Poptren.suara.com - Siapa yang suka jalan-jalan ke Yogyakarta pasti tahu dong sedang marak skuter listrik di wilayah wisata. Banyak wisataan yang menggunakan skuter listrik untuk berputar-putar menikmati suasana malam di Yogyakarta. Tapi kini Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melarang pengoperasian skuter listrik di seluruh wilayah Kota Yogyakarta. Sebelumnya diberlakukan aturan hanya di kawasan Sumbu Filosofi dari Tugu hingga Titik Nol KM tetapi kini berbeda peraturan.
Rambu-rambu larangan pengoperasian sudah dipasang di kawasan malioboro, tetapi pengelola penyewaan skuter listrik tetap saja menjalankan bisnisnya. Itu yang membuat kebijakan penglarangan kebijakan tersebut terjadi.
"Saya dua hari itu ikut operasi teman-teman gabungan satpol pp kota, DIY, dishub kota DIY, satlantas kota. Mereka (pengelola skuter listrik) kucing-kucingan tetap masih beroperasi. Karepe kepiye, minta ditata kepiye, itu kan gak menunjukkan itikad baik," ungkap Penjabat (Pj) Wali kota Yogyakarta, Sumadi saat dikonfirmasi, Selasa (19/07/2022).
Menurut Sumadi, saat petugas melakukan pengawasan di Sumbu Filosofi, para pengelola skuter listrik tidak membuka lapak. Namun saat petugas tidak ada, mereka kembali membuka persewaan.
Karenanya untuk mengantisipasi kejadian tersebut terus berulang, Pemkot akhirnya memutuskan larangan skuter listrik diberlakukan menyeluruh. Apalagi sejumlah kota seperti Jakarta, Semarang dan Bandung sudah memberlakukan aturan serupa.
Pemkot mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu Dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik. Selain itu Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 551/4671 Tahun 2022 tentang Larangan Operasional Kendaraan Tertentu Menggunakan Penggerak Motor Listrik di Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro dan Jalan Margo Mulya.
Pemkot juga tengah menyiapkan peraturan wali kota (Perwal). Draft Perwal tersebut akan dikirim ke Biro Hukum untuk kemudian dimintakan ijin ke Kemenhub RI. Bila Perwal tersebut diterapkan, pengelola yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan sanksi berupa penyitaan skuter listrik.
"Nantinya sanksi dalam perwal itu, salah satunya skuter disita," tandasnya.
Secara terpisah Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mempersilahkan Pemkot Yogyakarta memberlakukan larangan skuter listrik di seluruh wilayah Kota Yogyakarta. Sebab wewenang pelarangan tersebut berada di tangan Pemkot.
Baca Juga: Camilan Favorit dan Sifat Dalam Dunia Kerja
"Ya terserah saja (dilarang), itu kan memang perwal wewenang wali kota," ungkapnya.
Sumber : Suara.com