purwasuka

Pencegahan Gagal Ginjal di Jawa Barat Dikritisi Anggota Fraksi PAN DPRD Jawa Barat, Herry Dermawan

Purwasuka Suara.Com
Minggu, 23 Oktober 2022 | 21:13 WIB
Pencegahan Gagal Ginjal di Jawa Barat Dikritisi Anggota Fraksi PAN DPRD Jawa Barat, Herry Dermawan
Anggota DPRD Jawa Barat asal Fraksi PAN, Herry Dermawan mengkritisi penanganan gagal ginjal akut di Jawa Barat.

PURWASUKA – Anggota DPRD Jawa Barat asal Fraksi PAN, Herry Dermawan mengkritisi penanganan gagal ginjal akut atau Akut Progresif Atipikal alias Acure Kidney Injury (AKI) di Jabar. 

Meskipun tak bisa dipungkiri penanganan gagal ginjal di Jabar sudah baik. Hanya saja, Herry Dermawan  lebih mengkhawatirkan atau mengkritisi terkait pencegahan gagal ginjal akut di Jawa Barat.

“Kalau saya lihat penanganan gagal ginjal di Jawa Barat sudah cukup baik, karena Jabar setidaknya sudah punya pengalaman sebelumnya saat menangani masalah seperti ini, Covid-19. Cuman yang saya khawatirkan dan saya kritisi itu soal pencegahannya,” tutur Herry Dermawan, Bandung. Sabtu, 22 Oktober 2022. 

Pencegahan agar tidak ada lagi anak yang terkena gagal ginjal akut yang diduga karena mengonsumsi senyawa kimia yang mencemari obat-obatan sirup. 

Senyata kimia yang dimaksud yakni, etilen glikol, dietilen glikol, dan etilen glikol butyl ether/EGBE.

Kemudian, sejauh mana Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan dan menjamin tidak ada lagi obat-obatan sirup yang mengandung etilen glikol, dietilen glikol, dan etilen glikol butyl ether/EGBE yang diduga menjadi pemicu Akut Progresif Atipikal alias Acure Kidney Injury (AKI). 

Mengingat Kementerian Kesehatan RI sudah mengeluarkan instruksi yang isinya meminta seluruh apotek untuk tidak menjual obat sirup untuk sementaa waktu. Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical ProgressiveAcure Kidney Injury (AKI) Pada Anak. 

“Yang jadi pertanyaan sejauh mana Dinkes Jabar sigap memastikan tidak ada lagi obat-obatan yang sudah dilarang beredar di masyarakat, dan bagaimana ketegasannya jika kedapatan masih ada beberapa apotek atau toko obat yang tetap menjual obat tersebut,” ucap dia. 

Sebab tambah dia, ditakutkan masih banyak masyarakat yang belum mengerti terkait obat-obatan yang dilarang dikonsumsi tersebut, karena menjadi pemicu gagal ginjal akut pada anak. 

Baca Juga: Terungkap, Begini Tampang Pelaku Penusukan Bocah 12 Tahun di Cimahi

“Saya khawatir karena tidak semua masyarakat itu paham soal gagal ginjal akut pada anak, atau soal obat-obatan yang sudah dilarang dikonsumsi  karena picu gagal ginjal. Sehingga malah mengonsumsi obat yang dilarang tersebut,” kata dia. 

Lagi pula sangat besar kemungkinan obat-obatan tersebut masih ada di pasaran, masih ada di apotek atau toko obat. Meskipun sudah ada instruksi, tetapi hal tersebut tidak menjamin. *** 

Caption Foto: 
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN, Herry Dermawan */

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI