Poptren.suara.com - Pernah dengar gangguan skizoafektif ? Itu apa sih ? Gangguan skizoafektif adalah kondisi kesehatan mental, dimana salah satu gejalanya adalah gejala skizofrenia dan gangguan mood, dimana secara umum orang-orang dengan kondisi tersebut dapat mengalami depresi, mania, psikosis bahkan gangguan mental lainnya.
Gangguan skizoafektif diklasifikasikan menjadi dua subtipe yaitu bipolar skizoafektif dan depresi skizoafektif, dimana keduanya diyakini oleh pakar kesehatan mental masuk dalam kategori jenis skizofrenia. Laman better health menuliskan sebanyak satu dari tiga orang yang didiagnosis dengan skizofrenia sangat berkemungkinan besar memiliki gangguan skizoafektif.
Diagnosisnya bisa saja sulit mengingat gejala dari kondisi tersebut sangat mirip dengan skizofrenia dan bipolar. Berdasarkan gangguan mood yang dimiliki, gangguan skizoafektif terbagi jadi dua jenis, yaitu :
1. Gangguan bipolar
Kondisi ini menampilkan satu atau dua jenis perubahan suasana hati yang berbeda, dimana orang dengan gangguan bipolar tingkat mania-nya tinggi, bahkan dapat berkombinasi dengan depresi.
2. Tipe depresif
Tipe ini dimiliki oleh orang-orang yang mengalami depresi, yang umumnya memiliki perasaan sedih, tidak berharga, dan putus asa. Selain itu tidak menutup kemungkinan memiliki pikiran untuk bunuh diri, dan mungkin juga mengalami masalah konsentrasi dan memori.
Ada tiga gejala pada gangguan skizoafektif secara umum, yakni :
1. Gejala psikotik
Baca Juga: Alasan Ikan Hias Baik untuk Menjaga Kesehatan Mental
Gejala ini biasanya hilang kontak dengan realitas, sering halusinasi, delusi, pikiran tidak teratur, ucapan dan perilaku kacau, kecemasan, apatis, ekspresi wajah kosong serta ketidakmampuan bergerak.
2. Gejala manik
Gejala ini ditandai dengan adanya peningkatan aktifitas sosial, seksual, dan dalam bekerja. Selain itu cenderung memiliki pikiran dan ucapan yang cepat, harga diri yang berlebihan, kebutuhan tidur yang berkurang, berperilaku impulsif seperti menghabiskan banyak uang. Juga berperilaku berisiko, perubahan suasana hati yang cepat seperti bahagia menjadi marah.
3. Gejala depresi
Secara umum gejala ini dtandai dengan kehilangan motivasi serta minat, mudah lelah, kesulitan konsentrasi, keluhan fisik seperti sakit kepala atau sakit perut. Selain itu sering merasa rendah diri, berpikiran untuk bunuh diri, kehilangan nafsu makan, dan insomnia.
Laman Cleveland Clinic menuliskan, peneliti tidak mengetahui pasti apa penyebab gangguan skizoafektif. Namun mereka meyakini ada beberapa faktor yang ikut berperan dalam pembentukan gangguan ini, yakni :