota Pekanbaru

Pekanbaru | Rabu, 29 Maret 2023 | 13:00 WIB

Terkini

Gol ke-64 Kylian Mbappe Bawa Prancis ke Babak Semifinal Piala Dunia 2026

Gol ke-64 Kylian Mbappe Bawa Prancis ke Babak Semifinal Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 05:01 WIB

Polisi dan Tentara Prancis Siaga 1 Jelang Laga Lawan Maroko: Trauma Kerusuhan 2022

Polisi dan Tentara Prancis Siaga 1 Jelang Laga Lawan Maroko: Trauma Kerusuhan 2022

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 02:41 WIB

Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko

Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 02:28 WIB

Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi

Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 01:30 WIB

Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia

Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:54 WIB

FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier

FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:46 WIB

Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari

Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:39 WIB

Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci

Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:31 WIB

Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh

Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:31 WIB

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

×