Dibantu Peneliti ITB, Warga Cianjur Sukses Mengolah Sampah Jadi Pupuk dan Pakan Ternak

Senin, 28 November 2022 | 11:00 WIB
Dibantu Peneliti ITB, Warga Cianjur Sukses Mengolah Sampah Jadi Pupuk dan Pakan Ternak
Ilustrasi pupuk (Pexels)

Suara.com - Berkat pembinaan dari tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB),  masyarakat di Desa Cinangsi, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, kini telah berhasil memanfaatkan sampah menjadi barang berharga, yakni pupuk dan pakan ternak.

Warga Cinangsi telah merasakan berbagai keuntungan, mulai dari lingkungan yang lebih bersih, mampu menghasilkan produk pertanian yang lebih murah, hingga mendapatkan penghasilan tambahan.

Sejak Agustus 2022, tim peneliti dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB melakukan kegiatan pembinaan kepada warga Desa Cinangsi untuk menerapkan program yang disebut Waste to Food.

Ini adalah sistem yang memanfaatkan sampah organik seperti daun, sisa makanan atau sampah yang dapat terurai menjadi sumber pupuk dan pakan ternak, serta model budidaya produk yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Ramadhani Eka Putra menjelaskan, program pembinaan ini melibatkan tiga kelompok masyarakat berbeda dengan fungsi berbeda. Pertama, penduduk desa sebagai penghasil limbah organik. Kedua, TPS Tarikolot Bersahaja sebagai pihak pengelola limbah organik. Ketiga, Pesantren Misbahul Al-Musri’ sebagai lembaga pendidikan.

“Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan suatu kegiatan kolaboratif pada level akar rumput di mana setiap komponen masyarakat saling berinteraksi dan membutuhkan guna menghidupkan kembali semangat gotong royong,” ujarnya.

Menurutnya, Program Waste To Food sebenarnya telah diterapkan pada level individu dan komunitas dengan memberikan hasil positif, tapi model ini belum pernah diujicobakan sebagai bentuk kegiatan kolaborasi antara berbagai komponen masyarakat dengan fungsi dan peran berbeda.

“Penerapan sistem di Desa Cinangsi ini adalah pertama, dan hasilnya sudah dapat dirasakan warga,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti mengajarkan warga menerapkan teknologi tepat guna dengan mengubah limbah organik menjadi pakan ternak. Kegiatan ini diawali dengan membina warga memiliki kebiasaan memilah sampah dan mengajarkan pertanian organic.

Baca Juga: Dukung Pemulihan Ekonomi, Pemkot Bontang Apresiasi Festival UMKM Pupuk Kaltim 2022

Tim juga memperkenalkan beberapa metode upcycling limbah organik dengan pengolahan langsung menjadi pakan ternak dan produksi larva serangga sebagai sumber protein

“Kegiatan ini juga melibatkan peran mahasiswa dan lulusan program studi Rekayasa Pertanian ITB sebagai bagian pembelajaran,’ tambah Dr Ramadhani.

Ia berharap kegiatan pemberdayaan di Cianjur ini dapat menjadi pondasi kebangkitan kembali budaya gotong royong untuk memecahkan masalah ketahanan dan kemandirian pangan yang mungkin akan dihadapi Indonesia dalam waktu dekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI