Kenali juga Pahami Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Gangguan Skizoafektif

Poptren

Senin, 08 Mei 2023 | 10:51 WIB
Kenali juga Pahami Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Gangguan Skizoafektif
Ilustrasi penggambaran emosi (Freepik)

Poptren.suara.com - Pernah dengar gangguan skizoafektif ? Itu apa sih ? Gangguan skizoafektif adalah kondisi kesehatan mental, dimana salah satu gejalanya adalah gejala skizofrenia dan gangguan mood, dimana secara umum orang-orang dengan kondisi tersebut dapat mengalami depresi, mania, psikosis bahkan gangguan mental lainnya.

Gangguan skizoafektif diklasifikasikan menjadi dua subtipe yaitu bipolar skizoafektif dan depresi skizoafektif, dimana keduanya diyakini oleh pakar kesehatan mental masuk dalam kategori jenis skizofrenia. Laman better health menuliskan sebanyak satu dari tiga orang yang didiagnosis dengan skizofrenia sangat berkemungkinan besar memiliki gangguan skizoafektif.

Diagnosisnya bisa saja sulit mengingat gejala dari kondisi tersebut sangat mirip dengan skizofrenia dan bipolar. Berdasarkan gangguan mood yang dimiliki, gangguan skizoafektif terbagi jadi dua jenis, yaitu :

1. Gangguan bipolar

Kondisi ini menampilkan satu atau dua jenis perubahan suasana hati yang berbeda, dimana orang dengan gangguan bipolar tingkat mania-nya tinggi, bahkan dapat berkombinasi dengan depresi.

2. Tipe depresif

Tipe ini dimiliki oleh orang-orang yang mengalami depresi, yang umumnya memiliki perasaan sedih, tidak berharga, dan putus asa. Selain itu tidak menutup kemungkinan memiliki pikiran untuk bunuh diri, dan mungkin juga mengalami masalah konsentrasi dan memori.

Ada tiga gejala pada gangguan skizoafektif secara umum, yakni :

1. Gejala psikotik

baca juga

Gejala ini biasanya hilang kontak dengan realitas, sering halusinasi, delusi, pikiran tidak teratur, ucapan dan perilaku kacau, kecemasan, apatis, ekspresi wajah kosong serta ketidakmampuan bergerak.

2. Gejala manik

Gejala ini ditandai dengan adanya peningkatan aktifitas sosial, seksual, dan dalam bekerja. Selain itu cenderung memiliki pikiran dan ucapan yang cepat, harga diri yang berlebihan, kebutuhan tidur yang berkurang, berperilaku impulsif seperti menghabiskan banyak uang. Juga berperilaku berisiko, perubahan suasana hati yang cepat seperti bahagia menjadi marah.

3. Gejala depresi

Secara umum gejala ini dtandai dengan kehilangan motivasi serta minat, mudah lelah, kesulitan konsentrasi, keluhan fisik seperti sakit kepala atau sakit perut. Selain itu sering merasa rendah diri, berpikiran untuk bunuh diri, kehilangan nafsu makan, dan insomnia.

Laman Cleveland Clinic menuliskan, peneliti  tidak mengetahui pasti apa penyebab gangguan skizoafektif. Namun mereka meyakini ada beberapa faktor yang ikut berperan dalam pembentukan gangguan ini, yakni :

1. Genetika

Artinya gangguan skizoafektif bersifat turun temurun. Dengan kata lain, orangtua bisa saja mewariskan kecenderungan untuk mengembangkan kondisi tersebut kepada anak-anak mereka, dan juga dapat terjadi pada beberapa anggota keluarga besar.

2. Struktur otak

Artinya ada ketidak normalan dalam ukuran atau komposisi daerah otak seperti hippocampus dan thalamus.

3. Kimia otak

Orang dengan kelainan ini mungkin memiliki ketidakseimbangan bahan kimia otak yang disebut neurotransmiter, dimana bahan kimia tersebut membantu sel-sel saraf di otak berkomunikasi satu sama lain,

4. Faktor lingkungan

Faktor ini mungkin termasuk situasi yang menegangkan, trauma emosional, atau infeksi virus tertentu.

5. Penggunaan narkoba

Ini dapat  menyebabkan perkembangan gangguan skizoafektif.

Perawatan untuk gangguan skizoafektif melibatkan pengobatan yang dikombinasikan dengan psikoterapi dan pelatihan keterampilan. Artinya ada :

1. Psikoterapi

Ini bertujuan untuk membantu mereka mempelajari penyakitnya, menetapkan tujuan, dan mengelola masalah sehari-hari yang berkaitan dengan gangguan tersebut.

2. Pelatihan keterampilan

Pengobatan ini berfokus pada keterampilan kerja dan sosial, perawatan diri, dan kegiatan sehari-hari lainnya, termasuk uang dan manajemen rumah.

3. Rawat inap

Gejala psikotik mungkin membutuhkan perawatan rutin di rumah sakit, terutama jika mereka merasa ingin bunuh diri atau mengancam untuk menyakiti orang lain.

4. Obat

Obat yang diresepkan dokter untuk gejala psikotik seperti delusi, halusinasi, dan gangguan berpikir, disebut antipsikotik, bertujuan untuk membantu mengatasi gangguan skizoafektif.

5. Terapi elektrokonvulsif

Perawatan ini dapat menjadi pilihan bagi orang dewasa yang tidak menanggapi psikoterapi atau obat-obatan, karena pengobatan ini melibatkan pengiriman arus listrik cepat melalui otak dan akan mendapatkan sejenis obat yang disebut anestesi untuk membantu tidur.

Cara-cara diatas digunakan oleh dokter karena diyakini dapat mengubah kimiawi otak dan bisa membalikkan beberapa kondisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Deretan Hal yang Akan Membantu Menjaga Kesehatan Saraf

Deretan Hal yang Akan Membantu Menjaga Kesehatan Saraf

Poptren | Selasa, 28 Maret 2023 | 13:22 WIB

Benarkah Tidur Singkat Bermanfaat untuk Produktifitas dan Kesehatan ?

Benarkah Tidur Singkat Bermanfaat untuk Produktifitas dan Kesehatan ?

Poptren | Kamis, 02 Februari 2023 | 10:05 WIB

Cantiknya Buah Semangka dan Deretan Manfaatnya untuk Kesehatan

Cantiknya Buah Semangka dan Deretan Manfaatnya untuk Kesehatan

Poptren | Selasa, 31 Januari 2023 | 07:55 WIB

Daun Sungkai Diklaim Ampuh untuk Masalah Kesehatan, Benarkah ?

Daun Sungkai Diklaim Ampuh untuk Masalah Kesehatan, Benarkah ?

Poptren | Kamis, 12 Januari 2023 | 09:53 WIB

Terkini

Demo di Depan DPR Besok, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat Pemberitahuan yang Masuk

Demo di Depan DPR Besok, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat Pemberitahuan yang Masuk

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:25 WIB

European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA

European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar

Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar

Jabar | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya

Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital

Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Empat Kali Ditangkap! Ini Garis Waktu Kasus Narkoba Revaldo: Penjara Tak Membuat Kapok

Empat Kali Ditangkap! Ini Garis Waktu Kasus Narkoba Revaldo: Penjara Tak Membuat Kapok

Entertainment | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:17 WIB

SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan

SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan

Jogja | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Mengkhawatirkan, Sekolah Tetap Masuk Pukul 08.00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Mengkhawatirkan, Sekolah Tetap Masuk Pukul 08.00 WIB

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:14 WIB

Sifat-sifat Bunyi dan Cara Perambatannya

Sifat-sifat Bunyi dan Cara Perambatannya

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:14 WIB

DPR Kawal Hak Karyawan PT Pos, Minta Pembayaran Rp158 M Segera Dituntaskan

DPR Kawal Hak Karyawan PT Pos, Minta Pembayaran Rp158 M Segera Dituntaskan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:11 WIB

×